Thursday, May 19, 2011

MAESTRO CHOI [TWO] [LAST PART]

This the last part!^^
kan..saya janji dua part doank, dan janji itu saya tepati sekarang~hehehe
jadi..selamat membaca!^^

Maestro Choi


"Waah..hyung! Kau belajar gitar??" SeungRi berteriak tampak bahagia. "Jadi ini alasan kenapa tadi kau bolos latihan? Kenapa tidak terus terang pada kami? Tadi pelatih bilang kalau besok kau bolos lagi, ia akan membunuhmu!" lanjut SeungRi sambil sok memainkan gitar mahal itu.

"Sok tahu kau! Bunuh saja kalau berani!" TOP malah menantang maknaenya itu,  namun tidak mendapat tanggapan. "Mana JiYong?" tanya TOP. SeungRi menggeleng kecil. "Berikan ini padanya kalau ia sudah kembali! aransemennya sudah 80% jadi! Tinggal dipoles sedikit!" lanjutnya seraya melemparkan buku catatannya pada SeungRi, kemudian masuk kedalam kamarnya.

Tak lama setelah mengganti bajunya, ia keluar dengan celana training panjang motif bintang-bintang dan kaos putih bergambar winnie the pooh. Ia mengambil makanan di kulkas, kemudian duduk disebelah DaeSung yang sendang menonton TV. "Oh ya, besok kita masih libur kan?" tanya TOP lagi.
"Ne! Hyung ada acara?" tanya DaeSung tanpa mengalihkan pandangannya dari TV yang menayangkan anime Jepang yang biasa mereka tonton saat libur bekerja.

"Aku mau ke Busan." jawab TOP enteng.

"Oh..busan~" jawab DaeSung. "MWO?? BUSAN?? Mau ngapain hyung??" DaeSung berteriak, dan kini perhatiannya benar-benar tertuju pada TOP.

"Ada sedikit urusan!" jawab TOP tetap tenang. "Dan kau Maknae! Berhenti memainkannya! Membuatku sakit telinga tahu!" teriaknya sambil melempar SeungRi dengan bantal kursi yang semula terjepit dipunggungnya.

***

TOP ke busan, menggunakan bus, bukannya mobil van. Karena selain pada BIGBANG, ia tidak pamit kepada siapapun termasuk managernya. Ia membawa ransel yang berisi beberapa barang, ipod yang kini tengah ia dengarkan melalui earphonenya dan tidak lupa sebuah gitar didalam hardcasenya yang baru kemarin ia beli. Setelah turun di terminal, ia berjalan menyusuri Busan. Hari ini bukan hari libur, makanya ia akan mencari sekolah dengan seragam seperti yang digunakan SeungYoon kemarin.

Setelah berjalan jauh sekitar 4 jam, ia menemukannya. Sebuah sekolah di tengah kota Busan. Halaman sekolahnya luas, dan sepertinya baru saja terdengar bel masuk, sehingga semua siswa yang semua berada di luar gedung sekolah, kini berebutan masuk untuk segera memulai pelajaran lagi di kelas.

---

(Kelas 2-3)

"Kang SeungYoon!" Seorang guru yang baru datang tiba-tiba berseru memanggil salah satu siswanya. Siswa bernama Kang SeungYoon yang duduk di pojok belakang kelas menoleh kearah guru itu. "Saudaramu mencarimu! Sekarang ia menunggumu di ruang guru!"

"S..saudaraku?"

Tanpa pikir panjang, SeungYoon keluar dari kelasnya menuju ruang guru. Saudaranya yang mana? Kalau datang kenapa ia tidak menemuinya di rumah saja? Tapi saat melihat siapa yang ada di kantor guru itu, ia terperangah dan segera berlari masuk untuk menyapanya. "Choi TOP hyungnim!! Bagaimana kau bisa ada disini??" SeungYoon berseru senang. TOP yang disapa, tersenyum lebar, kemudian menunjukkan apa yang dibawakannya untuk anak laki-laki itu.

"Cuma mau memberikan ini! Hutangku!" jawab TOP tanpa menanggalkan senyumnya.

