Thursday, September 27, 2012

Another Story of KISS NOTE - 1

Terlalu banyak project FF chaptered ku..
tapi rasanya ada keharusan untuk ngerilis yang satu ini..

Another Story of KISS NOTE
-1-


Written by
LIGHT

Main Cast
Lee Gikwang (BEAST), Lee Joon (MBLAQ), Huang Zi Tao (EXO-M TAO), Jung Yonghwa (C.N.Blue)

Other Cast
Han Seungyeon (KARA)

Genre
Romance, Comedy, Fantasy

Rate
15

Lenght
Chaptered (1 of ?)

A/N
Mengikuti kesuksesan BIGBANG Kiss Note yang katanya menghibur karena cerita fantasy yang di padukan dengan komedi ga jelas hasil pikiran gila si penulis sableng ini (hhe..), rasanya fardhu khifayah untuk membuat sequelnya. Tapi disini aku nggak pake BIGBANG, IU dan dukun Jinki lagi sebagai main cast nya karena Another Story of KISS NOTE ini merupakan kejadian beberapa tahun setelah kasus KISS NOTE yang di alami 5 mahasiswa dan 1 dosen itu. Tapi, bismillah, ceritanya bakal sama menarik dan sablengnya kayak BIGBANG Kiss Note :).

=====

Disebuah tempat gelap, satu-satunya tempat dengan aura gelap yang sangat dalam gedung besar mirip gedung kerajaan tersebut. Seorang pemuda dengan baju serba hitam tampak duduk terdiam dengan mata terpejam. Sesaat kemudian ia menghela nafas panjang, kemudian membuka matanya pelan. "Sudah waktunya.." desisnya pelan.

Ia berdiri, mengambil mantel hitam yang ia letakkan di gantungan di salah satu sudut ruangan. Sesaat terngiang sebuah kalimat yang terlontar dari penjaga kastil yang terdahulu. "Baca tanda-tandanya. Kali ini aku merasakan sesuatu akan terjadi.." dan ia kembali menghela nafas. Ia tahu sesuatu akan terjadi, instingnya lebih kuat dibandingkan keturunan penjaga kastil yang lainnya. Itulah mengapa ia jauh-jauh datang dari Cina untuk menggantikan penjaga sebelumnya. Karena ia jauh lebih kuat. Namun usianya yang terlampau muda, membuatnya masih belum tahu apa yang harus dilakukannya.

Dengan cepat ia pakai mantel hitamnya tersebut, menutupi kemeja dan celana denim hitamnya, mengambil sebuah buku dari atas meja dan memegangnya didadanya, kemudian bergegas keluar. Entah kemana. Ia hanya merasa harus berkeliling gedung tersebut saat ini. Mungkin saja bahaya yang mengancam itu akan datang hari ini.

~Kiss Note~

Nilai Mid Test baru keluar hari ini, dan kini mahasiswa kampus tersebut memenuhi depan papan pengumuman untuk mengetahui nilai masing-masing. Seperti halnya Lee Gikwang yang kini sedang berusaha untuk nggak ketutupan(?) manusia-manusia di depannya. Dia juga ingin melihat gimana nilai Mid Tets yang dikerjakannya mati-matinya. Tapi yang dilakukan manusia di sebelahnya malah berdiri termenung, keliatan nggak terlalu tertarik dengan gimana hasil Mid Test nya. Lee Joon.

"Beginilah cinta~ deritanya tiada akhir..~" gumamnya. Dan itu nggak cuma sekali di ucapkannya. Lama-lama bikin Gikwang gedeg juga sampe berhenti dengan perjuangannya liat nilai Mid Test-nya. Entar aja juga bakal sepi nih papan pengumuman, pikirnya.

"Hyeong! Lebay banget sih! Baru di tolak sekali juga!" Gikwang sewot, kemudian berlalu meninggalkan kerumunan. Diikuti Lee Joon yang nggak tau gimana dalam keadaan melamun kayak gitu aja bisa ngintilin Gikwang kemana-mana.

"Beginilah cinta~ deritanya tiada akhir..~" sekali lagi Lee Joon nggremeng(?). Dan masih ngintilin Gikwang yang jalan ke arah kanting kampus.

"Hyeong!"

