Monday, April 18, 2011

My Heaven [FANFIC] [ONE SHOT]

 Inspired from BIGBANG - My Heaven..

My Heaven [FANFIC]


..Aitakute..
..Ano umi de, matte iru yo~..

***

"Mau nenek ceritakan sesuatu sebelum kau tidur?" tanya seorang nenek yang baru saja masuk kedalam kamar sang cucu yang beranjak tidur. Ia sudah menarik selimutnya dan mencoba memejamkan mata, tapi tidak kunjung bisa tidur juga.

"Cerita?" tanya sang cucu penasaran. Ia tahu neneknya sangat pandai bercerita. bahkan ia sudah pernah menerbitkan beberapa novel dan buku dongeng, dan menjadi best seller. Nenek itu mengangguk sambil tersenyum lebar. "Tentang apa?"

Neneknya tampak berpikir. "Kau mau cerita yang seperti apa?" tanya Nenek itu kemudian.

"A..apa saja! Pokoknya jangan sampai membuatku mendapat mimpi buruk!" pinta sang cucu sopan. Neneknya tersenyum. Sesaat nenek itu tampak berpikir, namun tak lama kemudian ia menyunggingkan senyum senang. Sepertinya ia mendapat ide cerita yang bagus.

"Nenek punya satu cerita yang bagus!" ujar nenek itu, dan wajahnya masih tampak berseri-seri. "Cerita ini tentang seorang anak laki-laki yang menunggu cintanya.."

###

Seorang laki-laki dengan sweater yang sedikit lusuh, celana denim berwarna pudar dan rambut yang diikat dengan asal berlari menyusuri sepanjang pantai seakan sedang mengejar sesuatu. Ditangannya terlihat menggenggam sebuah liontin perak dengan erat.

Setelah lama laki-laki itu berlari, ia kemudian berhenti dan menoleh ke sekelilingnya seperti mencari sesuatu. Sesaat ia menyibakkan rambut bagian depannya yang mulai turun menutupi keningnya sambil terengah. Wajahnya tampak sangat kecewa. Masih dengan nafas yang sedikit tersengal, ia memandang ke arah liontin di tangannya.

~FLASHBACK~

"YOKATTA!!" teriak seorang gadis dengan rambut panjang yang tergerai indah saat tertiup angin musim panas itu. Gadis itu tampak sangat senang bisa datang ke tempat ini saat musim panas. Sebuah pantai dengan pemandangan yang sangat menyenangkan.

"yokatta na?" tanya seorang laki-laki berambut bob yang berdiri disebelahnya dengan senyum ramah. Dan gadis itu hanya tersenyum, namun wajahnya tampak sangat bahagia.

"Bagaimana kau bisa tahu kalau aku sangat ingin datang ke pantai ini?" tanya gadis itu, mencoba menerka dari mana laki-laki yang mengajaknya itu bisa tahu keinginannya.

"Umm..rahasia!" kata laki-laki itu bercanda. Namun kemudian merangkul gadis itu akrab.

"JiYong oppa..gomawo!" ujar gadis itu dengan logat jepangnya, dan membuat kalimatnya terdengar lucu.

Laki-laki yang dipanggil JiYong itu melepas rangkulannya dan memandang gadis itu dengan tatapan heran. "Doushita no?" tanya gadis tadi. "Apa aku membuat kesalahan?"

"Kau mencoba merusak bahasa korea yang keren ya? Logatmu aneh sekali~!" jawab JiYong dengan tampang sok serius. Sedangkan gadis itu hanya memanyunkan bibirnya tanda tidak senang. Melihat reaksinya, JiYong malah terkekeh dan kembali merangkul gadis itu.

Ia lalu mengambil sebuah kamera polaroid dari dalam tas selempang kecilnya, kemudian mendekatkan pipinya pada pipi Mayuko untuk mengajaknya berfoto. Mengabadikan moment berharga mereka. JiYong segera memberi aba-aba setelah keduanya siap. "Ichi..ni..san.. CHIIZU!!"

---

Kwon JiYong dan Mayuko Kawakita, sudah sejak lama menjalin hubungan. Sekitar 2 tahun yang lalu mereka pacaran. Setelah setahun sebelumnya pria asal korea itu datang ke jepang dengan tujuan sekolah, dan bertemu dengan Mayuko di sekolah tersebut. Semakin lama keduanya makin dekat, dan pada akhirnya mereka menjalin hubungan hingga sekarang.

