Sunday, July 10, 2011

KKOTMINAM [LAST PART]

PART TERAKHIR~!! *tereret teret~~!!*
maaf lama apdetnya~ akhir-akhir ini entah kenapa mood gw jadi agak buruk~
bukannya galau atau apa, tp lagi ogah-ogahan meski ide lagi numpuk~ >_<
Enjoy~!!^^

KKOTMINAM


"Jinchayo??" Dong Sun berteriak tampak terkejut setelah aku ceritakan apa yang terjadi semalam. Aku baru saja selesai mengenakan penyamaranku untuk menyanggupi ajakan Jae Jin waktu itu. Dan aku bercerita pada Dong Sun apa yang sebenarnya terjadi sebelum aku benar-benar berangkat untuk menemui kakakku dalam kondisi seperti ini. Aku mengangguk mengiyakan pertanyaan Dong Sun barusan dan membuatnya mencabut rambut palsu di kepalaku. "Lepas penyamaranmu!" katanya kemudian.
"Ya! Bagaimana aku bisa menemui kakakku??" aku protes seraya merebut rambut palsu itu dari tangannya.

"Kau gila? Sekarang waktunya kau lepas penyamaranmu! Jika tidak akan gawat!" ujar Dong Sun serius. "Aku tidak tahu Hong Ki Oppa itu bodoh atau terlalu polos! Aku sebenarnya mengira ia akan tahu itu kau yang menyamar sebagai wanita, tapi yang ada malah.. dia suka padamu! Kau masih bisa menemuinya dalam keadaan seperti ini?"

"Tapi.."

"Ini serius, Hyun Ji-a! Kau harus lepas penyamaranmu!" Dong Sun berteriak. Tapi aku segera menghindar dan bergegas pergi keluar untuk segera berangkat menemui kakakku. Entah apa yang ada di pikiranku, tapi aku benar-benar tidak mau melepas penyamaranku saat ini.

***

Bistro tempat kakakku menunggu sudah tidak jauh lagi. Tinggal beberapa meter, dan akupun mempercepat langkahku untuk datang ke sana. Aku sudah mulai seperti fans girl sekarang. Entah kenapa rasanya bisa senang akan bertemu kakakku. Padahal kalau mau ketemu tinggal telpon saja beres! Aish~ aku takut kena kelainan~!!

Tapi belum sampai aku di tempat tujuan, tiba-tiba Jae Jin muncul dari dalam bistro. Ia membuka ponselnya, mengetik sebentar dan menempelkan ponselnya itu di telinganya. Ia menoleh kesana kemari hingga akhirnya pandangannya tertuju padaku. Sesaat kemudian ia menutup ponselnya dan bergegas berlari ke arahku. Bukan dengan wajahnya yang penuh senyum, tapi bahkan kini ia mengerutkan keningnya dan menarikku menjauhi bistro.

"Paboya!" teriak Jae Jin padaku. Aku memandangnya kaget. Kenapa tiba-tiba dia malah kesal padaku? Apa aku melakukan kesalahan?

"W..wae?"

"Masih tanya lagi! Kenapa kau berpakaian seperti ini? Pabo!" Jae Jin berteriak lagi. Ia berkacak pinggang dan menatapku dengan wajah kesalnya. "Apa kau mau meneruskan sandiwaramu sampai HongKi hyung menyatakan cintanya?? Adik macam apa kau? Aku pikir kau akan datang dan mengaku~!" katanya lagi marah-marah.

Namun sebelum aku sempat menjawab teriakan Jae Jin, seseorang tiba-tiba memanggil dari jauh. "Jae Jin-a! Kenapa lama.. ah~ sudah datang yaa??" kakakku yang berteriak dengan polosnya. Aku diam saja tidak bisa apa-apa, Jae Jin yang lebih terlihat stress. Ia menepuk dahinya dengan telapak tangannya.

"Mati kau!" umpat Jae Jin berbisik. Ia kemudian berbalik ke arah hyung dan merubah raut wajahnya secara drastis menjadi senyum cerah. "Iya hyung~!" katanya seraya berjalan menghampiri kakakku. Aku mengikutinya dari belakang. Hah~ semoga saja penyamaranku tidak ketahuan.