"Ape??" Lee Joon mbentak. Sekali dalam 10 tahun sebenernya Lee Joon bisa mbentak orang. "Lu gatau sih gimana perasaan gue! Untuk pertamakalinya Ki! Gue di tolak cewe.."

Kesel, Gikwang nempeleng Lee Joon, meski dia tau Lee Joon itu seniornya. "Lu curhat apa nyombong sih? Ckk!" gerutunya, kemudian berlalu meninggalkan pria penari balet itu ke kantin sendirian. Tapi pada akhirnya dikintilin juga meski Lee Joon ngerasa harga dirinya diinjak-injak sama Gikwang dengan berani menempelengnya di hadapan khalayak ramai.

Setelah mengambil makanan yang cukup buat dirinya dan Lee Joon, Gikwang memilih duduk di spot yang emang biasa dia tempati dengan sahabat karib sehidup (nggak mau) sematinya, Lee Joon. Cowo (terlihat) kece yang dia temui sebagai seniornya di SMA. Tapi setelah lulus, Lee Joon nganggur dua tahun karena hobi dance nya, dan milih masuk ke universitas bareng Gikwang. Jadi sekarang mereka seangkatan.

"Kayaknya emang cuma dengan cara itu gue bisa ngedapetin itu cewe.." gumam Lee Joon, bikin Gikwang penasaran sama apa yang dimaksudkan seniornya itu.

"Hmm?" Gikwang menaikkan sebelah alisnya, sementara tangannya menyuapkan bubur ke mulutnya.

"Lo tau mitos di kampus ini?" tanya Lee Joon sejenak lupa sama masalah percintaannya. Gikwang menggeleng cepat. Emang dia nggak pernah mau tau soal mitos-mitos kayak gitu, dari pada dihantui rasa takut. "Mitos ini soal penyatuan cinta yang di takdirkan untuk abadi~!" lanjut Lee Joon nampak antusias. Sementara Gikwang pengen bilang "Jangan terusin ceritanya", cuman takut dibilang cemen sama Lee Joon. Tapi kalo nggak bilang dia emang cemen. Tekanan batin. Makanya Gikwang cuma nanggapin dengan, "Sumpah hyeong, omongan lo jijik banget! Kaya cewe-cewe labil doyan nonton sinetron!"

"Ckk! Diem lu!" Sergah Lee Joon sentimen ceritanya di katain labil. Tapi dia tetep nerusin apa yang udah dia mulai. "Gue nggak tau ini bener apa engga, tapi gue denger di kampus ini ada sebuah benda yang bisa bikin kita bersatu sama orang yang kita cinta!" Lee Joon semangat banget nyeritain cerita yang pernah dia denger dari cewe-cewe temen sekelasnya di salah satu mata kuliah. Antusiasnya udah sama banget sama cewe-cewe itu. "Mungkin dengan cara itu gue bisa ngedapetin cinta gue.."

"Sumpah hyeong! Lu kebanyakan nonton drama nih!" komentar Gikwang, dan kembali menyuapkan buburnya.

"Elu mah emang langganannya di tolak, jadi lu nggak ngerti perasaan gue!"

"Iya gue langganan di tolak, lha gue udah pacaran berapa kali! Lha hyeong? Baru nembak cewe sekali doank di tolak udah kayak.. ish! Kasian gue sama fans-fans lu! Gimana kalo mereka tau gimana aslinya elu!" Gikwang gedeg. Lee Joon jadi bete. Tapi apa yang dibilang Gikwang emang bener. Tapi tetep aja dia nggak mau di katain sama Gikwang.

"Pokoknya, gue mau dapet itu barang! Titik! Gapake koma!" Lee Joon diem sebentar, lalu mengarahkan tatapannya ke Gikwang. "Dan elo, Kiwi! Wajib bantuin gue!" tambahnya ngasal.

Dan jelas aja Gikwang gamau jadi korban kebegoan yang Lee Joon perbuat. Kalo semisal mitos itu bener, perasaan dia udah nggak enak duluan! Gikwang gapernah seneng sama sesuatu yang berbau mitos, pasti akhirnya bakalan klenik, main dukun, black magic, dan Gikwang sangat menghindari itu. Dan kalo semisal mitos itu nggak bener, dia cuma bakal dikatain gila sama temen-temennya yang lain. Bakal di tuduh otaknya ga beres gegara kebanyakan main sama Lee Joon.