"Aigoo~! Aigoo~! Hyungnim jauh-jauh ke Busan hanya untuk mengantarkan ini?" tanya SeungYoon heran. "Hyungnim suka merepotkan diri ya?"

"Tapi sebenarnya tidak hanya ini! Aku ingin mengobrol denganmu!" ujar TOP jujur. Ia memang sengaja datang ke Busan tidak hanya untuk memberikan ucapan terima kasih yang mahal itu. Tapi untuk hal lain juga. Menyangkut kenalan barunya itu. "Mungkin sepulang sekolah, kau ada waktu luang?" tanya TOP kemudian. SeungYoon tampak berpikir, tapi ia segera mengangguk setelah yakin ia tidak ada agenda setelah ini. "Oke, aku akan menunggumu di depan gerbang sekolah jam 3sore!"

"Ne, hyungnim!"

***

Jam 3 Sore. TOP menjemput bocah SMA itu didepan sekolahnya tanpa diketahui bahwa ia TOP BIGBANG. Benar-benar kamuflase yang hebat. Mereka kemudian pergi ke suatu tempat dengan berjalan kaki, dan akhirnya sampailah mereka disebuah studio musik kecil tak jauh dari sekolah SeungYoon. TOP menyewa tempat itu untuk mereka tanpa batas waktu.

Keduanya duduk di kursi kayu yang ada di tepi ruangan, berhadapan. SeungYoon kemudian sibuk berkutat dengan itarnya. Sedangkan TOP membuka buku catatannya. Tapi sesaat perhatiannya beralih pada SeungYoon. Ia benar-benar ingin bertanya sesuatu pada anak itu.

"Jadi, apa masalahmu?" TOP langsung bicara tanpa basa-basi. Ini tentang kejadian tempo hari. Saat SeungYoon dijemput paksa oleh ayahnya didepan mata kepala TOP. "Kau marahan dengan ayahmu?"

"Ahniyo..masalah keluarga biasa!" jawab SeungYoon sambil mengatur senar gitarnya, kemudian memetiknya untuk menyesuaikan nadanya.

"Apa ini tentang.. kau ingin jadi seorang musisi, tapi impianmu itu tidak dikehendaki oleh ayahmu yang lebih memilih untuk memfokuskanmu pada pendidikan formal? Lalu kau tidak tahan dan pergi dari rumah?" TOP menebak. Namun tebakannya itu sangat akurat!

"Jincha~..kau dukun ya hyung?" SeungYoon berusaha menutupi rasa malunya karena masalahnya dapat ditebak dengan sangat benar.

TOP tersenyum kecil. "Hha.. aku tahu, karena temanku pernah mengalaminya! Sama sepertimu! Bahkan dia mengalaminya lebih berat!" jawab TOP, kemudian menghela nafas. "DaeSungie..kau tahu kan? Ia sepengalaman denganmu! Ia sangat ingin menjadi penyanyi, lalu ia nekat ke Seoul dan ikut audisi di manajemen. Tapi ayahnya bersikeras bahwa DaeSung harus tetap menjalani sekolah hingga selesai, dan ia tidak pernah merestuinya untuk jadi penyanyi! Padahal DaeSung memiliki suara yang mengagumkan!"

SeungYoon berhenti memainkan gitarnya dan memilih memperhatikan cerita TOP. "Akhirnya ia menjalani dua-duanya, hingga ia sulit untuk konsen berlatih saat ia menjadi trainee. Aku tahu, saat itu pasti jadi saat-saat paling melelahkan baginya. Ia harus kesekolah di pagi hari, kemudian kembali ke Seoul untuk berlatih dengan kami! Tapi ia benar-benar memiliki semangat yang tinggi!" jelas TOP panjang. Ia kemudian melanjutkan lagi setelah menghela nafas pendek. "Dan pada akhirnya, ia bisa membuat ayahnya tersetuh. Ia bisa membuktikan pada ayahnya bahwa jalan hidupnya adalah sebagai seorang penyanyi! Kini ayahnya merestuinya, bahkan kini ia sangat bangga memiliki DaeSung sebagai anaknya!"