---

Kami duduk dalam diam di satu meja. Sangat canggung. Tapi Jae Jin terus saja melirik ke arahku dengan tatapan menyalahkan. Ah.. harusnya tadi aku menuruti kata-kata Dong Sun! Dan kenapa aku juga malah punya pikiran yang bisa mempersulit hidupku sendiri? Ah~ tapi sudah terlanjur! Apa aku harus membuka jati diriku yang sebenarnya pada kakak?

Tapi baru aku mau buka mulut untuk mengaku, kakak sudah mendahuluiku mengatakan sesuatu. "Baru sekali ini aku bertemu secara pribadi dengan seorang primadona! Kau senang?" tanya Hong Ki hyung dengan senyumnya. Aku bingung, dan dari pada menjawab pertanyaan kakakku, aku malah melirik Jae Jin dengan tatapan minta tolong. Tapi Jae Jin mengacuhkanku. Aigoo~ aku harus berjuang sendiri!

"Dimana rumahmu? Kau masih sekolah?" tanya kakakku lagi. Ah~ bagaimana aku harus menjawabnya~??

"Dia dari busan!" jawab Jae Jin asal. Dia menambah masalahku! Setelah aku menyamar jadi wanita, sekarang aku harus bicara dengan dialek? Ingin sekali aku memukul wajahnya dengan meja. Tapi aku tidak mungkin melakukannya.

"Busan? Tapi aku tidak mendengarmu bicara dengan dialek!" kata kakakku memastikan. Memangnya kau dengar aku bicara? Sejak tadi kan aku diam! Bicara sekali saja akan langsung ketahuan aku Hyun Ji! Benar kata Dong Sun, Hong Ki hyung itu entah bodoh atau polos, tapi sedekat ini pun ia tidak tahu bahwa ini aku??

Aku terus diam sepanjang pertemuan, sedangkan Jae Jin sibuk menikmati kuenya, dan kakakku mungkin sibuk merangkum pertanyaannya untuk ia tanyakan kepadaku. Hal ini berlangsung, hingga akhirnya hyung memilih untuk pulang dan bertemu lain kali. Aku mohon jangan ada lain kali~!!

***

Hari ini aku tidak ada kelas pagi, tapi aku tetap berangkat pagi-pagi karena Sora menghubungiku untuk menemuinya pagi ini. Katanya ada hal penting yang ingin ia sampaikan padaku. Makanya kini aku sudah berdiri di salah satu sudut taman kampus dimana aku biasa menunggu Sora, sambil terus mengawasi arlojiku. Bocah itu lama sekali.

BLAKK!!

Tiba-tiba seseorang memukulkan koran ke wajahku. Ah.. pasti anaknya sudah datang! Aku mengambil koran itu dan memandang ke arah tersangkanya yang kini berada tepat di hadapanku. "Baru datang?" tanyaku padanya.

"Baca itu!" bukannya menjawabku dengan gaya sok manis seperti biasanya, kini ia lebih terlihat kesal. Aku segera memaca halaman koran yang sepertinya sudah dipersiapkannya agar aku tidak perlu lagi membuka-buka lagi halaman yang dimaksud. Dan voila~ betapa kagetnya aku. Berita pertemuanku dan kakakku kemarin tersiar di koran hari ini. OH MY GOD!

"FT Island lagi?" tanyaku sok tidak tahu apa-apa.

"Kini bukan hanya Hong Ki oppa yang di gosipkan! Jae Jin juga! Dan dengan gadis yang sama! Eothe??" dan seketika wajah Sora jadi berubah sedih. Apa dia sebenarnya seorang aktris bisa merubah ekspresi wajah dengan cepat begitu~? Sesaat kemudian ia memandang ke arahku dengan tatapan tajamnya. Aku benar-benar yakin dia aktris! "Apa kau kenal gadis itu?" tanya Sora padaku.

"Ng..nggak lah~!" ujarku bohong. Padahal aku kenal betul siapa gadis di foto itu.