"Ogah gue hyeong! Kalo mau, lu cari aja sendiri!" itu yang keluar dari mulut Gikwang. Dan dia sudah sangat berniat menolak permintaan Lee Joon. Dia benar-benar nggak mau ikut campur dengan persoalan aneh ini. Untuk sekarang.

~Kiss Note~

Kelas Tipografi Aplikatif, Lee Joon memperhatikan dengan cermat penjelasan yang diberikan oleh dosennya, sementara tangannya nggak berhenti corat-coret di atas selembar kertas yang sengaja disiapkan diatas meja. Habis satu kertas, dia simpan kertasnya, kemudian ngambil yang baru lagi dari dalam map nya. Nggak lama seisi kertas udah penuh dengan gambar, dan dia ganti lagi sampe ngehabisin satu bendel kertas yang dia bawa ke kelas itu.

Entah apa yang dipikirkan, Lee Joon mengaduk-ngaduk laci mejanya, kalo-kalo bisa nemu kertas yang ditinggalkan mahasiswa lain disana. Kosong. Ngerasa belum puas, Lee Joon menurunkan kepalanya sejajar dengan laci mejanya. Sambil tangan kirinya mengaduk dengan binal, matanya mengawasi bagian dalam laci meja itu. Dia benamkan tangannya lebih dalam, dan dia menyentuh sesuatu. Dia tarik benda padat itu keluar, sampe sepertiga bagiannya menyembul keluar laci meja.

"Oo..?"

Lee Joon mengawasi sekitarnya. Nggak satupun mahasiswa memperhatikannya saat ini. Bahkan Gikwang yang duduk di sampingnya keliatan lebih asik memperhatikan dosennya ketimbang melempar perhatiannya pada Lee Joon yang krasak-krusuk sendiri di bangkunya.

Lee Joon menegakkan badannya. Setelah melirik sana-sini sebentar, dia tarik benda di dalam laci itu keluar dan dia letakkan di atas meja. Sebuah kotak seukuran buku, berwarna coklat senada dengan mejanya. Sesaat ia tampak ingin membukanya, namun niatannya itu pudar setelah Gikwang mengagetkannya, "Hyeong!"

"HEH??" cepat-cepat Lee Joon menyembunyikan benda itu di bawah map nya yang berisi kertas penuh gambar. "M-mwohae??"

Gikwang diem sebentar, ngerasa seniornya ini belagak sedikit aneh. Tapi sedetik kemudian dia tampak nggak peduli dengan itu. "Ntar lu pulang sendiri ya! Gue mau ke studio! Biasa, kerjaan tambahan!" katanya.

"O-oh.. yaudah!" jawab Lee Joon gugup.

Gikwang menyodorkan tangannya kayak mau minta sesuatu ke Lee Joon. "APA?" Lee Joon sewot. Dikiranya Gikwang pingin ngambil benda yang baru dia temuin di laci meja.

"Kunci motor gue!" jawab Gikwang, menyadarkan Lee Joon kalo selama ini dia berangkat kuliah cuma numpang juniornya.

"Oh!" katanya, kemudian menyerahkan kunci vespa maticnya Gikwang. Dan bocah itu segera pergi dari bangkunya, keluar kelas. Saat itu, Lee Joon baru sadar kalo kelasnya udah kelar.

~Kiss Note~

"Iya~ gue lagi dalam rangka kesana ini!" sambil lari-lari menuju ke parkiran, Gikwang menjawab telepon dari bosnya. Dia kerja part time di sebuah studio animasi. Sekalian magang, lumayan buat nambah uang saku. Dan siang ini bosnya nyuruh dia cepet-cepet dateng untuk menangani sesuatu. "Perjalanan 15 menit deh! Gue ngebut.."

BUAKK!!

"Aigoo~" erang Gikwang lirih. Dia baru aja nabrak seseorang yang entah darimana asalnya, soalnya dia sama sekali nggak ngerasa liat ada orang lewat didepannya. Dan saat dia membuka matanya yang baru terpejam karena reflek, ada sesosok laki-laki berpakaian serba hitam berdiri di hadapannya. Tampangnya horor, layaknya dukun vampir di film-film cina. Matanya menatap lurus pada Gikwang, tanpa sedikitpun senyum tersungging dari bibirnya. Dia tampak memegang buku bersampul coklat dengan lambang Tao di tengahnya. Kalo di analisis sih, mungkin dia memang dukun.

