Thursday, April 14, 2011

Oh My Friend [ONE]

Ja! kembali lagi bersama gerombolan wayang yang tidak pernah libur..(eee..~salah!)
gw datang dengan karya baru lagi!^^
terinspirasi dari piku lagu dari BIGBANG yang berjudul OH MY FRIEND. itulah kenapa ceritanya diberi judul seperti itu..
tapi urusan nyambungnya judul ama cerita, ga tau juga!hehe~
oke, selamat membaca!^^

Oh My Friend (one)

ehem..ehem..aaa..aa..
baiklah..saya mulai!^^


aa..hem..yep, aku harus mulai dari mana ya?? (buka catetan)
ini adalah kisah 5 bocah lelaki sepertemanan. Sebenarnya mereka nggak seumur..tapi karena mereka berada di sekolah yang sama, dan karena sebuah TAKDIR, jadinya mereka dapat bertemu dan akhirnya menjadi teman!

Yang pertama adalah kakakku sendiri, Choi SeungHyun, namun kebanyakan temannya memanggilnya Tabi. Entah bagaimana ceritanya, dan sekarang aku juga ikut-ikutan memanggilnya seperti itu. Dia seorang pelajar yang benar-benar tidak bisa disebut pelajar. Dia tidak pernah belajar dan mengerjakan PR, bahkan buku pelajaran pun ia tidak punya. Ia selalu ke sekolah, tapi di kelas tidak pernah memperhatikan dan tidak ikut kegiatan klub apapun. Eomma sempat stress menghadapinya, tapi lama-lama dibiarkan juga. Karena kakak bilang ia akan bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri. Tapi aku tidak tahu apa yang akan ia lakukan.

Yang kedua adalah hoobaenya yang sangat Hip Hop, Dong YongBae. Mereka dipertemukan karena sama-sama menyukai musik Hip Hop. Laki-laki yang satu ini sangat berbeda 180 derajat dari kakakku. Dia cukup rajin di sekolah, walaupun prestasinya standar, dan ia juga salah satu anggota club basket. Meskipun bukan ujung tombak di tim, tapi dia termasuk pemain yang cukup potensial dan sangat dibutuhkan didalam tim.

Ketiga, Seorang yang kelewat jenius, Kwon JiYong. Laki-laki yang usianya sama dengan YongBae ini benar-benar jenius, tapi tingkah polahnya yang kadang berada diluar akal sehat. Dia cukup berprestasi, bahkan hampir setiap tahun ia menjadi yang teratas di sekolah. Tidak ikut klub apapun, tapi sering nongkrong di lab Biologi hanya untuk melihat-lihat saat jam klub berlangsung. Ia suka musik dan fashion. Selalu terlihat good looking, dan kadang penampilannya bisa menipu.

Keempat, jangan salah sangka jika melihat tampangnya. Dia bukanlah orang yang rapuh dan pantas untuk di bullying. Dialah Kang DaeSeong. Dua tahun lebih muda dari kakak, dan ia yang paling dekat dengan kakak. Diluar jam sekolah, keduanya selalu bersama-sama. DaeSeong adalah anak yang rajin dan cukup berprestasi, dan dia juga mendedikasikan diri untuk menjadi guru matematika kelak, makanya sekarang ia masuk dalam club matematika.

Kelima, yang paling muda dan dia teman sekelasku (bahkan aku yang mengenalkannya pada mereka berempat). Lee SeungHyun, dan karena namanya sama dengan kakakku, ia mengganti nama panggilannya menjadi SeungRi. Anggota club theater dan sudah berkali-kali menjadi tokoh utama di pertunjukan opera di sekolah. Selain itu ia juga pandai main sulap dan pandai menarik perhatian orang. Tapi kadang sifatnya yang over itu hanya bisa membuat yang lain geleng-geleng kepala.

