Friday, March 18, 2011

a Day With Stranger [FANFIC] PART1

Oi oi!!~
udah berapa taun ya saya ga update blog?hohoho..lagi sibuk sama yang namanya PRAKTIKUM!ada yang mau oleh-oleh tugas bikin laporan?hoho..sebenernya saya juga ogah bawainnya~=p
dan dibawah ini adalah ide yang baru-baru ini datang ke saya, dan saya tulis dengan cepat di notes, kemudian saya tuangkan lebih lengkapnya disini.
Masih belum bisa one shot, mungkin bakal jadi beberapa part seperti cerita yang sebelumnya^^
ok, just ENJOY IT!^^

a Day With Stanger [Part 1]

(bayangkan foto diatas adalah ChaeYong(gue) xp)

Seorang gadis berambut pendek dengan topi hitam-hoodie merah muda-celana 3/4, sepatu keds dan ransel bertuliskan "Choi ChaeYong" pada penutupnya, berjalan cepat kearah sebuah rumah kecil di ujung blok. Sebuah rumah bergaya cukup unik, dengan bentuk yang asimetris. Cat warna-warni menjadi warna dinding rumah itu, dan terdapat beberapa gambar yang menghiasi tembok. Tidak penuh, hanya beberapa. ChaeYong membawa makanan didalam tas kertas yang ia bawa ditangannya, untuk diberikan kepada seseorang yang menghuni rumah itu.

Tanpa mengatakan sesuatu, ia langsung saja masuk. Dan setelah melepas sepatunya didepan pintu, ia pelan-pelan masuk kedalam rumah. Sudah seperti kebiasaan saat ia masuk kedalam rumah itu  di jam-jam seperti ini, ia harus tenang.

Terlebih dahulu ia menghampiri anjing bulldog kecil yang sedang malas-malasan diatas sofa dengan beralaskan towelket putih yang sedikit berantakan. Ia mengelus anjing itu semangat. "Yah Gaho! Aku datang!" bisiknya pada anjing itu. Ia lalu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Biskuit anjing berbentuk tulang, dan memberikannya pada anjing itu. "Hehe..anak baik~ Mana kakakmu?" Tentu saja GaHo tidak menjawab. Dan tanpa menunggu sampai Gaho menjawab, ChaeYong berjalan masuk mencari seseorang.

"Seonbaenim~~?"

BAKK!!

"Aigoo~" ChaeYong menoleh ke belakang, dan seorang laki-laki setinggi 177cm dengan gulungan kertas ditangan ternyata sudah berdiri dibelakangnya.

"Baboya! Jangan panggil aku seonbaenim lagi!" protes laki-laki dengan kaos bergambar tengkorak lambang bajak laut topi jerami itu. Dia salah satu penggemar One Piece.

"Mr Kwon?"

"Tidak!"

"JiYong-ssi?"

"Bukan!"

"Sajangnim?"

"Oppa!!" laki-laki bernama JiYong itu berseru tegas. ChaeYong nyengir kecil sambil menggaruk kepalanya.

"Oppa?"

"Hmh! Benar!" ujar JiYong dengan senyum kecil dan berlalu. Sepertinya ia baru saja selesai mandi. terlihat dari rambut hitamnya yang basah dan bau wangi sabun dibadannya. Dan kini ia kembali duduk dimeja kerjanya. Dihadapan meja dengan banyak kertas diatasnya. Ditembok yang ada didepannya pun terdapat beberapa sketsa gambar. Tampaknya ia benar-benar bekerja keras untuk proyek terbarunya.

"Kau sedang apa?" tanya ChaeYong sambil iseng melihat-lihat gambar sketsa hasil karya JiYong yang ditempel di tembok di atas meja kerja JiYong.

"Kau bisa lihat sendiri kan?" jawab JiYong seadanya seperti biasa. Bukannya dingin, dia hanya tidak suka diganggu saat bekerja.

"Sampai berapa lama?" tanya ChaeYong lagi. JiYong menggeleng kecil. Gadis disampingnya itu mendengus kesal, kemudian mencubit pipi JiYong yang agak kurus itu.