"Maap!" dengan cepat dan tanpa harus mikir dua kali, Gikwang langsung minta maaf ke orang itu kemudian bergegas berdiri untuk mengejar pekerjaannya. Namun sebelum dia benar-benar pergi, pria serba hitam itu menarik lengannya, membuat Gikwang kembali mundur beberapa langkah. "H-haik??" gara-gara grogi, Gikwang jadi salah ngomong pake bahasa Jepang. Selain dia pikir orang didepannya itu orang Cina (nggak nyambung juga sih sebenernya), juga karena saking ketakutannya dikira mau di santet ditempat.

"Ponsel mu jatuh!" katanya sambil nyodorin ponsel Gikwang yang entah kapan di ambilnya. Yah, Gikwang baru jatuh, otomatis ponselnya ikut jatuh dan di ambilin sama dia! Jangan mikir klenik dulu~!

Gikwang nerima ponsel itu dan ngangguk berterima kasih. "Gamsahamnida.." katanya dan berniat untuk pergi, tapi sekali lagi di gagalkan oleh orang yang sama.

"Aku Huang Zi Tao!" katanya datar.

Gikwang cengo. Dia bingung, ngapain orang itu ngasih tau namanya tanpa ditanya. Jangan-jangan dia fans nya Gikwang yang pengen kenalan, dan kali ini adalah kesempatan emas buat memperkenalkan diri? Gikwang jadi merinding dengan pikirannya sendiri. "N-ne?"

"Aku Tao, mahasiswa Desain tahun pertama!" katanya lagi, dan sekarang tambah lengkap.

Gikwang melongo, dan makin merinding. Cuma dia jadi bingung merinding karena apa. "Umh..oke."

Sampai semenit kemudian, mereka cuma tatap-tatapan, dan yang mengakhiri momen itu adalah Gikwang ngeliatin buku yang digenggam di dada si Tao itu. "Buku itu.."

"Hati-hati ya!" kata Tao tiba-tiba.

"Huh?"

Nggak menjawab lagi, Tao cuma menepuk bahu Gikwang. "Aku harap besok kita ketemu lagi.. seonbaenim!" katanya, kemudian berlalu meninggalkan Gikwang, diikuti aura suram yang bikin Gikwang merinding setengah idup. Dan sejenak kemudian ponselnya berbunyi lagi, menyadarkannya dari lamunan.

"SIR! YES SIR!! Gue kesana sekarang!!" teriaknya setelah mengangkat teleponnya seraya berlari ke arah parkiran motor dimana ia memarkirkan vespa matic kuningnya.


~Kiss Note~

Dugeun! Dugeun! Dugeun!

Jantung Lee Joon berdetak lebih kencang dibandingkan saat dia ketemu sama cewe yang dia taksir, yang baru aja nolak dia dan bikin dia desperate abis selama kira-kira 2 jam. Soalnya habis itu dia udah balik cengar-cengir lagi seolah-olah dia ga pernah ngalamin hal yang dia anggap paling menyakitkan beberapa saat yang lalu. Yah, Lee Joon-ida!

Masih soal box seukuran buku yang dia temuin di laci meja kampusnya. Dia keluarin benda itu dari dalem tas nya. Utuh tanpa lecet. Dia taruh benda itu di atas meja belajarnya yang berserakan sama buku-buku dan lembaran-lembaran ilustrasi yang dibuatnya. Dia buka kancing kotak itu, kemudian dia buka kotaknya. Munculah sebuah buku warna Pink tua, dengan tulisan KISS NOTE di sampulnya.

"Kiseu Noteu?" bisiknya lirih.

Dia ambil KISS NOTE itu dari dalam kotaknya. Lalu dia buka dan dibacanya halaman pertama buku itu.

"Tulis nama seseorang, dan dia akan menciummu.. .. ..WOOOOOOOHHH???"

"Joonie? Kamu manggil eomma?" seru ibunya dari luar kamar denger anaknya teriak-teriak dari dalem kamarnya.