"Tapi.. entah kenapa aku curiga padamu.. jangan-jangan.. " Sora memotong ucapannya sendiri sambil mmandang tajam padaku. Ahh~ mati aku! Mati! Kalo aku sampai ketahuan, habis sudah! Aku menelan ludahku sendiri sambil sesekali bergeser sedikit menjauhi Sora. Namun reaksinya adalah.. "Kau kenapa?" dan dia tertawa terbahak-bahak. Aish~ aku benar-benar bisa mati terkejut di buatnya! *lebay*

"Aish!! Jinchayo!" aku berteriak padanya. Aish! Belakangan ini aku harus banyak mengendalikan pikiranku! Bisa mati kaget aku kalau begini!

***

Rambutku sudah agak panjang~ seperti model rambut kakakku setengah tahun yang lalu. Makin lama aku benar-benar semakin mirip dengan kakakku. Tentu saja, kami kan kakak adik!

Tapi sudah dua bulan ini aku tidak bertemu dengannya. Kakakku terlalu sibuk dengan band nya, paling Jae Jin yang terus melaporkan monitoringnya padaku. Bukan soal keadaan kakakku, melainkan tentang rumor yang beredar dua bulan yang lalu itu. Setelah rumor merebak, kakakku memutuskan untuk tidak menemui 'gadis' itu yang sebenarnya adalah aku, agar si 'gadis' itu tidak kena bash dan FT Island tidak terancam. Ah~ entahlah, aku tidak mengerti! Yang penting aku selamat dari kakakku selama 2 bulan ini.

Namun kadang rumor itu masih saja di pertanyakan saat kakakku menjadi bintang tamu di acara talk show ataupun reality show. Namun kakakku hanya menanggapi seadanya saja. Tidak bisa di tebak ia mengiyakan atau tidak!

"Jeongmal paboya!" gumam Dong Sun cukup keras hingga aku yang duduk agak jauh bisa mendengarnya.

"Mwo??" tanyaku padanya. Namun Dong Sun tidak mengalihkan perhatiannya dari layar TV. Ia sedang menonton acara talk show yang menghadirkan kakakku sebagai bintang tamunya. Tapi sejak tadi aku yang juga berada di depan TV, lebih memilih membaca koleksi komik milik Dong Sun.

"Hong Ki oppa!" jawab Dong Sun pendek kemudian menyuapkan keripik ke mulutnya. "Bagaimana ia tidak bisa mengenali wajahmu? Dia benar-benar polos yaa?" katanya lagi, kemudian mengalihkan pandangannya ke arahku. "Kau harus segera potong rambut! Kalau tidak primadona akan mengerumunimu dan menyangka kau adalah kakakmu!"

"Nggak mau ah~ sekali-sekali pengen menikmati punya rambut panjang!" jawabku cuek sambil meneruskan bacaanku. Dong Sun tidak menjawab dan mengembalikan perhatiannya ke layar TV. Tapi aku tidak tahu ke cuekanku ini akan menimbulkan dampak buruk di kemudian hari.

***

Aku ke supermarket hari ini untuk belanja bulanan. Kewajibanku setiap bulan. Seharusnya aku gantian dengan kakakku kalau dia tidak jadi artis seperti sekarang. Namun sialnya, di supermarket banyak yang salah mengira saat berpapasan denganku. Sekali seorang ibu kesusahan mengambil box tisu toilet yang terletak di bagian paling atas, kemudian ia menepukku dan berkata, "Nona, tolong bantu ibu ambilkan itu!" katanya sambil menunjuk box tisu yang dimaksud. Tapi aku tidak bisa apa-apa selain membantunya mengambil box tisu itu tanpa protes.

Namun tidak hanya sekali. Setelahnya, seorang laki-laki seumuran denganku menepukku dan mengatakan sesuatu, "Noona, boleh aku tanya seorang gadis lebih suka coklat putih, atau coklat biasa?" AHH!! Aku benar-benar harus memotong rambutku kalau begitu!

Aku keluar dari supermarket dengan hati kesal. Hampir semua orang didalam sana berpikir aku adalah perempuan! Kalau begitu, setelah mengambalikan belanjaan ini ke rumah, aku harus cepat ke tukang pangkas rambut untuk memotong rambutku!