"Hari ini kita mau kemana?" tanya Mayuko pada JiYong setelah kelas mereka selesai beberapa menit yang lalu. JiYong membenahi topi kupluk merah muda dengan gambar mata di tepi-nya sejenak, kemudian tampak berpikir. "Makan es krim? Atau jalan-jalan di taman?" kata JiYong menanyakan pendapat.

"Bagaimana kalau ke pantai yang kemarin?" usul Mayuko segera.

"Aish..aku bosan kesana terus..sudah hampir seminggu ini kau terus mengajakku kesana!" tolak JiYong, dan membuat gadis itu memanyunkan bibirnya, kecewa. JiYong tersenyum lebar seraya mengacak rambut gadis itu dengan semangat. Ia lalu beranjak dan mengambil sepedanya di parkiran. "Ayo!" ajaknya kemudian.

Mayuko masih sedikit kecewa, namun akhirnya ia juga ikut kemana JiYong mengajaknya. Ia duduk diboncengan sepeda da memeluk pinggang JiYong agar tidak jatuh. Sesaat kemudian mereka berangkat.

Setelah perjalanan yang cukup panjang, JiYong berhenti di sebuah tempat tak jauh dari Sungai Sumida yang sangat besar ditengah kota Tokyo itu. JiYong lalu membentangkan tangannya, terasa sangat bebas setelah melihat sungai yang besar itu. "Anggaplah ini sebagai pantai favoritmu itu..hhe.." ujarnya pada gadis yang ada disebelahnya itu. Mayuko tersenyum kecil. Ia merasa senang meskipun JiYong tidak menuruti permintaannya. "Jadi kau senang?"

Mayuko mengangguk sambil tersenyum, kemudian memandang kearah sungai besar yang tengah dilalui kapal berwarna putih itu. Tapi tiba-tiba ia dikagetkan dengan sesuatu. Sesuatu seperti menempel dilehernya. Ia meraihnya kemudian, ternyata JiYong yang meletakkannya di leher gadis itu. Sebuah liontin berwarna perak, sederhana tapi cantik.

"Apa ini?" tanya Mayuko heran.

"Cuma sebuah hadiah! Aku hampir tidak pernah memberimu apa-apa sejak 2 tahu kita pacaran! Dan kali ini aku ingin memberikanmu sesuatu!" jawab JiYong jujur. Ia lalu melepaskan kalung itu setelah memakaikannya. "Bukan sesuatu yang mahal, tapi aku harap kau menyukainya!"

Mayuko tersenyum lebar, ia tampak sangat senang. "Arigatou! Hontou ni!" ujarnya sambil terus memperhatikan kalung pemberian JiYong itu. JiYong tersenyum. Ia juga senang kalau gadis itu menyukainya.

Ia memandang gadisnya itu lekat-lekat. Sedikit demi sedikit, ia mendekatkan wajahnya pada wajah Mayuko. Makin lama semakin dekat, Mayuko memejamkan matanya. JiYong tersenyum kecil. Ia memijit hidung Mayuko pelan, kemudian mengacak rambut gadis itu dan memeluknya erat. Mayuko yang kaget karena ia pikir JiYong hendak menciumnya, kini tersenyum dan membalas pelukan JiYong."Kimi ga daisuki.." ujar JiYong pelan di telinga Mayuko.

"Atashi mo..eien ni.." balas Mayuko dalam pelukan JiYong.

---

Suatu hari.

Sudah 2 jam, tapi Mayuko tak kunjung datang juga. JiYong terus menatap ke arlojinya. Ia sengajak tidak mau menelpon Mayuko, karena ia tahu, meski terlambat, Mayuko pasti akan datang. Tapi semakin lama, dan haripun semakin sore. Mayuko yang ditunggu pun tak datang juga. JiYong menoleh kesana-kemari, ia takut Mayuko tersesat di suatu tempat tak jauh darinya karena tidak tahu kalau ia menunggu gadis itu disana. Tapi sosok gadis berambut panjang itu tidak ada disana.