"Engga eomma! Terusin aja masaknya!!" jawab Lee Joon, kemudian kembali konsen ke "mainan" barunya. "Mwoya ige..? Kiseu Noteu? Yang pernah gue tau mah detnot (Death Note), itu juga cuman di film!" komentarnya sambil membuka halaman demi halaman buku itu dengan cepat, kemudian memperhatikan sampul luar KISS NOTE dengan baik, kalo-kalo ada tulisannya "Made In Taiwan".

Sesaat terbesit sebuah pemikiran gila di otak Lee Joon, sejenak kemudian dia edarkan pandangannya ke sekeliling kamar. Kosong, nggak ada apapun kecuali barang-barang yang emang udah ada disana semenjak dia menempati kamar itu dari kecil. Senyum geli tersungging di bibirnya. "Mana mungkin ada Shinigami! Emang film? Lagian ini Kiseu Noteu! Masa ya cupid~" gumamnya.

Entah kenapa tiba-tiba ia merasa suasana sangat hening. Lee Joon menegakkan badannya, kemudian menoleh ke samping.

"Annyeong!"

Lee Joon nge-FREEZE

"HWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHH!!!!!!!!!"


***

"Joon-a? Ya! Lee Joon??" terdengar suara familiar memanggil. Sesaat kemudian Lee Joon bisa melihat secercah cahaya dari pandangannya yang gelap, dan samar-samar dia bisa liat ibunya yang tengah menggoyang-goyangkan badannya, membangunkannya. "Joon-a! Ya! Kamu kenapa??"

"Oh? Eomma?" dengan muka cengo, Lee Joon berangsur-angsur sadar. Ibunya terus nanya sebenarnya dia kenapa, karena setelah denger suara teriakan anaknya dari dalam kamarnya, terdengar suara debam sangat keras kemudian ibunya menemukan Lee Joon tak sadarkan diri di lantai kamarnya, di samping kursi belajarnya yang tergeletak di sebelahnya. Dan sebenernya Lee Joon sendiri juga bingung, kenapa ibunya ada disana dengan wajah cemas begitu.

"Kamu kenapa Joon-a?" tanya ibunya lagi.

Lee Joon menegakkan badannya, tapi masih dalam posisi duduk. "Aku juga gatau eomm..a.." sesaat matanya melihat ke arah KISS NOTE yang tergeletak tak jauh dari tempatnya jatuh tadi. Dengan cepat Lee Joon noleh kesana kemari, kayak nyari-nyari sesuatu di sekeliling kamarnya.

"Kamu kenapa sih??" ibunya makin khawatir. Dipegangi kening dan pipi anak semata wayangnya itu. Takutnya tiba-tiba Lee Joon kena gegar otak. Padahal sebenernya ga ada hubungannya juga sih, formalitas doank.

Lee Joon menghentikan tingkah anehnya untuk melegakan ibunya yang jadi makin cemas. "Nggak apa-apa kok eomma! Balik masak lagi aja sana! Udah mau makan malem nih!" katanya.

"Beneran ga apa-apa?"

"Iya eomma!" katanya seraya mendorong ibunya keluar dari kamarnya.

Ia langsung berbalik begitu ibunya udah pergi. Mengawasi kalo makhluk yang bikin dia jatuh dan pingsan tadi masih ada disana. "Mencariku~?" suara itu muncul lagi. Lee Joon agak merinding sebenernya, cuma dia berusaha untuk memberanikan diri. Lagian bentukannya nggak se seram Ryuuku atau Remu, cuma emang ngagetin!

"Lu sape?" tanya Lee Joon sewot, buat mengkamuflase ketakutannya.

Makhluk dengan stelah jas serba putih yang lagi melayang sambil tiduran (-____-) itu nyengir kuda. "Padahal gue harap cewe yang ngedapetin KISS NOTE nya! Ternyata cowo.. elu lagi~" katanya. Lee Joon nggak jawab. Lihat caranya tiduran di awang-awang gitu aja udah bikin dia merinding, takut kalo tiba-tiba dia bisa berubah wujud jadi Ryuuku, atau malah lebih serem dari Shinigami manapun.

"Gue bukan Shinigami, gue adalah malaikat yang menjaga buku itu! Umh.. menjaga orang yang make buku itu.."

"Elo Cupid ya? Erros? Gitarisnya Sheila On 7?" kemudian hening setelah Lee Joon angkat bicara.

"Ehem.. gue terusin! Gue bukan Cupid, gue gaada kekerabatan sama sekali sama Zeus, oke? Gue cuma ngejaga buku yang ada di tangan lo itu! KISS NOTE! Jadi sebelum make itu buku, lo harus kenalan sama gue! Panggil aja gue Yonghwa! Jung Yonghwa!" jelasnya panjang.

Lee Joon menampakkan muka cengo nya lagi. "Lo malaikat penjaga gabisa nyari nama yang bagusan dikit apa? Steven kek? Charles, Oscar, Edward.. kok malaikat namanya Jung Yonghwa.. kayak gitarisnya CNBlue aja!" komentar Lee Joon.

"Ahh! Cerewet lu! Udeh, panggil aja gue Jung-nim! Apa susahnya?" si malaikat KISS NOTE yang pengennya di panggil Jung-nim itu ngamuk. "Lu Lee Joon kan? Mulai hari ini lo gue akui sebagai user KISS NOTE! Oke? Tapi dengan satu syarat!"

"Mwo?"

Yonghwa menyunggingkan senyum tipis. "Lo harus merahasiakan semua ini dari siapapun! Tentang buku itu dan gue! Cuma elo yang boleh tau tentang keberadaan buku itu! Arrasseo?"

Lee Joon keliatan ragu sesaat, tapi sedetik kemudian dia menganggukkan kepalanya. "Oke! Gue terima syarat lo!" Yonghwa tersenyum simpul. "Tapi lo jamin gue bisa pacaran sama cewe yang gue suka lewat buku ini?"

Yonghwa memutar matanya. Kemudian mengangguk dengan senyum yang sama seperti sebelumnya.

~Kiss Note~

From : Lee Joon
Tunggu gue bentar aja, 15 menit! Thx

Gikwang menghela nafasnya untuk yang ke 5 kalinya. Dia nggak habis pikir kenapa pulang ngampus seonbaenim-nya itu bisa-bisanya ngilang dan nyuruh dia nungguin 15 menit karna mau numpang pulang naik vespa maticnya. Dia kantongi ponselnya setelah menutupnya, dan menunggu dengan amat sangat dongkol di bangku deket parkiran motor sambil dengerin Areumdaun Bamiya nya BEAST (EHEM).

Sementara itu di sudut lain kampus dengan bangunan ala kastil inggris kuno itu tampak seseorang dengan kemeja jeans pudar bersembunyi di balik semak-semak sambil sesekali ngintip ke arah cewe-cewe yang lagi ngobrol sambil duduk-duduk di rerumputan di taman kampusnya dimana salah satu dari mereka adalah cewe yang baru nolak dia kemarin, yang bikin dia desperate selama 2 jam. Yah, dia, Lee Joon.

"Gue tulis sekarang?" bisiknya. Maksudnya ke Yonghwa yang berdiri tenang di hadapannya tanpa ada niat untuk sembunyi, tapi karena cuma Lee Joon yang bisa ngeliat Yonghwa, dia bakal dikira orang gila ngomong-ngomong sendiri kayak gitu.

"Apa yang lo tulis bakal ngefek 40 detik kemudian!" nggak ngejawab, Yonghwa malah menjelaskan cara kerja KISS NOTE.

Lee Joon membuka tasnya dan ngeluarin buku mirip diary warna pink itu. Kalo ada yang ngeliat pasti Lee Joon tampak homo banget (-___-), tapi untung sekarang dia lagi ngumpet. Aman. Lee Joon buka salah satu halaman dengan asal, nggak tau itu halaman berapa. Dia ambil pulpennya dan dengan cepat dia nulis satu nama di KISS NOTE itu.

Han Seungyeon

Setelah menulisnya, dia liat sendiri tulisannya, kemudian melemparkan pandangannya ke malaikat dengan stelan jas warna putih di hadapannya. Yonghwa cuma menaikkan kedua alisnya dan menyuruhnya keluar dengan isyarat kecil. Lee Joon menyimpan KISS NOTE nya di dalam tas nya, kemudian bergegas pergi untuk membuktikannya. Sedangkan Yonghwa masih berdiri disana, mengamati dari kejauhan. Dia nggak pengen melihat adegan itu dari dekat. Nggak enak juga kan terang-terangan ngeliatin orang begitu~.

Lee Joon jalan ngelewatin segerombolan gadis itu, sambil menghitung detik demi detik waktu yang dibutuhkan buku itu untuk bekerja. "37..38..39..4.. .."