Namun, bahkan sebelum aku sampai di atas sepedaku, seseorang menarikku pergi dari sana dan membuat salah satu tas belanjaku terjatuh. "Ya!!" aku berteriak. Namun orang itu seperti tidak mendengarku. Orang dengan jaket hitam yang hoodienya di tutupkan ke kepalanya. Aku hanya bisa melihatnya dari belakang, jadi tidak begitu jelas. Hingga kami berhenti di sebuah tempat. Bukan seperti yang kalian kira, sebuah gang sepi atau gudang, tapi di sebuah kedai ramen murah yang agak sepi. Kami duduk di tempat paling pojok di ruangan itu.

"K..kau siapa??" tanyaku takut-takut. Aku takut ia akan menculikku, tapi kalau ia berniat menculikku, kenapa aku dibawa ke kedai ramen?? Ia memandang sekeliling sebentar, kemudian melepas tudung, masker, dan topinya. "Jae Jin-a??" aku berteriak.

"Ssttt!!" ia mengisyaratkanku untuk diam. "Aku membawamu kesini sebelum Hong Ki hyung yang membawamu pergi!" katanya berbisik. Ha? Aku tidak mengerti~! "Dia terus saja bilang padaku kalau ia ingin bertemu dengan 'gadis' itu! Ahh~ aku sampai bingung apa yang harus kulakukan!" jelasnya padaku dengan tampang tampak menyesalnya. Ia kemudian memandangku dengan wajah memohon. "Cepat mengakulah sebelum rumor jadi lebih gawat kalu kau sampai ketahuan didepan kamera!"

Eh?? Aku tidak berpikir sampai segitunya! Kalau sampai ketahuan didepan kamera.. "Oke! Aku pasti akan mengaku!" ujarku pada Jae Jin. Namun sebelum aku melanjutkan, seseorang tiba-tiba menyahutku.

"Mengaku soal apa? Ah.. ternyata ada kau juga? Kalian teman baik ya?" katanya. Kakakku. Ehm.. MWO??? KAKAKKU?? Aku dan Jae Jin melompat kaget hingga kaki Jae Jin membentur meja dan kepalaku terbentur hiasan yang berada di belakangku.

"Aigoo~" rintihku.

"Kenapa kau tidak bilang kalau akan menemuinya?" tanya kakakku pada Jae Jin. Jae Jin memandang ke arahku, berharap bahwa aku akan mengakui semuanya. Namun aku berpikir ini bukanlah saat yang tepat untuk mengatakannya. Makanya aku memilih diam.

"Hyung! Sebenarnya.." ujar Jae Jin. Namun lagi-lagi seperti di drama, seseorang memotong perkataannya.

"Jae Jin oppa?" seru seseorang, dan membuat kami menoleh. Seorang gadis tengah berdiri tak jauh dari kami, memandang ke arah Jae Jin dan Hong Ki hyung dengan tatapan cerah ceria. "Hong Ki oppa juga? Wah~ mimpi apa aku semalam~!!" katanya sangat senang. Ia kemudian berlari-lari kecil kearah kami. "Annyeong haseyo~! Manabu Sora imnida! Aku seorang primadona, dan sangat suka dengan lagu kalian!" ujarnya gembira. Jae Jin dan Hong Ki hyung tampang menyambutnya dengan wajah berseri mereka. Namun tidak denganku, terutama setelah tahu siapa gadis itu.

"Aku tidak tahu kalian suka makan disini juga! Aku senang sekali!" katanya girang. "Lalu kau siapa?" katanya padaku. Namun sejenak kemudian ia sepertinya mengenaliku. Aku menggelengkan kepala dan mengisyaratkannya dengan tanganku agar ia tidak menyebutkan namaku di tempat ini. Namun dasar Sora.. "Hyun Ji-a?? Kenapa kau disini juga??"

JACKPOT! Bolehkah saya pulang dan membakar diri sendiri?? AHH!! SORA! JEONGMAL!!

"Hyun Ji?" gumam Hong Ki hyung, kemudian mengalihkan perhatiannya kearahku. Ia menyibakkan rambutku dan memandang wajahku dengan seksama. "K..kau.. Hyun Ji?"