"AIGOO~~" JiYong protes. "Apa yang kau lakukan??"

"Bahkan aku sampai susah untuk mencubit pipimu!" ChaeYong kesal. "Proyek ya proyek! Tapi jangan sampai lupa makan, Oppa! Kau kurus sekali~"

"Sudahlah! Aku mau kerja lagi!" ujar JiYong an berusaha tidak memperdulikan ChaeYong, gadis yang jalan dengannya sejak setahun yang lalu.

"Oppa!"

"Jangan ganggu aku oke? Kau boleh berada disini, main dengan GaHo, atau apalah terserah! Asal jangan ganggu pekerjaanku! Araseo?" JiYong mulai marah. Sejak ia mengerjakan proyek animasi barunya sebulan yang lalu, dia jadi sensitif jika menyangkut soal pekerjaan. Mungkin ia stress karena ditunjuk menjadi ketua grup EO untuk proyek kali ini. Dan ia memegang tanggung jawab yang sangat besar sekarang.

ChaeYong terdiam. Begitu juga JiYong. Ia lalu duduk dimejanya menghadap pekerjaannya tanpa mengatakan sepatah katapun. ChaeYong menghela nafas kecil. Ia meletakkan tas kertasnya diatas meja makan. "Aku tinggalkan makanan disini! Aku pulang dulu, annyeong~!" katanya kemudian pergi setelah pamit pada GaHo.

JiYong terdiam dan melirik sebentar kearah dimana ChaeYong keluar, namun sesaat kemudian ia kembali pada pekerjaannya.

***

Dengan langkah lemas, ChaeYong berjalan menuju rumah, dan ujung jari tangan kanannya terus meraba tembok pertokoan yang ia lewati sambil memandang ke tanah. Beberapa hari ini atmosfer diantara mereka memang sedang tidak baik. JiYong terlalu sibuk dengan proyek animasinya, mereka jadi mengurangi jam main-main bersama. Dan ChaeYong yang bermaksud peduli pada namja chingu-nya itu malah diabaikan bahkan dimarahi seperti tadi.

ChaeYong mencoba mengerti. Ia tahu JiYong sedang stress. Tapi untuk dimarahi begitu setiap hari sebal juga rasanya. "Apa mungkin aku menghilang saja untuk sementara ya?" gumamnya, kemudian terduduk di pinggir trotoar dengan punggung bersandar pada tembok sebuah toko. Ia menundukkan kepalanya dan berpikir sejenak. Ia benar-benar kesal.

BRAKK!! Tiba-tiba seseorang jatuh dari atas. ChaeYong terperanjat. Ia jadi bergeser sedikit karena kaget. Sesaat ia memandang keatas. Tidak ada helikopter atau apapun diatas. Lalu dia terjun dari mana?

ChaeYong menatap orang itu, yang kini masih dalam posisi telungkup diatas trotoar. ChaeYong mendekati orang dengan jaket hitam itu. Ia menyenggolnya dengan tangan. "Cwesonghamnida! Anda tidak apa-apa?" tanya ChaeYong sambil sesekali menggoyangkan tubuh orang itu. Dan beberapa saat kemudian, orang itu merespon dengan gerakan. Ia mencoba bangun. Sepertinya sakit jauh dari atas.

Orang itu bangun. Ia seorang pria. Dan setelah ia merasa benar-benar bangun, ia menoleh kearah ChaeYong dengan senyum kecil. "Gwaenchana.." katanya, kemudian membersihkan hoodienya.

ChaeYong tertegun sebentar. Orang itu, ia seperti pernah mengenalinya..Orang itu.. "He??? Tuan Kwon???" ChaeYong berteriak sambil menunjuk wajah pria dengan topi kupluk hitam itu.

"He? Tuan Kwon?"

---

Pria tadi tertawa lepas setelah mendengar penjelasan ChaeYong tentang teriakan Oppa-nya itu. Sementara ChaeYong sedang membeli 2 kaleng minuman di mesin penjual minuman tak jauh dari tempat mereka berada sekarang.