"Le-Lee Joon-ssi!" seseorang memanggilnya. Lee Joon berhenti, kemudian menoleh.

"H-Han Seungyeon.." katanya gagap.

Gadis itu mendekati Lee Joon, meninggalkan segerombolan cewe-cewe yang merupakan teman ngumpulnya di kampus. Seungyeon berhenti melangkah saat dia benar-benar sampai di hadapan Lee Joon. Chu~ Seungyeon mengecup pipi Lee Joon pelan, kemudian tersenyum tipis setelahnya. Lee Joon tampak tersenyum malu-malu-tapi-bahagia, sementara Seungyeon antara malu dan bingung kenapa dia melakukan itu. Dan Yonghwa, dari kejauhan mengawasi mereka, sebenarnya agak kecewa karena Lee Joon cuma dapet kecupan di pipi. Tapi itu sudah membuatnya merasa berhasil. Dan membuat senyum malaikat KISS NOTE itu menjadi lebih lebar lagi.

~Kiss Note~

Melompat kesana kemari, meliukkan badannya, melayang di udara, bagaikan sedang kung-fu, Tao latihan sendirian disebuah ruangan yang ukurannya cukup besar, semacam ruang dance. Ia melakukan banyak gerakan sulit, gerakan beladiri, dengan sebuah pedang di tangan kanannya. Setelah cukup lama dia melakukan gerakan-gerakan yang terlihat indah itu, dia berhenti dengan satu gerakan, kemudian menegakkan badannya.

Tao lagi resah, dia tahu sesuatu baru aja terjadi, tapi entah, ketajaman instingnya menjadi sedikit lemah sejak dia berada di Korea. Jadi dia nggak bisa tau persis apa yang sebenarnya baru aja terjadi. Tanpa berpikir panjang lagi, Tao mengakhiri latihannya, dia berlalu untuk kembali berpatroli mengelilingi kampusnya.

Sepuluh menit kemudian Tao udah berkeliaran di koridor kampus dengan baju serba hitamnya dan buku coklat yang entahlah apa isinya. Dia terus jalan dengan pandangan horor yang dia tebarkan kesana kemari, sampai membuat beberapa mahasiswa yang papasan dengannya berasa ngeliat penampakan. Sampai akhirnya dia lihat Gikwang lagi duduk di sebuah bangku dari tempatnya berdiri sekarang. Terlihat lagi menunggu seseorang dengan tampang dilipet-lipet dan tangan yang terus-teruskan melempar-lemparkan ponselnya ke atas, lalu menangkapnya lagi. Sesekali dia nengok-nengok seperti mencari sesuatu, dan saat itu matanya mengarah pada Tao yang juga memandanginya.

Gikwang terperanjat. Dia sebenarnya masih shock dengan kejadian dimana Tao tiba-tiba mengajaknya kenalan itu, dan sekarang ia lihat Tao sedang mengawasinya dari kejauhan. Biarkan gue pergi dari sini atau emak tolong jodohin gue sama cewe sekarang juga, mungkin itu yang terbersit di pikiran Gikwang sekarang. Tapi ketakutannya itu sedikit buyar saat Lee Joon tiba-tiba datang dengan muka berbinar-binar.

"AKHIRNYA!! Ayo hyeong! Kita pulang!!" tanpa basa-basi Gikwang langsung berdiri sambil narik seniornya itu pergi, tapi Lee Joon malah balik narik dia sambil nyengir. "Kenape lu?"

"Lu nggak mau tau dulu kenapa gue keliatan bahagia gini?" tanya Lee Joon ke Gikwang yang sesaat udah lupa kalo Tao masih ngeliatin dia dari Jauh.

"Emang kenapa?"

"Hihihi.. gue baru aja jadian sama Seungyeon~!! AAAA!! Kiwi-a!! SARANGHAE!!" Lee Joon kegirangan, meluk-meluk Gikwang kayak anak koala nangkring di badan induknya. Sementara Gikwang masih berjuang untuk berdiri dengan benar dan melepas pelukan Lee Joon yang bikin dia limbung berkali-kali.