Aku melirik ke arah Jae Jin. Berharap ia bisa menolongku. Namun sepertinya tidak.

***

Jae Jin menelponku sebelum aku tidur, katanya Hong Ki hyung marah besar padanya sepulang dari kedai ramen. Terang saja! Hanya Jae Jin yang tahu tentang ini (oke, Dong Sun juga), dan dia secara tidak langsung ikut menipu kakakku. Aku juga sangat merasa bersalah padanya. Pada kakakku, juga Jae Jin.

Makanya malam itu juga aku menghubunginya. Kakakku. Aku ingin minta maaf padanya. Namun ia tidak mengangkat telepon dariku sama sekali. Aku juga mengirim pesan padanya, namun tidak sekalipun ia menjawabnya. Dia benar-benar marah kali ini. Apa yang harus aku lakukan~?

Dan Sora.. sepertinya ia sudah menyadari kenapa aku berada disana. Dan hubungannya dengan 'gadis' yang dirumorkan itu. Makanya kali ini aku sudah habis!

***

Hari ini bukannya berangkat kuliah, aku malah ngungsi di rumah Dong Sun. Aku merasa tidak bisa menemui Sora di kampus, dan dirumah, setiap lewat didepan kamar kakakku aku jadi merasa sangat bersalah. Hingga pagi ini aku mencoba menghubunginya, ia masih belum mau menjawabnya.

"Aku nginep disini yaa hari ini~" pintaku pada Dong Sun.

"Kalo Dong Wook oppa ga pulang ke rumah, kau boleh pake kamarnya! Tapi kalo oppa pulang, kamu tidur di sofa!" jawab Dong Sun tanpa mengalihkan pandangannya dari home pagenya. Ia sedang update sesuatu soal pekerjaannya.

"Terserah deh~" jawabku.

TING! TONG!

Tiba-tiba seseorang membunyikan bel intercom rumah Dong Sun. Awalnya ia membiarkannya, namun setelah bel itu terdengar beberapa kali lagi, akhirnya Dong Sun beranjak untuk membukakan pintu. Dan tak lama ia kembali lagi dengan ekspresi wajah yang agak lain. "Seseorang mencarimu!" katanya, kemudian kembali ke depan komputernya.

Tanpa bertanya, aku bergegas ke pintu depan rumah ini untuk melihat siapa yang datang. Omo~. "H..hyung??"

---

Hong Ki hyung mengetuk-ngetukkan jarinya ke pagar tembok taman bermain itu, sedangkan aku menghabiskan minuman kaleng yang baru aku beli, kemudian membuang kaleng kosongnya ke sebuah tempat sampah besar dengan cara melemparkannya.

"Hyung.. mianhaeyo~!" ujarku mengawali pembicaraan. Aku menarik nafasku sejenak. "Aku tidak berpikir akan seperti ini jadinya!"

"Ahniyo.. sepertinya aku yang terlalu bodoh disini! Tidak menyadari, padahal kau adikku sendiri!" jawabnya. Ia tersenyum kecil. "Tapi kenapa kau melakukannya?" tanya Hong Ki hyung kemudian.

"Itu..~" aku tersenyum malu-malu sambil sesekali menggaruk kepalaku. "Hyung tahu gadis di kedai ramen kemarin kan? Kalau di ceritakan sih panjang! Tapi intinya karena dia aku melakukannya~!" jawabku dengan tampang malu-maluku yang agak bodoh.

"Aa.. keurae~?" katanya, kemudian mengacak rambutku.

Kami terdiam lagi. Hong Ki hyung menenggak minumannya sejenak, kemudian kembali bicara lagi. "Ini adalah pertama kalinya sejak sekian lama setelah aku tidak pernah jatuh cinta lagi! Rasanya sangat menyenangkan! Aku tidak pernah menyangka akan menemukannya di antara primadona! Tapi aku juga tidak tahu akan berakhir seperti ini!" katanya panjang, kemudian menenggak habis minumannya. Meremas kalengnya dan melemparnya ke tempat sampah yang sama. "Pengalaman ini.. rasanya seperti dejavu! Kau tahu? Di Minami Shineyo(You're Beautiful), aku mencintai seorang perempuan yang menyamar sebagai laki-laki hingga aku menyangka diriku ini homo! Dan sekarang aku mencintai seorang wanita, yang ternyata adalah seorang laki-laki dan dia adikku sendiri! Aku sudah merasa seperti keledai!" katanya dengan senyum miris.