"Jadi aku mirip pacarmu? Hahaha..mungkin kami saudara kembar yang terpisah~" ujar laki-laki berambut kuning itu dan tertawa lagi. Ia merasa hal ini lucu sekali, karena ekspresi ChaeYong yang benar-benar kaget.

"Sudah! Berhenti tertawa!" protes ChaeYong seraya mengambil dua kaleng minumannya dari kotak yang ada dibagian bawah. "Ini minumlah!" katanya setelah memberikan salah satunya pada pria yang baru dikenalnya itu. Tidak hanya wajahnya, tinggi badan dan gaya tertawanya juga sangat mirip dengan JiYong. ChaeYong masih curiga pria ini orang yang sama. Maksudnya, ia adalah JiYong.

"Gamsahamnida.."

"Lalu, kenapa kau tadi bisa jatuh dari atas?" tanya ChaeYong setelah meneguk minumannya. "Kau datang dari mana?"

"Aku tadi sembunyi di atap toko roti itu, sampai aku tidak kuat lagi berada diatas sana! Dan akhirnya aku jatuh! Terima kasih ya sudah menemukanku!" ujarnya enteng kemudian meminum minumannya.

"Sembunyi? Kau dikejar seseorang?" tanya ChaeYong heran. Orang itu mengangguk.

"Aku dikejar managerku karena mangkir dari pekerjaan! Seharusnya aku manggung di salah satu live stage tak jauh dari sini! Tapi aku kabur..hehe~" jawabnya enteng. ChaeYong mengernyitkan keningnya heran. Orang ini seperti tidak punya beban hidup?

"Kau anak band?" tanya ChaeYong.

Sesaat orang itu terdiam, kemudian memandang ChaeYong dengan tampang tak percaya. "Kau tidak mengenaliku?" katanya sambil menunjuk wajahnya sendiri.

"Kau?? Uhm..Kwon Ji Yong seonbaenim??" jawab ChaeYong takut-takut.

"aish~!!" orang itu melengos. "Sudahlah! Coba baca koran pagi besok! Pasti namaku ada di berita depan!" ujarnya percaya diri, kemudian pergi meninggalkan ChaeYong sambil menenggak habis minumannya. "Annyeong~"

***

Morning.

"Tuan Kwon~?" panggil ChaeYong pelan seraya membuka pintu rumah JiYong tanpa bersuara. Ia memeriksa sekeliling. Sepi. ChaeYong langsung saja masuk kedalam. Dan lagi-lagi ia membawa tas kain ditangannya berisi rantang makanan untuk JiYong yang pasti tidak sempat memasak makanannya sendiri karena proyek barunya.

Gadis itu menyapa GaHo lagi sebelum akhirnya masuk ke ruang kerja JiYong. Ruang kerjanya kosong. Mungkin ia sedang ke toilet. ChaeYong lalu ke dapur untuk meletakan sarapan buatannya.

Sebelum ia membukanya, ia mengambil tas kertas yang dibawanya semalam, masih utuh diatas meja. Ia mengeluarkan rantang plastik warna biru muda didalamnya, kemudian membukanya. "Masih utuh?" ChaeYong mengendus makanannya. "Belum basi~" gumamnya. Ia lalu menutupnya lagi dan memasukannya kembali kedalam tas kertasnya.

"Oh.. ChaeYong-a?" seseorang memanggilnya dari arah luar dapur.. ChaeYong menoleh. Sesaat ia memperhatikan kearah rambut JiYong. Hitam. Jadi yang semalam bukan dia?

"Mwola?" tanya JiYong heran.

"A..ahniyo~!" jawab ChaeYong ramah. "Aku bawakan sarapan untuk Tuan Kwon!"

"Oppa!" ujar JiYong tegas.

"Ne..baiklah~"

"Hmh..gomawo!" katanya lagi kemudian berlalu dari hadapan ChaeYong. ChaeYong terdiam sebentar sambil melihat ke arah tas kertasnya.

"Kwon-ssi!" panggilnya. JiYong tidak menjawab. "Apa makan malamnya enak?"

