Friday, September 23, 2011

DRABBLE for HAPPY KEY's DAY

ga kreatip seumpama tiap ada yang ultah gw cuma bikin SAENGIL CHUKHAHAEYO doank.. jadilah gw dapet ide bikin drabble yang sedikit terinspirasi ama suatu kejadian.. kkk.. moga aja ga terlalu mengecewakan..^^
*betewe disini ada yang namanya GwiBoon, buat yang gatau GwiBoon, itu versi cewenya Key di School of Rock!^^*

Saengil Chukhahae KiBum-ah..~ (Drabble)

Credit pict by : fanpop

“SHUT UP!” untuk kesekian kalinya terdengar suara teriakan dari salah satu ruangan di sebuah rumah di tengah kota Seoul. KiBum memandang tajam kearah GwiBoon dengan wajah sebal dan marah setelah ia berteriak dan membuat gadis di hadapannya itu gemetar hingga menjatuhkan bungkusan yang semula berada di tangannya.

Keadaan hening setelahnya. KiBum membuang mukanya. Ia sedang sangat kesal sekarang. Teman-temannya berjanji padanya untuk datang merayakan ulang tahunnya setelah show berakhir, tapi hingga 2 jam KiBum menunggu, mereka tak datang juga. Sedangkan gadis berambut panjang yang ikal di bagian bawahnya itu sudah mulai terlihat menahan tangisnya. Ia terisak sedikit, namun mencoba menahannya agar KiBum tidak semakin kesal padanya.

Sebenarnya hal seperti ini sudah biasa di antara mereka berdua. KiBum memang sedikit rewel apa lagi dengan urusan yang menyangkut dirinya sendiri, dan GwiBoon bisa memakluminya. Namun hari ini KiBum tampak lebih marah dari biasanya. Baginya ini harinya, tidak seorangpun bisa mangkir dari apa yang diinginkannya. Hingga membuat GwiBoon tidak kuat menahan perasaannya.

Sedetik.. dua detik.. tiga detik..

Air mata mulai meleleh di pipi GwiBoon. Ia menutupi bibirnya dengan kedua tangannya, namun isakan sedikit demi sedikit mulai terdengar. Ia masih berusaha menahannya meski rasanya tidak mungkin. Hingga akhirnya tangis pun pecah dan GwiBoon berlari keluar rumah itu.

“Y..ya! Kau mau kemana?” KiBum berteriak bersamaan dengan perginya GwiBoon. “Sekarang apa? Mereka tidak muncul, dan GwiBoon-i pergi! Hehh.. menyenangkan sekali hari ulang tahunku!” katanya dengan tampang sinis dan nada bicara yang sangat kesal.

Ia membanting tubuhnya di atas sofa, dan menjadikan kedua lengannya sebagai bantal. Ia memandang ke langit-langit rumah. Sebentar, ia bosan dan kembali bangun. Tak sengaja kakinya menginjak sesuatu hingga penyok sebagian. Yah, bungkusan yang dibawa GwiBoon tadi. Sesaat ia penasaran, dan tanpa sadar tangannya mengambil bungkusan itu dan membukanya perlahan.

Sebuah cake yang sudah hancur separuh karena terinjak, teronggok diam diatas piring kertas didalam kotak. Cake dengan tulisan ‘Happy Bday Kim Kibum’ dan lilin berbentuk angka 21 yang belum terpasang. Di sampingnya terdapat secarik kertas, dan ia segera membacanya.

Uri Key,
Kami menunggumu di suatu tempat dimana kau bertemu GwiBoon pertama kali.

---

KiBum berlari tanpa berhenti. Sepertinya ia salah untuk mengikuti kemauannya sendiri hari ini. Ia salah untuk tidak mendengarkan gadisnya yang datang untuk membawanya kepada teman-temannya yang sudah menyiapkan sesuatu untuknya. Ia salah untuk membuat teman-temannya menunggu, dan membuat gadis yang dicintainya itu pergi dengan isak tangis yang disebabkan olehnya.

Hingga ia berhenti di sebuah tempat yang sepi dan remang. Hanya disinari beberapa lampu taman dan sinar bulan yang tidak begitu terang. Tampak seorang gadis tengah duduk di ayunan yang sedikit bergoyang, seorang lagi tengah menenangkannya dan duduk di ayunan di sebelahnya. Dan tiga orang lagi duduk dengan wajah lelah di beberapa tempat yang berbeda.

KiBum tahu betul siapa mereka. Makanya ia yang sedikit merasa bersalah tidak berani untuk mendekat.

Namun ketika ia hendak memilih untuk pergi, seseorang yang ternyata melihatnya memanggilnya. “KiBum-ah!” teriaknya. Suara leadernya. Mampu membuatnya berhenti melangkah pergi. “KiBum-ah! Kau mau kemana?” teriaknya lagi.

KiBum tak bergeming, bahkan tidak juga berbalik.

“KiBum-ah..” kini MinHo yang memanggilnya, setelah berdiri dari ayunan yang ia duduki. “Setidaknya minta maaf pada GwiBoon sebelum pergi!” katanya dengan wajah tenang.

KiBum menegakkan tubuhnya, sejenak ia berbalik dan memandang beberapa orang yang sudah berdiri. Keempat temannya yang sudah beberapa tahun hidup bersamanya. Namun gadis diatas ayunan itu tetap tidak beranjak dari duduknya. Ia masih menunduk dengan sedikit terisak.

MinHo mundur, dan berdiri dengan ketiga orang yang lain, memberi kesempatan KiBum untuk mendekati GwiBoon. Untuk meminta maaf.

KiBum berjalan pelan dihadapan GwiBoon, hingga mereka sangat dekat. Dan tanpa aba KiBum memeluk GwiBoon yang masih duduk di ayunan dengan erat. Sama seperti saat ia menyatakan bahwa ia mencintai gadis itu. “Gomaweo.. do, mianhae~” bisiknya pelan. “Jeongmal mianhaeyo~” katanya lagi. Ia merasa tidak ingin mengulanginya lagi. Kesalahan terbesar yang selama ini pernah dilakukan pada gadisnya itu.

GwiBoon tersenyum kecil, ia mengangguk, dan membalas pelukan KiBum. “Saengil Chukhahae, KiBum-ah~” bisiknya pelan, membuat senyum kecil terkembang di wajah KiBum yang mulai di basahi airmata.

***END***

eotthe?
aneh ya? yasudahlah~ ._.

btw, HAPPY BDAY KIBUM AH~! nyusul gue jadi anak 20 taun ya? kkk..*tp kalo di korea udah 21 sih~* ._.v

-Keep Shine Like HIKARI-

4 comments:

  1. siapa bilang ini aneh ? dapet banget malah feel emosinya ^o^~

    aku suka , aku suka semuanya ....

    ReplyDelete
  2. huaaa, aku jelas banget bayangin key disini...
    suka suka,
    gomawo cyong-aaaaaa :D

    ReplyDelete
  3. kkk~ nado gomawoyo hyunri-a~ kutunggu FF mu juga^^ kkk

    ReplyDelete