TOP menepuk bahu SeungYoon. "Ia berhasil, karena ia tidak menyerah! Ia juga tidak lari dari masalahnya, ia tidak pergi dari rumah. Tapi ia tetap berusaha walaupun ayahnya benar-benar tidak menghendaki ini! Yang dibutuhkan hanya kerja keras! Kau pasti bisa, SeungYoon-a! Aku yakin!"

"Hyungnim.."

"Jadi, kau ingin jadi musisi?" tanya TOP.

"Ne, hyungnim."

TOP tersenyum, kemudian menuliskan sesuatu di buku notes kecilnya. "Ini nomor ponselku! Kau bisa menghubungiku kapan saja!" ujar TOP kemudian menyobek kertas itu dan memberikannya pada SeungYoon. "Datanglah ke Seoul saat akhir pekan dan hari libur! Aku ingin kau berlatih dengan keras untuk mewujudkan mimpimu!" TOP tersenyum. "Jangan pernah lepaskan mimpimu, atau kau akan menyesal! Araseo?"

"N..ne! Araseo, hyungnim.." jawab SeungYoon pelan.

***

TOP benar-benar bisa melihat bakat anak ini. Setiap akhir pekan dan hari libur lain, SeungYoon benar-benar datang ke Seoul untuk menemuinya, dengan membawa gitar pemberiannya. Mereka berlatih setiap hari. Tidak hanya main musik, mereka juga membuat banyak lagu dan aransemen musik. Kadang SeungYoon juga menjadi penyanyi jalanan di taman kota, atau ikut pertunjukan konser kecil di Seoul yang diadakan saat akhir pekan. Sedikit demi sedikit, SeungYoon mulai menikmati menjadi seorang musisi, bahkan ia sudah berani menyanyikan lagu ciptaannya sendiri.

Meski belum menjadi seorang artis, penampilan SeungYoon selalu dinantikan hampir setiap akhir pekan. Bahkan sebagian orang yang pernah mendengar lagu dan menonton penampilannya sudah membuat fansclub kecil untuk SeungYoon. Itu membuat SeungYoon makin yakin bahwa ia benar-benar dapat meraih impiannya.

***

"Kau kemana saja akhir-akhir ini?? Kau akan menghilang jumat sore, kemudian pulang minggu malam! Kau mencoba kabur lagi??" Ayah SeungYoon mulai ngamuk lagi saat bertemu dengan SeungYoon yang baru pulang dari Seoul. "Dan apa gitar itu?? Kau menyanyi lagi?? Sini! Berikan gitarmu itu! Biar aku hancurkan.."

"ABOJI!!" SeungYoon berteriak. Ia melindungi gitar didalam hardcasenya itu dari tangan ayahnya. Itu merupakan hartanya yang paling berharga. Jika itu hancur, ia pasti akan sangat menyesal. "Aboji boleh saja berusaha menghancurkan mimpiku! Aboji boleh saja mengontrolku di sekolah! Tapi aku mohon Aboji, jangan menghancurkan yang satu ini.."

"Mimpi?? Apa itu mimpi?? Tiap hari mimpi dan musik saja yang kau bicarakan!" ayahnya berteriak lagi. Ibunya yang baru datang mencoba menenangkan ayahnya yang mulai membabi buta itu. Tapi tenaga wanita tidak cukup kuat menenangkan ayahnya. "Kalau kau masih membicarakan tentang mimpi,  kalau kau masih tidak mau mendengarkan aboji, pergi saja kau dari sini! Jangan pernah kembali! Aboji tidak sudi melihatmu lagi! Dan jangan harap aku akan mengasihanimu saat kau berlutut padaku nanti untuk meminta ampun karena kau gagal! Aku tidak akan peduli lagi padamu! ARASEO??"

"Aboji~.." ibu SeungYoon menenangkan ayahnya. Bagaimana bisa ia mengusir anak semata wayang mereka begitu saja. Ibu SeungYoon merasa tidak mampu jika ia hidup tanpa anaknya.

