Membutuhkan waktu yang amat sangat lama sekali untuk bisa meneruskan cerita ini.. aduh~
padahal ceritanya udah terkonsep di kepala, cuman buat nyelesaiinnya butuh mood yang tepat~ gomenasai *bows
At a Time..
“HYAAAHHHH!!!” Hongki berteriak kesetanan sambil melempar benda apapun yang bisa ia raih, melemparnya kearah Raein dengan membabi buta. Ia berteriak-teriak padanya, mengeluarkan sumpah serapah yang tidak terpikir oleh Raein ia akan mendapatkannya setelah semua yang ia lakukan untuk Hongki selama ini.
“Hongki oppa..” hanya itu yang bisa dikatakannya sambil berusaha terus melindungi dirinya sendiri dari lemparan barang-barang itu. Sementara Hongki terus menghujaninya dengan berbagai benda.
Dengan cepat dokter dan perawat yang ada disana segera mengendalikan kebrutalan Hongki yang muncul secara tiba-tiba setelah beberapa saat ia memandang wajah Raein, dan segera bisa mengenal pemilik wajah itu dengan sangat baik tanpa memerlukan proses pemulihan sedikitpun. Dokter yang menangani Hongki segera mencegah pasiennya untuk melempar lagi, dibantu oleh seorang perawat pria yang memegangi tangan Hongki, kencang. Sementara seorang perawat wanita menuntun Raein untuk keluar dari ruangan dimana Hongki dirawat.