Itu sedikit tentang mereka yang harus kalian tahu. Dan disinilah awal mula kisah 5 orang anak yang sama-sama sedang mencari jati diri tersebut.

###

STORY BEGIN..

8 Years ago

"SeungRi-a!!" GRABB!!! Seseorang berteriak seraya masuk kedalam sebuah ruang kecil dilingkungan sekolah, dan langsung memeluk SeungRi yang sedang duduk sambil berkutat dengan kartu-kartunya, dari belakang. "SeungRi-a~!" ujarnya lagi manja.

"Aish! Hyeong! Lepas!" keluh SeungRi meronta, meminta laki-laki yang memeluknya itu untuk melepasnya. Tapi laki-laki tadi hanya tersenyum jahil dan menggelengkan kepalanya.

"Tidak mau!" katanya singkat.

"JiYong hyeong! lepaskan!" pinta SeungRi sekali lagi. Dan sekali lagi anak laki-laki yang diketahui adalah JiYong itu hanya menggeleng dan malah mempererat pelukannya. "Lepas atau GaHo aku jadiin sate nih??" SeungRi memperingatkan.

"Hish..oke..oke..!" dan akhirnya JiYong melepaskan SeungRi, dan beralih melihat-lihat alat sulap milik SeungRi yang berjajar rapi di meja sekolah itu. Kini mereka sedang berada di sebuah ruangan yang berisi hanya beberapa bangku sekolah. Ruang tersebut pada awalnya adalah bekas ruang klub berita yang  kini ruangannya sudah dipindahkan, namun setelah kelima anak tersebut menemukannya, mereka membersihkan ruangan tersebut dan menggunakannya sebagai markas diluar sepengetahuan sekolah yang memang tidak pernah mengawasi tempat itu.

"Mana yang lain?" tanya JiYong sambil memainkan salah satu alat sulap SeungRi yang cukup menarik. Tapi SeungRi segera mengambilnya kembali dan meletakkannya diatas meja seperti semula.

"Nggak tahu!" jawab SeungRi jujur. "Lagian bel istirahat kan baru saja bunyi. Mereka pasti baru jalan dari kelas!" tambahnya seraya mengumpulkan kartu-kartunya dan memasukkannya kedalam wadahnya.

"Jadi kau disini dari jam masuk?" tanya JiYong lagi. SeungRi hanya menangguk membenarkan. "Wah~ parah! Aku laporkan ke pak guru lho!"

BLAK!!!

Tiba-tiba pintu terbuka dan membuat dua orang yang berada didalamnya benoleh kearah pintu dengan tampang kaget. Tampak seseorang yang tengah terengah sambil memegang knop pintu. " YongBae hyeong?" tanya SeungRi yang raut mukanya belum berubah. "Waeyo?"

"D..DaeSeong! Dia berkelahi lagi!" teriaknya, dan segera berlari pergi dari sana. SeungRi dan JiYong mengikuti laki-laki berambut kepang model pria kulit hitam itu pergi dari sana setelah mengunci rapat pintunya.

---

Terlihat banyak sekali yang berkerumun di halaman belakang sekolah. SeungRi dan JiYong mencoba melihat siapa yang ada di tengah kerumunan. Namun mereka tidak menemukan DaeSeong disana. Apakah mereka baru saja dikerjai? Namun sesaat kemudian, terlihat seseorang memanggil mereka diam-diam. Yongbae, laki-laki dengan rambut kepang layaknya pria afrika-amerika itu melambai pada dua temannya dan menyuruh mereka datang diam-diam. Dan sesuai instruksi, keduanya berlari kearah YongBae tanpa diketahui yang lain.

"DaeSeong hyeong tidak apa-apa?" tanya SeungRi sesaat setelah bertemu dengan 3 orang yang lain.

"Kau tidak menanyakanku? Kan aku yang kena pukul berandalan itu!" Seorang lagi yang duduk disebelah DaeSeong protes. SeungHyun. Atau yang lebih akrab mereka panggil dengan Tabi, mengerang kecil sambil mengobati sendiri luka di pipinya. "Kau punya plester?" katanya lagi pada DaeSeong.