"Hah.. Choa! Aku akan pergi! Selamat tinggal!" ujar SeungYoon tanpa berpikir. Ia masuk kedalam kamar, mengambil beberapa barang berharganya dan memasukannya kedalam sebuah koper, dan membawanya pergi. Ibunya sudah berusaha mencegahnya. Namun like father like son, ia sama keras kepalanya dengan ayahnya. Maka ia tetap nekat pergi dan hanya meminta maaf pada ibunya sekaligus pamit pergi.

***

TAK! ..TAK!

TOP terbangun. Padahal ia baru saja mulai memejamkan mata. Ia mendengar seperti ada yang mengetuk jendela kamarnya. Tapi tidak mungkin. Kamarnya kan bukan di lantai 1. TOP beranjak dari ranjangnya dan berjalan kearah jendela kaca yang tertutup gorden warna cream. Ia kemudian membuka jendelanya dan melihat kebawah.

BLETAK!

Sial! TOP malah kena lemparan batu dari seseorang di bawah sana. "WOY!! SEMBARANGAN! SAKIT NIH!!" TOP ngamuk-ngamuk. Tapi setelah ia menyadari siapa yang baru saja melemparinya, ia menghentikan amarahnya. "SeungYoon-a??"

---

"Kau diusir ayahmu?" tanya TOP pelan. Kini mereka ada didapur kamar asrama BIGBANG. TOP baru membuatkan susu coklat panas untuk SeungYoon, kemudian mengobati jidatnya sendiri yang terkena lemparan batu. Cukup menyakitkan.

"Makanya, ijinkan aku tinggal disini untuk sementara sampai aku punya uang untuk menyewa kamar!" ujar SeungYoon meminta bantuan. Ia tidak tahu harus minta pada siapa lagi selain TOP. TOP mengela nafas pelan. Ia tidak punya pilihan lain selain menyanggupinya.

"Baiklah.."

"Jincayo, hyung?? Assa!" SeungYoon berseru senang. 1 Masalah teratasi. Ia tinggal melanjutkan mimpinya yang benar-benar hampir terwujud ini.

***

(8 bulan kemudian)

Musim gugur. TOP melangkahkan kaki keluar gedung asramanya dengan mantab. Hari ini, BIGBANG mulai libur dengan aktifitas panggung hingga 2 minggu kedepan. Tapi ia merasa hari ini ia harus memulai kegiatan lain. Kemarin, seseorang dari sebuah label rekaman yang cukup ternama di Korea Selatan baru saja meminta SeungYoon untuk melakukan kontrak dengan labelnya. Ia mengaku ia suka dengan suara dan lagu SeungYoon setelah berkali-kali ia melihat pertunjukannya di konser kecil yang diadakan tiap weekend itu. TOP menyetujuinya setelah terlebih dulu ia bicara dengan SeungYoon, dan pada akhirnya SeungYoon menandatangani kontrak untuk 5tahun kedepan.

Dan musim gugur ini, SeungYoon akan melakukan debut, setelah terlebih dahulu label melakukan promosi lewat stasiun TV nasional korea. SeungYoon debut dengan sebuah full album dari lagu-lagu yang telah ia ciptakan selama ia berada di Seoul, dan beberapa pernah ia nyanyikan di konser kecilnya. TOP sudah sedikit lepas tangan, ia hanya membantu sedikit dibelakang SeungYoon yang kini sudah memiliki manager untuk mengurusi segala keperluannya. Namun TOP tetap mengawasi anak didik pertamanya itu walau tdak se intens sebelumnya.

***

(2 minggu kemudian, Busan)

TOK! TOK!

"Ya! Tunggu sebentar!" seseorang menjawab dari dalam rumah, dan tak lama seorang wanita setengah baya dengan celemek warna pink muncul dari balik pintu.

"Selamat siang Nyonya Kang, saya Choi SeungHyun ingin bertemu dengan Bapak Kang GeonWo! Apa beliau ada dirumah?" ujar pria dihadapan ibu-ibu itu sopan. Pria tinggi itu Choi TOP BIGBANG.