Tao masih berdiri ditempat yang sama, memandang kearah dua orang gila itu dengan mata menyelidik. Dia ngerasa ada sesuatu hal disana. Alisnya mengkerut untuk memperjelas penglihatannya. Baru aja dia merasa ada sebuah bayangan didekat kedua bocah itu, namun saat ia mengedipkan matanya, dia nggak menemukan apapun disana. Hanya kedua bocah itu.

~Kiss Note~

"Lu kemana aja tadi??" Lee Joon mengagetkan Yonghwa yang lagi terbang-terbang(?) di beranda kamarnya. Yonghwa yang kaget mendadak melayang terlalu tinggi dan kepalanya kejedot tepi atap rumah Lee Joon.

"Apho~!!"

"G-gwaenchanayo, Jung-nim?" Lee Joon panik, tapi Yonghwa nggak menjawab. Dia turun sambil menggosok-gosok kepalanya yang kesakitan. "Ternyata malaikat bisa kejedot juga!" Lee Joon terkekeh. "Oh, ya! Betewe lu tadi kemana, Jung-nim? Abis gue ketemu Kiwi kok lu ngilang?" Lee Joon mengulang pertanyaannya.

Yonghwa melirik ke Lee Joon sejenak sambil menggosok kepalanya, kemudian melempar pandangannya kedalam kamar. "G-gue langsung pulang kesini! Cape, lu tau kan kerjaan gue ga segampang ngikutin lo keliling-keliling nyari cewe?" jawab Yonghwa, diikuti cengiran polos Lee Joon.

Yonghwa masuk tanpa peduli lagi Lee Joon nyerocos sendirian soal Seungyeon di beranda kamarnya. Dia berdiri didepan kaca, dan nggak ngeliat ada bayangan dirinya disana, terang saja, dia bukan manusia. Ia terlihat menghela nafas panjang kemudian, ia menegakkan dirinya, memandang kedepan seakan dia bisa ngeliat dirinya di cermin, sambil membenarkan dasinya. "Tampan!" gumamnya sambil senyum lebar.

#To Be Continue#

Comment Juseyo~!!^^

-Keep Shine Like HIKARI-

2 comments:

  1. yaoloh lum ada yg komen 1pun.. Ckck~

    siap2 terima cerocosan guw yah..
    1. Ada 2 typo d sini.. Tpi guw lupa tempatny

    2. Terlalu bnyk bhs daerah ky gedeg ato yg lainny.. Coba d next chapter gaya penulisanny ky gini yg ga terlalu baku tpi bhs daerahny d kurangi, pake bhs gaul aj..

    3. D awal lee joon nemu buku ith d situ d tulis bukuny warna coklat, seinget guw kiss note ith pink, nah d part pas lee joon d kamar bru bukuny jd pink..

    4. Yg bikin kiss note pertama ith laris karna genreny horor-komedi, jgn lupa ntar keluarin lg hantu princessny.. Atopun gmana.. Krn ini sisi intrest. Kiss note pertama..

    5. Yg bikin kiss note pertama jd menarik ith krn ada part kiss antara cowo sama cowo ny.. Ya kan? G-ri kalo ga salah.. Lw jg jgn lupa ini point penting yg menarik d kiss note pertama..

    6. Kok bisa yong hwa jd cupid.. He's too perfect.. Xp

    7. Masukin lee eun ji *guw* d next chapter donk.. /ngarep/ XD

    8. Guw malah ngirany joon suka ama cewe2 imut2 semacam apink.. Xp

    9. Guw ga tau bentukny tao sih, tpi kykny dy emang cocok jd dukunny.. Tpi jgn lupa d bkin kocak.. Ini describe ny tao kelewat serius..

    10. Gimana kalo ini d jadiin novel? Mayan lho bwt nambh2 jajan..

    guw tunggu next chapter ny..

    nice one..

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya gabisa bahasa gaul.. udah tau kan aku cupu kyk gini?? ._.

      itu yang coklat kotaknya mas bro~! jadi itu kiss note ada didalem kotak, coba baca dengan seksama dulu deh~ ._.

      iya itu emang ada rencana, jadi jangan diduluin.. aku udah nge set ceritanya, genrenya sama ama yang sebelumnya.. tenang aja deh..

      mau tau bentukan tao? ya itu ada di posternya terpampang jelas horor gitu ._.

      ga laku deh ykin.. bukan konsumsi orang endonesa umum -___-

      oke~ sangkyuu~

      Delete