DaeSeong mengeluarkan plester luka dari saku celana seragamnya dan menyerahkannya pada Tabi. "Mianhamnida, Tabi Hyeong..aku tidak bermaksud.." ujarnya sambil menunduk hormat pada Seonbaenya itu.

"Sudahlah!" potong Tabi sebelum DaeSeong menyelesaikan ucapannya. "Tapi ingat! Lain kali jangan kau ulangi! Seorang guru tidak boleh punya catatan kriminal! Ingat itu!" lanjutnya menasehati hoobaenya yang hanya mengangguk-angguk saja.

"Ne..Tabi Hyeong!" jawabnya.

***

Bel pulang sekolah berdering keras. Kelas 2-3, kelas dimana YongBae belajar, segera mengakhiri kelas. Setelah Pak Guru mengakhiri kelas, dan keluar ruangan mendahului anak muridnya, siswa-siswi di kelas tersebut pun segera berkemas dan beranjak keluar ruangan, entah untuk kegiatan club, atau langsung pulang ke rumah.
YongBae yang duduk di bangku dekat jendela lorong kelas, sudah mulai berdiri dan memasukkan buku-bukunya kedalam ranselnya. Namun ketika hendak pergi, seseorang mengagetkannya tiba-tiba dengan melompat masuk melalui jendela. "AIGOO~!!" teriak YongBae dan membuat yang lain menoleh kearahnya. "JiYong-a?? Wae?" ujarnya kemudian.

"Ada kegiatan setelah ini?" tanya JiYong segera.

YongBae langsung memperlihatkan kantong bola basket yang ia bawa di tangan kanannya. "Seperti biasa..~" jawabnya singkat.

"Aish..temani aku main yuuk~!" pintanya, kemudian tersenyum. YongBae menggeleng.

"Main sama SeungRi! Biasanya kan kau mengganggunya~" jawab YongBae. Ia lalu menggendong ransel, dan membawa kantong bolanya di bahu kanannya. "Sudah ya! Aku mau ke lapangan! Kalo tak ada acara, nonton saja! Dah~!" lanjutnya, kemudian pergi. Sedangkan JiYong hanya bisa melengos, kemudian mengambil yoyo dari kantong celananya dan memainkannya seraya berjalan pergi.

---

"YongBae! Tangkap!" seru seseorang seraya berlari dan melemparkan bola basket pada YongBae yang sudah lari terlebih dulu didepan. Namun setelah bola tersebut dilempar kearahnya, YongBae tidak berhasil menangkapnya, dan bola itu keluar garis lapangan.

"Aish!" keluhnya, kemudian merunduk 90 derajat dan mengambil nafas dalam-dalam. "Maaf! Maaf!" ujarnya setelah menegakkan badannya. Tapi teman-temannya hanya menepuk bahunya untuk mensuportnya agar tidak melakukan kesalahan lagi.

Beberapa menit kemudian, pelatih meniup peluitnya dan menginstruksikan anak-anak didiknya untuk istirahat sejenak. YongBae duduk bersama beberapa temannya di bangku di tepi lapangan untuk istirahat dan minum. "Kau kenapa, YongBae?" tanya salah seorang temannya yang rambutnya diikat membentuk bulatan di belakang kepalanya.

"Aku? Kenapa apanya?" YongBae balik tanya setelah meneguk air mineralnya dan menutup botolnya, kemudian mengelap wajahnya yang penuh keringat dengan handuk.

"Permainanmu! Akhir-akhir ini kau seperti kehilangan pikiran saat bermain! Kau ada masalah?" kata temannya itu lagi.

"Aku? Ahni~" jawab YongBae jujur. "Mungkin karena sedikit kelelahan!" lanjutnya. Temannya mengangguk kecil.