Aku benar-benar tidak tega melihatnya kali ini. Aku benar-benar adik yang jahat, mempermainkan perasaan kakaknya seperti ini! "Hyung~ mianhae~! Mianhada~!" ujarku lagi padanya.

Tapi hyung hanya tersenyum, berusaha memperlihatkan bahwa dirinya baik-baik saja. "Gwaenchanayo!" katanya sambil menepuk bahuku beberapa kali. "Aku juga minta maaf karena kemarin mengabaikan telepon darimu! Tapi setelah Jae Jin memohon-mohon padaku, aku jadi tidak tega! Aku merasa seharusnya tidak boleh seperti itu! Makanya aku menemuimu hari ini!" katanya.

Aku tersenyum kecil. "Hyung, kau tahu?" tanyaku kemudian mengalihkan pandanganku. "Aku merasa kita seperti lawakan! Kita ini parodinya Minami Shineyo!" ujarku.

"Aku juga merasa begitu!" jawabnya, kemudian kami tertawa kecil menanggapinya. "Jadi bagaimana dengan gadis yang kemarin? Jadi dia orangnya? Karena dia fans ku dan kau sudah mengerjaiku, lebih baik kau berikan dia untukku!" katanya menggodaku.

"Y..Ya!! Andweyo! Awas kalau kau benar-benar melakukannya, hyung!" ujarku padanya. Hong Ki hyung tertawa dan tetap menggodaku untuk merebutnya. Meski begitu, aku masih sangat merasa bersalah padanya. Mianhae, hyung! Jeongmal Mianhada~!

***

Akhirnya aku berani muncul di kampus hari ini. Namun aku masih takut untuk menemui Sora. Aku tidak tahu bagaimana reaksinya nanti. Jadi lebih baik aku sedikit menghindar. Sampai pada akhirnya kami berpapasan di taman kampus. Kami berdua sama-sama seperti tidak ingin saling bertemu. Namun perasaan hatiku mengatakan bahwa aku harus meluruskan hal ini.

"Sora! Tunggu!" ujarku setelah berbalik. Ia sepertinya berpura-pura tidak mendengarku, sampai aku mengejar dan meraih tangannya untuk membuatnya tidak pergi menjauh. "Ya! Kau marah padaku?" Sora tidak menjawabku. Ia diam saja. Sebenarnya apa yang dia kesalkan tentang ini? "Baiklah, sekarang apa maumu?"

"Seharusnya aku yang bilang apa maumu?? Kau homo? Berubah jadi wanita, bergabung sebagai primadona dan bertemu dengan Hong Ki dan Jae Jin oppa sebagai wanita??" dia mulai berteriak-teriak. "Jangan-jangan kalian sudah pacaran.."

"Itu tidak mungkin!!" aku berteriak tak kalah keras, sampai aku menyadari banyak orang di sekitar kami memperhatikan kami berdua. Aku mulai memelankan suaraku. "Aku bukan homo! Dan itu tidak mungkin! Karena.." aku menggantung ucapanku sendiri. Sora masih menatapku penuh amarah. "Karena Hong Ki hyung adalah kakakku!"

Raut wajahnya mulai berubah. Kini senyum sinis yang muncul di wajahnya. "Kau pikir aku akan mempercayainya? Kalau kau adiknya, berarti aku pacarnya!" katanya.

"Sumpah! Hong Ki hyung adalah kakakku! Aku sengaja tidak mengatakannya padamu! Apa kau perlu bukti? Apa aku harus membawa foto dan surat keluarga untuk meyakinkanmu?? Kau bahkan tidak bisa melihat kemiripan kami??" ujarku tetap pada pendirianku. Aku mendengus sedikit. "Kalau kau tidak percaya, telepon dia sekarang!" ujarku lagi sambil menyodorkan ponselku.