JiYong memandang bunga yang dibawanya. Sudah mulai layu. Ia masih ingin mengunggu gadis itu sebenarnya, namun ia merasa kali ini sepertinya Mayuko tidak akan datang menemuinya. Ia sedikit kecewa, kemudian memilih untuk pulang ke apartemennya, meski masih berharap ia akan bertemu dengan gadisnya itu saat perjalanan pulang.

---

Sudah beberapa hari ini Mayuko tidak menghubunginya, bahkan mereka tidak pernah bertemu di kampus. Jika JiYong datang ke rumahnya, Mayuko pasti sedang pergi. Dan ponselnya pun tidak bisa dihubungi. Akhirnya JiYong menyerah, ia hanya bisa menunggu sampai gadis yang dicintainya itu muncul lagi dihadapannya.

"Pos! Pos!" seru seseorang dari depan rumah kecil yang sudah di sewanya selama 4 tahun itu. JiYong bergegas keluar, dan seorang tukang pos sudah berada didepan rumahnya membawakan beberapa surat dan paket untuk JiYong. JiYong menerima surat-surat itu segera. "Bisa berikan stempel disini?" pinta tukang pos itu sambil menujukkan pada kolom stempel. JiYong langsung memberikan stempel, kemudian masuk kedalam rumahnya kembali setelah tukang pos tadi pergi.

Sangat banyak surat dari Korea datang hari ini. Surat dari ibu dan teman-temannya di korea, juga sebuah paket dari kakaknya. Selain itu ada satu lagi surat dari jepang. JiYong segera mengambilnya dan membuka amplop berwarna putih itu. Ia membukannya. Terlihat secarik kertas dan sebuah liontin berwarna perak yang dikenalnya.

Perasaan JiYong menjadi tidak enak sesaat. Ia merasa pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan ini. Ia segera membuka lembaran kertas itu dengan hati-hati.

"Gomenasai.." -Mayuko-

JiYong memandang tulisan itu dengan tatapan tak percaya. Apa maksudnya ini??

~FLASHBACK END~

Pria itu masih tidak percaya gadis yang dicintainya itu telah meninggalkannya begitu saja. Bahkan tanpa mengucapkan selamat tinggal. Hanya selembar kertas bertuliskan "Gomenasai" dan liontin pemberiannya yang dikembalikan padanya.

Ia berteriak keras hingga menghasilkan gaung. Di pantai yang sepi itu. Pantai tempat kesukaan gadis yang dicintainya selama ini. Ia berteriak keras-keras. Ia ingin menunggu gadisnya itu datang ke pantai itu. Ia ingin melihatnya. Berharap bisa mengetahui alasan gadis itu meninggalkannya begitu saja.

###

"Nenek, lalu apa yang terjadi pada pria itu?" tanya sang cucu dengan rasa penasaran.

Nenek tersenyum kecil. "Ia masih terus menunggu gadis itu hingga sekarang di pantai itu!" jawab sang nenek dengan senyum kecil, namun wajahnya nampak sangat sedih.

Sang cucu mendesah kecil. "Kenapa jadinya sad ending nek? Aku kasihan pada laki-laki itu! Dan kenapa gadisnya meninggalkannya seperti itu? Jahat sekali!" protesnya kesal.

Neneknya tersenyum simpul. Ia merasa sangat mengerti perasaan cucunya, juga tokoh yang ia ceritakan. "Pasti ada sebuah alasan mengapa gadis itu meninggalkannya.." ujar nenek, kemudian beranjak dari ranjang cucunya. "Sudah, kau tidur saja sekarang! Lain kali, nenek akan ceritakan dongeng lagi!" ujarnya seraya menyelimuti cucunya yang segera berbaring. "Oyasumi!"

"Umm..Mayuko obaachan! Oyasumi!" balas sang cucu, kemudian segera tidur. Nenek bernama Mayuko itu tersenyum kecil, kemudian pergi keluar kamar cucunya setelah terlebih dahulu mematikan lampu kamar tersebut.