"Jangan sampai kondisimu memburuk ya! Sebentar lagi turnamen!" katanya, kemudian pergi ke tengah lapangan. Sedangkan YongBae masih teta duduk dan hanya mengangguk. Sekali lagi menyeka keringat di wajah dan kepalanya dengan handuknya.

***

6.30 pm

YongBae dalam perjalanan pulangnya dari kegiatan club. Sudah senja, dan dia harus cepat-cepat pulang. Ia berjalan menyusuri trotoar yang cukup sepi, dan mulai dihiasi lampu jalanan berwarna oranye kekuningan, menuju ke rumahnya yang berjarak 1 kilo meter dari sekolah.

Tapi tak jauh dari sana ia melihat seseorang sedang berkutat dengan skuter listrik lipatnya. Dari posturnya saja sudah bisa dikenali, siapa orang yang sedang berjongkok sambil memandangi mesin skuter listrik itu. "Tabi Hyeong!" seru YongBae seraya berlari kearah orang itu.

"Hei! Baru pulang?" tanya Tabi basa-basi.

"Iya!" jawab YongBae pendek. "Kenapa skuter mu, hyeong?"

"Nggak tau! Akhir-akhir ini suka ngadat! Mungkin listriknya boros~!" jawab Tabi sok tahu.YongBae memeriksanya. "Gimana?"

"Ada beberapa bagian yang agak konslet!" ujar YongBae jujur.

"Kamu ngerti mesin ya?" tanya Tabi. Tidak ada yang tahu ternyata YongBae tahu soal mesin. YongBae mengangguk sedikit.

"Karena di Seoul aku tinggal sendiri, jadi harus belajar segalanya! Termasuk mesin!" jawab YongBae. Ia lalu mengambil beberapa alat dari dalam ranselnya, dan membenarkan beberapa bagian skuter listrik itu. Tak lama kemudian ia berdiri. "Mungkin emang belum sempurna, tapi kalau cuma sampai rumah masih bisa kok!" ujarnya sambil memasukkan alat-alatnya tadi kedalam tas, dan mengelap tangannya dengan sapu tangan dari kantong celananya.

Tabi mencoba menyalakan skuter listriknya lagi. Menyala. Ia tersenyum lebar. "Wah..kau hebat, YongBae-a!" ujar Tabi senang. Sedangkan YongBae hanya tersenyum mendengar pujian untuknya. "Ah..bagaimana kalau hari ini aku mentraktirmu makan?" kata Tabi tiba-tiba dengan tampang sumringah.

"He? Jeongmalayo?" tanya YongBae. Karena jarang-jarang bisa dapat traktiran dari seonbaenya yang satu ini. Tabi mengangguk mantab.

"Anggap saja sebagai bayaran memperbaiki skuter!" jawabnya. "Kita ke kedai di ujung ya!" ajak Tabi kemudian. YongBae mengangguk senang. "Oke, kajja!" seru Tabi dan segera melaju dengan skuternya.

"He?? Tabi Hyeong?? Aku lari nih??" YongBae protes setelah tahu Tabi meluncur duluan dengan skuternya.

"Kamu kan anak basket! Sampai ketemu disana ya! Akan aku pesankan sesuatu yang segar untukmu!!" seru Tabi seraya meniggalkan YongBae.

"Aish~jeongmal..!" YongBae bergumam protes. Meski begitu, ia tetap berlari mengikuti seonbaenya.

---

Kenyang. Mereka baru saja selesai makan. Dan Tabi benar-benar mentraktir YongBae. Dia sedang kaya rupanya! Sesaat kemudian, Tabi mulai menuang soju yang sudah dipesannya sejak awal, kemudian meminumnya satu teguk. "Ahh~" desahnya. Sepertinya puas sekali bisa minum alkohol setelah makan.

"Hyeong benar-benar minum alkohol?" tanya YongBae. