Friday, February 4, 2011

I Can't Do Aegyo [FANFIC]

e..ehem..
test..test..
hohoho..ini postingan setelah 2 hari saya ga punya ide sama sekali..GOMENASAI!!*menunduk 45derajat*
bukanlah sebuah karya yang penuh arti..cuma ide yang keluar begitu aja, dan juga saya tumpahkan begitu aja~=p
bisa dibilang sequel songfic Baby I'm Sorry (karena tokohnya sama), tapi bisa juga engga, karena tokoh utamanya yang kali ini lain..hhe =p
pokoknya baca aja yah^^ gamsahamnida!!!

I Can't Do Eegyo


"Kau sudah tidak menyukai ku ya?" tanya SeungRi tiba-tiba dengan manja. ChaeYong menghentikan aktifitasnya sejenak,namun beberapa detik kemudian, ia kembali sok sibuk lagi dengan PR kimia-nya. "Yah! ChaeYong-a!"

"W..wae yo?" tanpa mengalihkan perhatiannya dari buku tulisnya, ia menjawab sekenanya.

"Apa maksudmu dengan wae yo?" SeungRi yang semula iseng, mulai resah dengan perasaannya sendiri. "Kau tidak seperti anak perempuan pada umumnya!" SeungRi memulai lagi.

ChaeYong memejamkan matanya, menarik nafas sejenak, kemudian melanjutkan pekerjaannya tanpa mengindahkan pernyataan SeungRi. "Choi ChaeYong-a!"

"Aku tidak mau memulai lagi!" masih tidak melihat ke arah pacarnya, ChaeYong menjawab dengan dingin. SeungRi mendengus pelan. "SeungRi-a, kerjakan saja PRmu, jangan bahas hal ini lagi sebelum PR kita selesai!" sambung ChaeYong.

"Bahkan kau tidak bisa memanggilku Oppa?" SeungRi memulai lagi. Ia memandang ChaeYong dengan sinis. "Kalau seperti ini..ah!!sudahlah!" SeungRi mengemasi buku-buku-nya dan memasukkannya kedalam ransel. "Aku pulang!"

ChaeYong melepas nafas panjang. "Hati-hati dijalan!" katanya menyertai SeungRi keluar dari kamarnya. ChaeYong menoleh dan memandang ke arah pintu sejenak. kemudian mendengus dan menempelkan kepalanya di tangan, menunduk penuh kecemasan.

"Pendek! Pendek!" seseorang tiba-tiba memanggil gadis itu dari luar. Didengar dari panggilan dan cara memanggil juga suara beratnya, bisa dipastikan orang itu adalah kakaknya. "Pendek! Kau dikamarmu?" SeungHyun tiba-tiba muncul didepan pintu kamar ChaeYong yang masih terbuka. "Aa..pendek! SeungRi baru saja pulang? Dia kenapa?"

ChaeYong tidak menjawab. SeungHyun mencoba mencerna keadaan. "Kalian kenapa lagi?" tanya SeungHyun lagi, namun tidak ada respon sedikitpun dari adiknya. "Kalo udahan ngambeknya, keluarlah ke dapur dan makan! Aku sudah membelikan makanan untukmu!oke?" katanya lagi kemudian pergi tanpa mendengar jawaban adiknya terlebih dahulu.

***

"Marahan lagi?" tanya HyeJeong. Sepertinya ia sudah bosan mendengarkan berita pertengkaran dari temannya yang rambutnya katanya mirip Taemin itu. ChaeYong, manusia yang baru curhat itu menangguk lemas sambil menyedot susu kotaknya tanpa berhenti. "Sudah sekitar..10 kali ya?"

"Tepatnya sejak kalian jalan!" ujar ChaeYong menyalahkan.

"Apa maksud eonni?" tanya HyeJeong polos.

"Sejak kau dan tuan Kwon resmi jalan!" jawabnya sambil menunjuk JiYong yang sedang membeli eskrim untuknya dan HyeJeong. "Sejak saat itu, SeungRi jadi manja dan menuntuku untuk ber'aegyo' kalau lagi mengobrol dengannya!"