---

Nenek Mayuko masuk kedalam kamarnya, kemudian duduk di tepi ranjang. Ia melihat ke arah foto berbingkai kayu warna coklat di atas mejanya. Foto suaminya yang telah meninggal setahun yang lalu. Ia memandanginya sejenak, kemudian tersenyum. Nenek Mayuko lalu membuka laci mejanya, ia mengambil sebuah buku agenda dengan sampul biru tua. Membuka bagian tengah buku itu, kemudian mengambil sesuatu dari sana. Selembar foto kenangannya, kenangan bersama seseorang yang sangat ia cintai. Foto dirinya bersama pria yang ia ceritakan pada cucunya beberapa saat yang lalu, Kwon JiYong, di pantai favoritnya yang sudah bertahun-tahun tidak dikunjunginya.

Entah mengapa kini ia merasa sangat bersalah pada kedua pria tersebut. Ia hidup dengan suaminya selama itu tanpa pernah mencintainya dengan tulus, sedangkan ia menyakiti pria yang sangat ia cintai dengan pergi hanya dengan meninggalkan kata "Gomenasai" padanya. Pergi untuk menikah dengan pria lain. Tapi kini ia tidak bisa mengucapkan apapun selain "Gomenasai.." dengan lirih, kemudian menitikan air mata yang tak sengaja menetes di foto yang dipegangnya, tepat di wajah JiYong. "Gomenasaiyo.."

***

Seorang kakek tua dengan rambut yang sudah putih sepenuhnya, dengan baju hangat warna coklat, celana kain putih dan sepatu keds coklat, berjalan pelan menyusuri pantai yang sepi itu. Tak lama ia berhenti dan memandang jauh ke lautan, seperti sedang menunggu sesuatu. Sesaat kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah liontin perak sederhana yang selalu ia bawa kemanapun. Sebuah liontin yang berisi banyak kenangan tentang orang yang ia cintai. Mayuko Kawakita.

"Aitakute..my heaven.." bisiknya lirih dengan nada sedih.

***END***

Hope yall enjoy this!hhe..
inspirasi ini tiba-tiba muncul aja waktu gw dengerin my heaven tadi siang..hhe..
thanks for reading and don't forget to leave a coment!!^^

-Keep Shine Like HIKARI-

14 comments:

  1. wahaha endingnya kurang memuaskan tapi rapopo, kan one shot.. nek di lanjutke ndak koyo cinta fitri hahaha

    ReplyDelete
  2. aku mung nyontek MV ne..tak tambahi sithik..hhe
    nek dwo ndak dadi cinta jiyong~kkk

    ReplyDelete
  3. Sidi jahaaaaaaatttt kau biarkan Jiyongnya Riri menderita sendirian? ;___; *jitak Sidi* (?)

    hikhikhik cinih cinih Jiyong oppa caya poppo (??)
    #stresskarenaujian

    bajuusss bajuus fic nyaa XDD
    lagi dund! #alaiimodeon

    *dilempar sendal*

    ReplyDelete
  4. biar ah..sekali-kali jahat ama seonbae~ *senyum setan* *dibacok deca*

    tp ga lucu jg ya klo di ceritain abis putus sama Mayuko,trus frustasi,ktemu seungri dan mrka jadian~*kena virus G-RI* jangan..ceritanya ga dramatis lg ntar~ *gegulingan*

    kkk..besok lagi,kapan2..tak tunggu juga ff mu~ *siap2 gegulingan* *dibacok deca (lagi)*

    ReplyDelete
  5. haha bener, malah nyaingi Cinta Fitri mengko hahahaha

    ReplyDelete
  6. ebuset, ndak ada kejelasan gitu 'gomenasai' nya gr2 apa?
    mayuko uda pny cucu, jiyong mpe kakek2 msh nunggu?
    gk adil km nda.
    -dioscurious-

    ReplyDelete
  7. yaa aku manut MV nya nee~ lyricnya aja ano umi de mate iru yo~ xp
    kan sekali sekali bikin yang ga adilnya kebangetan jga gapapa~ masa happy end mulu~ #dijambak =p

    ReplyDelete
  8. sedih bgt.. Kena bgt neh sedihny.. Untung guw ga nangis.. Hoho..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nangis donk nangis~
      temenku marah2 dulu abis baca yang ini.. katanya ak kejem ama tokohnya~ kkk
      gomapda!^^

      Delete
  9. saya juga udah baca ini XD hohoho maaf baru komen

    cool~

    ReplyDelete
  10. sama aku aja sini, Jid ( ._.)/

    ReplyDelete