"Dia..ada.. mari silakan masuk!" Ibu Kang mempersilakan TOP masuk kedalam rumahnya untuk menemui suaminya. Ia masuk terlebih dulu, diikuti TOP yang berjalan dibelakangnya.

---

"Sebelumnya, saya meminta maaf karena telah lancang mencampuri urusan orang lain. Tapi..ini menyangkut anak anda, Kang SeungYoon.." TOP mengawali dengan sopan. Namun ucapannya segera dipotong oleh ucapan ayah SeungYoon.

"Aku tidak punya anak bernama Kang SeungYoon! Kau salah alamat!" ujar ayah SeungYoon tegas. TOP terdiam sejenak.

"Saya mengerti perasaan bapak, tapi, jika bapak bersedia..tolong datang ke acara ini! SeungYoon akan tampil disana untuk penampilan debutnya!" ujar TOP seraya menyodorkan selembar kertas undangan di hadapan ayah SeungYoon. Namun  ia tetap memalingkan muka dan enggan memandang wajah TOP yang ia anggap membantu anaknya untuk melawan dirinya. "Baiklah, kalau begitu saya permisi Kang-ssi!" ujar TOP kemudian berlalu. Ia juga pamit pada Ibu SeungYoon yang ternyata menunggui mereka. Ayah SeungYoon masih berdiri pada pendiriannya. Bahkan ia berlalu tanpa mau membaca surat undangan yang diberikan oleh TOP.

***

Rehearshal sudah berlalu setengah jam yang lalu, dan satu jam lagi acara musik di salah satu setasiun TV itu akan dimulai. Ini acara satu jam khusus untuk debut SeungYoon, kerja sama antara stasiun TV dengan pihak label yang dinaungi bocah SMA itu.

SeungYoon tampak gugup di backstage. Ia melihat dirinya di cermin. Ia merasa tidak seperti penyanyi. Hanya kemeja motif kotak-kotak, celana jeans, sepatu keds, dan tatanan rambut yang biasa. Hanya sedikit riasan diwajahnya agar ia tampak lebih segar. "Hyungnim tidak mempermainanku kan?" gumamnya sambil melihat penampilannya.

"Kau gugup?" TOP yang tiba-tiba masuk, bertanya padanya.

"Ah..hyungnim..iya..sedikit! Apa sudah banyak penonton didepan?" tanya SeungYoon.

"Yah..beberapa! Sebagian besar yang sering melihat penampilanmu setiap weekend!" jawab TOP jujur. "Cepatlah! Kau harus tampil beberapa menit lagi! Aku akan melihatmu dari kursi penonton! Oh ya, kau kan akan masuk TV, jadi jangan grogi! Hahaha~" kata TOP lagi kemudian berjalan pergi. Sedangkan SeungYoon masih berusaha mengatur nafasnya. Ia masih gugup. Ini debutnya.

---

Tepat pukul 7 malam. Lampu ruangan showcase yang semula terang, tiba-tiba meredup, dan membuat suasana penonton yang semula riuh, kini mulai tenang. Tak lama, suara gitar akustik mengalun apik dan membuat penonton mengalihkan pandangan kearah panggung. Dan suara vocal pun muncul. Suara lembut namun tegas dari SeungYoon yang membuat pendengarnya tidak mau berhenti untuk mendengar suaranya, mengalun beriringan bersama dengan suara lantunan gitarnya. Sebuah lagu pembuka yang nyaman untuk didengarkan. Segera menyita perhatian penonton, dan membuat mereka menantikan lagu kedua setelah SeungYoon menyelesaikan lagu pertamanya.

"Oke, kita akan beranjak ke lagu kedua! Hehe..Oh ya, sebelumnya perkenalkan. Saya Kang SeungYoon, debut sebagai seorang soloist! Dan lagu kedua ini, ciptaan saya sendiri, dan dibantu oleh seseorang yang sangat berjasa untuk saya! Haha.. ini agak Rn'B, dan UpBeat! Ne! Langsung saja, Music..Cue!!!" Dan SeungYoon segera memainkan gitarnya, kini diiringi beberapa alat musik lain dibelakangnya. Ia menyanyi sambil mengajak penonton ikut bernyanyi juga. Ia menikmatinya, debut pertamanya yang selama ini ia impikan. Akhirnya ia mendapatkannya.

***

Kini sudah lebih dari satu tahun sejak debutnya, dan Kang SeungYoon mulai disibukkan dengan konser dan penampilan di berbagai stasiun TV dan radio. Dan dalam setahun ini ia banyak mengeluarkan single, dan banyak disukai oleh pecinta musik di Korea dan beberapa negara yang dilanda demam Hallyu. Jumlah penjualan albumnya pun termasuk tinggi untuk artis yang baru debut. Benar-benar mimpi yang terwujud.

(Asrama BIGBANG)

"Annyeong haseyo~!" SeungYoon menyapa seluruh penghuni asrama setelah ia masuk kedalam kamar asrama BIGBANG itu. Beberapa orang yang ada didalamnya menyambutnya ramah. Rupanya semuanya sedang bersantai karena hari ini BIGBANG sedang tidak ada agenda.

"Hei, SeungYoon-a! Mencari hyung?" JiYong menyapa ramah. SeungYoon mengangguk kecil. Dan tak lama TOP muncul dari dalam kamarnya masih dengan kostum tidurnya. Hoodie putih dan celana panjang kolong motif teddy bear.

Sejurus kemudian keduanya sudah duduk berhadapan di ruang tengah. Sedangkan yang lain sibuk sendiri-sendiri. "Aku dengar kau baru kembali dari Busan?" tanya TOP pada SeungYoon seraya menuangkan teh untuk juniornya itu. SeungYoon mengangguk kecil. "Akhirnya abonim memaafkanmu?"

"Ne..aku tidak menyangka kalau ternyata aboji datang diacara debutku setahun yang lalu..aku senang sekali hyung!" jawab SeungYoon jujur. TOP tersenyum. "Sudah lama kita tidak mengobrol banyak ya? Makanya aku datang hari ini, sekaligus untuk berterimakasih pada hyung. Berkat hyungnim, aku bisa meraih semuanya!"

"Yah~! Ini bukan karenaku, tapi karena kerja kerasmu! Kalau kau tidak bekerja keras, bagaimanapun aku membantumu, kau tidak akan berhasil seperti ini!" TOP merendah. "Tapi..faktor bantuanku 50% juga sih~"

"Hahaha..Jeongmal.." SeungYoon bergumam.

TOP menghidup sedikit teh nya, kemudian melepas nafas panjang. "Aku yakin tidak hanya kau anak yang punya mimpi besar sebagai seorang musisi, SeungYoon-a!" ujar TOP.

"Aku pikir juga begitu.." SeungYoon menyetujui pendapat TOP.

"Mungkin nanti, aku akan membantu lebih banyak anak sepertimu. SeungYoon-SeungYoon yang lain..hahaha..walau caranya tidak seperti ini!" TOP berandai-andai.

"Mendirikan sekolah mungkin, hyung?"

TOP memandang tajam pada SeungYoon. "Aigoo~! Kau pintar! Ide yang bagus untuk mendirikan sekolah musik ya? Semoga saja bisa terealisasi!" TOP berkata mantab. "Lalu aku kan menjadi seorang maestro.."

"Aigoo..hyungnim tetap tidak mau kalah eksis!" komentar SeungYoon, dan keduanya tertawa bersama.

♫ ♫ ♫

(Sekarang)

“Aku lupa sejak kapan orang-orang memanggilnya Maestro Choi, hingga aku sudah tidak memanggilnya  hyungnim lagi! Kini ia terlalu bijaksana untuk dipanggil Hyungnim!” ujar SeungYoon, pria yang tadi datang bersama Maestro Choi, dan kini sudah duduk diantara siswa lain. Siswa yang ia ajak mengobrol itu hanya mengangguk antusias sambil memandang ke arah Maestro Choi yang kini sedang semangat menceritakan banyak pengalaman masa kejayaannya sebagai musisi. “Aku senang bisa melihat Maestro Choi bersemangat seperti itu! Aku selalu berterima kasih pernah bertemu dengan pria itu!” ujarnya lagi.

“Maestro Choi benar-benar hebat ya?” tanya siswa disebelahnya itu.

SeungYoon tersenyum dan mengangguk mantab. “Dia sangat hebat! Karena jiwanya yang ingin mewujudkan pemimpi-pemimpi seperti kita agar dapat mewujudkan mimpi yang seakan tidak akan pernah menjadi kenyataan! Dan aku yang pertama!” jelasnya bangga. SeungYoon lalu menepuk bahu siswa yang duduk disebelahnya itu. “Kau pasti juga bisa mewujudkan mimpimu!” katanya. Dan siswa itu mengangguk senang.

Kini perhatian mereka kembali pada Maestro Choi yang baru saja membuat seisi auditorium itu tertawa.

“Oke, aku tidak akan nge-rapp lagi sekarang! Hehe..” candanya. “Aku membuat sekolah ini untuk mimpi-mimpi kalian! Makanya, jangan lepaskan mimpi kalian, dan terus bekerja keras agar kalian dapat mewujudkannya! Kalian pasti bisa, aku yakin itu!" jelasnya. Seluruh siswa mengangguk antusias. Maestro Choi tersenyum lebar, “Aku akan terus mendukung kalian! Maestro Choi TOP akan selalu berada dibelakang kalian! Jadi kalian tidak boleh berhenti dan menyerah, oke? Kalau kalian semua setuju, Say YEAH!!!”

“YEAH!!!” dan auditorium segera dipenuhi dengan tawa.

***END***

Thanks for reading and don't forget to leave a coment, guys!
dan jangan bosen baca-baca ff/fic saya selanjutnya~ xD
gw bahagia kalo banyak yg baca menki tanggapannya ga memuaskan~hehehe xp
HONTOU NI SANKYUUH!!^^

-Keep Shine Like HIKARI-

7 comments:

  1. wah apik mbak .. seperti biasa
    walaupun sing awal-awal agak ngga ngerti (sing part 1)
    tapi kalau udah di lanjutke jadi ngerti gimana ceritane hihi
    ^^v

    ReplyDelete
  2. uhukalittleTodaeuhuk

    kyaaaaaa *fan scream* (?)

    Sidi.. kenapa maestro yak? -..- saya mikirnya maestro itu yang kayak ahli musik2 klasik gitu hahaha XDD trus aku bayanginnya TOP di BIGBANG Virus Parody -..-

    *jadi keinget G-Ri* *nosebleed* (?)

    ReplyDelete
  3. karisha : hahaha..terima kasih seperti biasa juga~ ^^
    ojo bosen yo kar~saya akan terus berkarya (ceileh)

    Hydeca : ya emang idenya dari situ bang~ hahaha xD ..ak sering di panggil maestro chae sma tmen gra2 suka nulis (katanya) ..idenya dia manggil juga dari BIGBANG virus itu..jadilah dapet ide maestro choi..xp
    jangan bosen-bosen maen ke blog dan baca fict saya ya bang~hhe..SANKYUUH~! xD

    ReplyDelete
  4. cool :3 ff nya,

    oh ia saya baru buat blog. Ngeliat list track punya kakak jadi tertarik. Boleh tahu caranya masukin ke blog? thanks before :) di tunggu FF2 yg lainnya!

    ReplyDelete
  5. oh ia satu lagi, saya boleh ambil animasi big bangnya?? *sbnernya udah di ambil. Maaf bgt udh ambil baru bilang T________T
    mianhe :(

    ReplyDelete
  6. @goya : makasii makasii..^^

    track lagu itu? kamu klik aja mixpod.com nya~ ntar bikin playlistya disitu^^

    bole bole aja sih~ kkk.. gapapa~ sante ajalah..hha
    makasi udah berkunjung~!^^

    ReplyDelete
  7. makasi :D kirain tadi saya mau di sabet ternyata tidak, hahahaha...

    ia, udah selese, baru bisa hari ini kkkkkk...

    lanjut terus ya fanfic nya!!!

    ReplyDelete