HyeJeong jadi tidak enak hati. "Mianhae eonni-ya. Aku tidak tahu.."

"Sudahlah, ini juga bukan sepenuhnya kesalahanmu." potong ChaeYong sambil tersenyum kecil. ChaeYong menarik nafas sejenak. "Aku akan ke apartemennya sekarang. Mungkin saja kemarin itu hanya kemarahan sesaat."katanya, seraya beranjak dari duduknya. HyeJeong tersenyum kecil dan mengangguk.

"Hwaiting eonni-ya!" katanya.

"Eh, naga rambut wortel mau kemana?" tanya JiYong begitu ia kembali dengan 2 scoop eskrim, dan memberikan salah satunya pada HyeJeong.

"Bukan urusanmu Tuan Kwon! Aku pergi dulu!" katanya acuh dan segera pergi. JiYong mengernyit dan mengalihkan perhatiannya pada HyeJeong.

"Tidak bisakah kau mengajarinya untuk memanggilku oppa?" tanya JiYong. HyeJeong hanya tersenyum kecil. "Anak itu benar-benar tidak manis!"

***

Apartemen bersama YongBae dan SeungRi. Terdengar denting tuts piano dari ruang musik pribadi YongBae. Seperti hari-hari biasa, ia sedang latihan. Namun entah kenapa setiap selesai menuliskan atau menyanyikan satu lagu, ia pasti berhenti dan mengamati sekitar. Ada yang aneh, pikirnya. Biasanya di tengah-tengah latihannya akan terdengar bunyi pintu yang terbuka dengan keras dan teriakan "HYUNGNIM! KAU SUDAH MAKAN??" atau yang sejenisnya. Tapi kali ini, apartemennya terlalu sepi.

Merasa ada yang aneh, YongBae keluar dari ruang latihannya untuk mencari SeungRi. Apa anak itu sedang sakit? Tapi sebelum niatnya itu terealisasi, terdengar suara bel pintu keras-keras. "Ya!" seru lelaki berambut mohawk itu dan bergegas keluar.

"Seonbaenim!" seseorang menyapanya begitu ia membukakan pintu.

"Ah..ChaeYong-a! Mencari SeungRi?" tanya YongBae yang langsung tahu tujuan anak itu ke apartemennya. ChaeYong mengangguk. "Oke, masuklah! Akan aku panggilkan!" kata YongBae, dan bergegas masuk setelah menutup pintu. "Kalian sudah janjian?" teriaknya dari ruang dalam.

"B..belum!" jawab ChaeYong seraya duduk di sofa diruang depan.

YongBae mengetuk pintu kamar SeungRi, tapi tak ada jawaban. "SeungRi-ya! ChaeYong-a mencarimu!" tetap tidak ada jawaban. Tanpa basa-basi lagi, YongBae membuka pintu kamar SeunRi, "SeungRi-ya.." namun tampaknya anak laki-laki itu tidak ada didalam. Kamarnya sepi dan belum berantakan, berarti ia belum pulang dari sekolah.

Sedangkan di ruang depan, ChaeYong masih menunggu anak lelaki dengan mata panda itu muncul. Dan begitu YongBae muncul lagi, ia segera berdiri, berharap SeungRi mengikuti seonbaenimnya di belakang. "Dia belum pulang.." katanya.

Namun sesaat kemudian, pintu apartemen terbuka, dan terdengar suara ribut tas plastik berserta langkah kaki diatas lantai kayu, masuk kedalam apartemen. "Aku pulang!" katanya. Dan saat melihat ada siapa disana, ia menghentikan langkahnya. "Yah..ChaeYong-a! kau disini?" tanya SeungRi kemudian.

"Eh?" ChaeYong bingung dengan pertanyaan SeungRi yang tampaknya tidak sedang terjadi apa-apa diantara mereka.

"Kau tadi mencarimu ke rumah! Tapi kata Tabi hyung, kau keluar dengan HyeJeong! Aku jadi mengangkat belanjaan ini sendiri. Hyung, bantu aku donk!" katanya, kemudian meminta YongBae membantunya membawa belanjaannya masuk kedalam.