Ekspresinya berubah lagi. Namun sepertinya ia masih punya banyak pertanyaan yang harus aku jawab. "Lalu kenapa kau menyamar jadi wanita?" katanya. Ini pertanyaan yang aku tunggu-tunggu.

"Kau!" jawabku pendek. Sepertinya ia masih tidak mengerti. "Karena kau! Aku jadi menyamar sebagai wanita!" jawabku. Aku kemudian meraih gantungan ponsel yang ia gantungkan di tasnya. Aku sudah mengincarnya dari tadi, gantungan ponsel astroboyku. Kemudian aku pasang kembali ke ponselku seperti semula. "Aku menjatuhkan ini akibat lari dari kejaran satpam yang melihatku mengambil gambar saat fan meeting! Dan ini karena kau!"

"Apa maksudmu?" tanya Sora bingung.

Aku menghela nafas kecil. It's time to confess. "Karena kau menyukai semua hal tentang kakakku, aku jadi ingin mengikuti semua yang dipakai dan dilakukan kakakku!" jawabku jujur. "Orang bilang, jika aku tidak bisa dicintai, maka aku harus berubah menjadi orang yang bisa dicintainya! Makanya sejak saat itu aku ingin berubah menjadi seperti kakakku! Itulah kenapa aku berdandan dan belajar main musik! Aku ingin kau melihatku seperti kau melihat Hong Ki hyung!" jawabku panjang. Ia memandangku. Ia pasti sudah tahu apa yang aku maksudkan. "Jhoayo! Neomu jhoayo!"

"Ahni!" katanya tiba-tiba.

"Eh??"

"Aku tidak bisa membalasnya kalau kau terus menjadi Hong Ki oppa!" jawabnya. "Aku juga menyukaimu, tapi sebagai Lee Hyun Ji! Bukan Hong Ki oppa! Kau tidak mengerti kenapa kau selalu menjadi orang pertama yang aku hubungi saat terjadi sesuatu meskipun itu bukanlah hal penting? Karena aku menyukaimu! Jadi berhentilah jadi orang lain!" Sora menghela nafas. "Aku menyukai Hong Ki oppa, karena ia punya suara dan lagu yang bagus, juga penampilannya yang memikat! Tapi perasaannya lain denganmu! Kau, meski tidak dengan dandanan yang seperti itu, aku bisa selalu merasa senang hanya dengan berada di dekatmu! Karena kau adalah Hyun Ji! Jadi, Hyun Ji adalah Hyun Ji! Bukan orang lain! Arraseo??"

"Sora.." aku speechless~. Dan tak sadar aku segera memeluknya begitu erat. Rasanya aku tidak ingin melepaskannya. "Sora.. Jeongmal saranghaeyo~!" ujarku. Aku tidak bisa mengatakan apapun lagi selain hal ini. Ini surga~!

***THE END***

Thanks for reading and don't forget to leave a coment!!
sankyuuh!! Hontou ni~!!^^

-Keep Shine Like HIKARI-

5 comments:

  1. mbak mbak, agak nggak ngerti sama kalimat ini : raut wajahnya mulai berubah. Kini senyum sinis yang muncul di wajahnya. "Kau pikir aku akan mempercayainya? Kalau kau adiknya, berarti aku pacarnya!" katanya.
    bingung :O

    ReplyDelete
  2. PERFECT ENDING!! Sumpah ini ending cerita TERBAGUS yg pernah ak bca d blog km... Endingny bisa ngejawab smw rasa penasaran yg ada di part" sebelumny.. HEBAT~

    TTT.TTT *tangis bahagia*

    this is the perfect happy ending.. MAKGRENYEM~

    @reiy_pop

    ReplyDelete
  3. @karisha : nanti saya jelaskan..tapi ga disini yaa~ xp

    @erik : hahaha.. makasi deh~^^

    ReplyDelete
  4. main characternya 0% confidence banget yah, menyebalkan sih sebenrnya mpe nyamar jadi cewek segala... tapi ini parodinya youre beautiful kan yah hahahah *ditimpuk author* ... kenapa ga semua member suka sama hyunji aja yak wakakakakakaka

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. yabegitulah~
      ini ff rikuesnya erik yg obsesi banget jadi kkotminam sih~ hh
      thx btw^^

      Delete