Setelah sepersekian detik diam. JiYong akhirnya menjawab, "Neh!" Ia berbohong. ChaeYong tampak kecewa. Ia memandangi tas kertas itu dengan mata berkaca-kaca.

"Enak?" tanya ChaeYong lagi. JiYong diam lagi.

"Neh!" jawab JiYong begitu singkat.

"Kuraeyo?" tanya ChaeYong memastikan lagi. JiYong hanya mengangguk. Dia berbohong 3 kali. ChaeYong kecewa. Bukan karena JiYong tidak memakan makan malamnya, tapi karena JiYong berbohong padanya.

ChaeYong duduk disebelah GaHo sambil sesekali mengelus anjing itu dan mencoba melupakan apa yang barusan terjadi. Ia menghela nafas pendek, kemudian tersenyum kecil. "Kwon-ssi! Istirahatlah sebentar!" katanya tulus. Ia tahu kalau sudah dihadapkan dengan pekerjaannya, ia pasti lupa beristirahat, selelah apapun. "Kwon Ji Yong oppa! Beristirahatlah sebentar!"

"Berisik!" JiYong menggertak.

"Kwon-ssi~"

"Diam dan berhentilah menggangguku!" katanya lagi dengan nada tinggi. ChaeYong menatap JiYong yang memunggunginya. "Kau tidak lihat aku sedang apa?" katanya lagi.

"Tapi aku hanya.."

"Sudah kubilang jangan ganggu!" JiYong memotong penjelasan ChaeYong.

"Aku hanya menghawatirkanmu KWON JI YONG!" teriak ChaeYong. Ia sudah mencoba bersabar dan mengerti akhir-akhir ini. Tapi sepertinya kesabarannya sudah habis. Mereka terdiam beberapa saat. GaHo memperhatikan keduanya, entah anjing itu mengerti atau tidak. "Kau bahkan membohongiku! Kau sama sekali tidak menyentuh makananku dan kau bilang ini enak? Mungkin bagimu makan kertas lebih enak dari pada makanan buatanku!"

"Kau.."

"Hahh!! Aku lelah!" ChaeYong mendengus. "Aku tidak akan mengganggumu! Lakukan apapun sesukamu! Dan jangan mencariku!" ChaeYong pergi setelah mengatakn hal yang sebenarnya tidak ingin ia katakan.

"Baiklah! Pergi saja! Dan jangan ganggu aku lagi! Pergi yang jauh dan jangan kembali!!!" JiYong berteriak. Ia mengatur nafas setelahnya. Entah mengapa ia merasa begitu lelah, seperti habis berlari berkilo-kilo meter. Ia lalu duduk kembali, mengambil pensilnya dan mulai membuat sesuatu diatas kertasnya.

***

"Aish! Ahh!! Dasar tidak tahu terima kasih! Aku benar-benar akan pergi jauh! Jadi lupakan saja aku! Lakukan sesukamu! Ahh!! Aigoo~!!" ChaeYong berteriak-teriak sendiri sambil melemparkan batu-batu kecil yang ia ambil dengan asal kearah sungai besar didepannya. Ia sangat kesal. Tidak pernah semarah ini sebelumnya, makanya ia benar-benar berniat meninggalkan JiYong. "Ah!!! Aku membencimu!!!" setelah melempar satu batu lagi, ia meremas tanah sambil menunduk. Beberapa detik kemudian bagian lutut celananya sedikit basah.

"Annyeong haseyo! Choi ChaeYong-ssi!!" seseorang mengagetkannya sambil menepuk pundak ChaeYong dengan akrab. Gadis itu otomatis menoleh dan mendapati seseorang yang familiar sudah duduk disebelahnya sambil memeriksa isi tas kertas milik ChaeYong.

"K..Kwon-ssi?" gumam ChaeYong lirih. Namun setelah melihat rambut laki-laki itu, ia yakin kalau bukan pacarnya yang baru saja marah-marah padanya dan membuatnya sakit hati.

"Hmmh??" mendengar sepertinya gadis itu bicara sesuatu, pria berambut kuning itu bertanya dengan berdehem. ChaeYong menggeleng kecil.

"Bagaimana kau tahu namaku?" tanya ChaeYong. Laki-laki itu tersenyum kecil sambil memandang ke arah langit dan memeluk tas kertas tadi.

"Tertulis besar-besar di ranselmu! Kalau bukan namamu, aku juga belum pernah lihat merk tas 'Choi ChaeYong'! Kalaupun ada, itu terlalu panjang! Tidak efisien!" katanya, kemudian melihat kearah ChaeYong. "Heh? Pipimu basah?" laki-laki itu bertanya heran. Ia lalu melihat keatas. "Barusan hujan ya?"

"Aish~" gumam ChaeYong aneh. Ia lalu me-lap air matanya dengan lengan jaketnya. Tapi matanya masih merah dan masih menyisakan sedikit air mata di kelopaknya.

"Apa ini?" tanya pria itu sambil kembali memeriksa isi tas kertas itu. Kemudian ia mengeluarkan beberapa barang didalamnya. Sebuah rantang plastik warna biru muda dan tremos minuman hangat. "Wah..kau mau piknik?"

"Ah..bukan! Itu~"

"Kebetulan sekali semalaman aku belum makan!" pria itu membuka rantagnya dan betapa cerah wajahnya saat melihat nasi dan lauk yang ada didalam rantang makanan itu. "Hwa..cantik sekali~ Pasti enak! Selamat makan!!" serunya kemudian mulai melahap nasinya menggunakan sumpit, juga beberapa lauknya.

"Eh, tapi..itu.. makanan semalam!" seru ChaeYong seraya mencegah laki-laki itu memakannya. Laki-laki itu terlihat seperti merasakan makanan yang sudah ada didalam mulutnya.

"Tapi ini masih enak!" katanya. Ia lalu tersenyum pada ChaeYong. "Biarkan aku memakannya! Aku lapar sekali~^^" katanya dan melanjutkan melahapnya sampai habis. ChaeYong mendengus kecil. Ia senang seseorang melegakan hatinya sekarang. Tapi ia ingin orang itu adalah JiYong. Walau wajah pria disebelahnya itu mirip dengan JiYong, tapi entah bagaimana itu tidak bisa digantikan.

Setelah menghabiskan seluruh makanannya dan meminum air lemon madu yang ada didalam tremos minuman hangat, laki-laki dengan wajah sangat mirip dengan JiYong itu melap mulutnya dengan lengan jaket hitamnya dan tersenyum lebar kearah ChaeYong. "Enak sekali~!" katanya tulus.

ChaeYong tersenyum kecil. "Gamsahamnida~" katanya.

Laki-laki itu melepas nafas pendek. "Makanan ini untuk pacarmu ya?" tanya-nya tiba-tiba. ChaeYong menoleh kaget, tapi pria itu anya tersenyum kecil. "Sangat terlihat dari rasanya. Meskipun terlihat kalau kau masih belajar, tapi ada perasaan tertentu saat aku memakannya! Jadi enak sekali!" jelasnya. ChaeYong tersipu. "Tapi kenapa pacarmu tidak memakannya?"

"Itu..emh..tidak usah dibahas!" jawab ChaeYong sekenanya sambil memeluk kakinya dan menempelkan dagunya di lututnya.

Laki-laki itu melirik kearah ChaeYong, kemudian tersenyum kecil. "Panggil aku G(ji)!" ujarnya tiba-tiba. "G-Dragon!"

"Ji Deuraegon?" ulang ChaeYong dengan logat koreanya yang kental.

"G Dragon! Itu nama panggungku!" ujarnya. "Ayo kita main-main! Aku ingin berterima kasih untuk sarapannya!" lanjutanya sambil tersenyum lebar. Itu benar-benar mirip dengan JiYong. Dan karena itulah ChaeYong tidak bisa menolak untuk menganggukan kepalanya. Mengiyakan ajakan pria bernama G-Dragon itu.


***To Be Continue***

just waiting for the next part^^
gamsahamnida for reading! and don't forget to leave a coment!sankyuu!!^^
*hope u like it!*

-Keep Shine Like HIKARI-

No comments:

Post a Comment