ChaeYong masih tidak mengerti, namun sesaat kemudian, ia tau keadaan masih baik-baik saja. Ia hanya tersenyum setelah mengetahui semuanya.

***

Namun sepertinya keadaan mereka yang baik-baik saja itu tidak berlangsung lama. Setelah menunggu sebentar, mereka akhirnya pergi jalan-jalan di seputar pertokoan. Dan SeungRi mulai bertingkah lagi setelah melihat banyak pasangan lain di sekitar mereka.

"ChaeYong-a! lingkarkan lenganmu di lenganku dan sandarkan kepalamu disini!" bisik SeungRi memulai.

"He?"

"Ayolah~" pintanya.

"Tidak! Kau ini apa-apaan?" ChaeYong mengelak. SeungRi mulai cemberut lagi sambil menatap ChaeYong, memintannya untuk melakukan apa yang baru saja ia katakan. "Jangan mulai memintaku untuk melakukan hal konyol seperti itu!"

"Yah! ChaeYong-a!" dan anak laki-laki itu memulai lagi.

"SeungRi-ya! Sudahlah! Aku tidak mau bertengkar denganmu! Untuk yang ke-sebelas kalinya!"

SeungRi mendengus kesal. Ia menatap tajam kearah ChaeYong, kemudian pergi sambil berkata, "Kalau begitu, berhenti menemuiku!"

"Yah! SeungRi-ya! jangan konyol!"

"Kau yang konyol! Jangan mengejarku!" teriaknya dari kejauhan. ChaeYong benar-benar tidak mengejarnya. Ia hanya terdiam dan tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang. Merasa rapuh? yah, sedikit.

***

Dan kali ini bocah lelaki itu benar-benar serius. Ia tidak mau menemui ChaeYong, bahkan ia tidak membalas sms-nya. Di sekolah pun mereka tidak bertegur sapa. Hanya karena hal sepele seperti itu mereka marahan? Hei..benar-benar seperti ABG!

YongBae tertawa begitu lepas setelah mendengar cerita dari SeungRi setelah YongBae menanyakan hal yang bersangkutan dengan hubungan SeungRi dengan ChaeYong. "Pabo! Hanya gara-gara aegyo? Dasar ABG!" komentar YongBae tanpa mengehentikan tawanya.

"YAH! Hyungnim! Berhentilah tertawa!" protes SeungRi kesal dengan komentar seonbaenimnya. "Kau sediri belum pernah pacaran! Bahkan hampir jadian dengan HyeJeong saja, ia malah memilih JiYong hyung! Jadi, jangan menghinaku!" balas SeungRi, mengungkit masalah YongBae yang sebenarnya sudah dilupakannya.

"Hei, jangan mengungkit yang itu!" kata YongBae setelah dengan tiba-tiba menghentikan tawanya. "Kau kan tahu ChaeYong bukan tipe gadis yang suka berbicara dengan aegyo!"

"Tapi aku ingin ia seperti itu! Aku ingin punya gadis yang manis dan sedikit manja!" kata SeungRi kekanak-kanakan.

"Kalau begitu, putuskan saja ChaeYong dan cari gadis yang lebih manis lagi!" jawab YongBae kejam.

"Yah! Kau pikir semudah itu??"

"Semudah kau marah dengannya hanya gara-gara aegyo!" kata YongBae, kemudian menutup buku musik yang semula ia buka dan juga menuliskan sesuatu didalamnya. "Kalau kau ingin gadis yang seperti itu, kenapa waktu itu kau pilih ChaeYong yang sama sekali tidak manis untuk jadi pacarmu? Kau tidak pikirkan itu?"

"Tapi.."

"Sudahlah! Pikirkan lagi baik-baik! benarkah kau ingin gadis manis dan manja atau anak perempuan seperti ChaeYong yang benar-benar tidak seperti yang kau harapkan itu, tapi kau pilih juga!" kata YongBae sambil beranjak dari duduknya. "Sudah ya! Aku mau ke rumah JiYong! Dah!"

"Hei!" seru SeungRi, namun lelaki mohawk itu tidak memperdulikannya. "Kenapa hari ini hyunnim kejam sekali? Menyebalkan!" bisiknya, kemudian melemparkan boneka panda yang sejak tadi dipegangnya.

***

"Bisa ajari aku aegyo?" tanya ChaeYong tiba-tiba ditengah-tengah les-nya dengan adik kelas SeungHyun, DaeSung yang kini sudah masuk fakultas matematika di salah satu universitas di seoul.


"Kau..kenapa tiba-tiba? Dan kenapa memintaku?" tanya DaeSung heran. Ia mencoba mencerna keadaan. "Ada masalah dengan pacarmu?"


"Ini semua gara-gara aku yang sama sekali tidak manis sebagai seorang gadis!" keluh ChaeYong. "Dan dia marah padaku gara-gara itu!"


"Hahaha..itu tidak masuk akal! Kau tau?" jawab DaeSung dan malah tertawa lebar, sampai membuat matanya tampak seperti alis. Jadi seperti ada empat alis di wajahnya. "Bicara jujur saja padanya kalu kau tidak bisa bersikap terlalu manis dan bermanja-manja seperti gadis pada umumnya.."


ChaeYong melengos. "Tapi.." DaeSung mulai bicara lagi. "Aku bisa mengajarimu sedikit." katanya, dan seperti memberi secercah pengharapan pada gadis itu. Dan keduanya tersenyum lebar. oke, tersenyum sipit.

***

Sabtu, adalah hari dimana SeungRi biasa hangout dengan ChaeYong dan HyeJeong. Mereka bertiga memang selalu menjadwalkan diri untuk hangout di akhir minggu sejak mereka SMP. Sebenarnya kali ini tidak ada rencana hangout, namun HyeJeong menarik paksa SeungRi untuk keluar di hari dingin begini.

"Kau sudah bilang hyungnim kalau kau pergi denganku?" tanya SeungRi pada HyeJeong yang masih menariknya. "Kalau dia melihat kita berdua seperti ini, nanti aku bisa mati!"

"Dia tidak akan membunuhmu, oppa!" kata HyeJeong tanpa berhenti menarik SeungRi dengan tujuan yang belum diketahui. "Ia hanya akan menghukumu untuk melakukan apapun yang dia inginkan, dan mungkin kau harus..oppa pasti sudah tahu apa yang akan ia lakukan.." (oke, gue bayangin G-Ri couple disini..=.=a)

"Aish.."

Sampailah mereka di sebuah tempat dimana seseorang tengah duduk dengan baju hangat tebal, ransel, dan rambut yang sudah tak asing lagi. Anak itu segera berdiri begitu tahu orang yang ia tunggu sudah datang.

"H..hai!" sapa gadis itu segera.

"ChaeYong-a? Kau.."

"O..op.." dengan ragu, ChaeYong ingin mngatakan sesuatu. Ia melirik HyeJeong, dan gadis itu hanya memberinya semangat. "Hwaiting!" bisiknya.

"Waeyo?" tanya SeungRi dingin.

"O..op.." ChaeYong menghela nafasnya pelan. "Oppa~ kau ini lama sekali~" (oke, bayangin gw ngomong dengan gaya sok imut..ga pantes banget~ =.=a)

"He??"

ChaeYong menunduk dan menutupi wajahnya. "Mianhae..aku tidak bisa..SeungRi-ya~" katanya kemudian. HyeJeong yang semula bersemangat, jadi luntur karena ternyata latihannya tidak berhasil. Tapi SeungRi masih tampak begitu kaget dengan sikap ChaeYong yang baru saja.

"Kau..melakukan aegyo?" tanya SeungRi seraya mendekatinya.

"Aku sudah berusaha, tapi aku benar-benar tidak bisa!" katanya malu. SeungRi yang semula shock dengan apa yang baru saja dilakukan ChaeYong, dan benar-benar tidak imut, ia mulai meredakan shock-nya, namun masih hanya melihat ChaeYong dari kejauhan. "Mianhae..aku benar-benar tidak bisa, SeungRi-ya. Aku bukan seseorang yang bisa bermanja-manja padamu! Aku juga tidak bisa kalau harus dengan terang-terangan berkata, 'SeungRi-ya, saranghaeyo!' dengan gaya sok imut seperti itu! Maaf, tapi itu bukan aku~ aku tidak bisa melakukan yang seperti itu!!"

Sedikit-sedikit, SeungRi mulai tersenyum. "Kalau aku datang lebih cepat dari rencanamu, mungkin aku tidak harus melihat hal aneh yang kau lakukan tadi ya?" kata SeungRi terkekeh.

"Eh?"

"Sebenarnya..kau tidak harus melakukan itu! Kadang aku memang ingin kau melakukan hal imut seperti itu, tapi setelah aku pikir-pikir, dan melihatmu melakukannya barusan..hahaha..lebih baik aku saja yang melakukannya untukmu!" katanya.

"Apa maksudmu?"

"Aku ingin punya gadis dengan aegyo. Tapi, teryata dari pada itu, aku lebih menginginkan seorang Choi ChaeYong yang dingin, aneh, dan tidak imut itu untuk terus bersamaku!" katanya. ChaeYong terdiam, bingung bercampur senang, itulah yang dirasakannya sekarang. "Perkataan hyungnim yang kejam tadi sudah membuatku sadar kalau aku memang lebih menginginkan gadis aneh dengan rambut Taemin ini! HAHAHA"

ChaeYong terdiam, lalu melangkah cepat-cepat kearah SeungRi, kemudian memukul kepalanya dengan keras. "HAH!! Gara-gara sifat kana-kanak mu itu, aku jadi harus mengatakan hal bodoh seperti tadi! Aku menyesal tau!" katanya kemudian menarik HyeJeong pergi. "Sudah! Kau pulang saja, aku mau main dengan HyeJeong!"

"Yah! ChaeYong-a!" SeungRi mengejar dan merangkulnya. "Aku bercanda! Lakukan itu sekali lagi untukku!" katanya.

"Minta saja orang lain! Kau menyebalkan sekali!" tolak ChaeYong.

"Kalau kau nakal, aku akan menciumu~"

"Aish!!!" ChaeYong menjepitkan kepala SeungRi di lengannya, kemudian menjitaknya, dan mereka tertawa terbahak-bahak bersama.

***

*2 tahun yang lalu*

"Tipe gadis yang aku inginkan?" tanya SeungRi mengulangi pertanyaan ChaeYong. Gadis yang waktu itu masih berambut hitam itu mengangguk sambil mengganti lagu yang sedang ia dengarkan dengan player. Ia baru saja membeli CD baru BIGBANG dan sekarang memutarnya di rumah. "Dia harus manis dan kepribadiannya baik. Dan dia juga harus bisa aegyo, karena aku ingin mendengarkan suaranya yang manis saat kami bertelepon!" jawabnya kemudian.

"Hmhh..seleramu tinggi juga!" gumam ChaeYong dan mulai sedikit-sedikit mendendangkan lagu yang baru ia dengarkan.

"Tidak juga.."

"Manis, kepribadian baik, aegyo..seleramu tinggi, SeungRi-ya! Tapi kau bisa menemui gadis itu di seluruh korea!" jawab ChaeYong.

"Tidak juga!" bantah SeungRi. "Kalau ada yang lebih baik dari itu, atau mungkin..tidak lebih baik juga. Tapi ia menyenangkan, aku tidak ambil pusing dengan kriteriaku itu!" pembicarannya sudah mulai mengarah. Tapi entah bodoh atau perasannya tumpul, ChaeYong hanya mengangguk-angguk kecil. "YAH!! maksudku adalah kau, bodoh!"

"He?"

"Choa yo!!" teriak SeungRi kemudian.

"HEE???"

***

_END_

nggak jelas yah?hahaha..maaf~=.=a
soalnya didalem sini ada dikit2 curhatnya~hahaha *gaje*

-Keep Shine Like HIKARI-^^

2 comments: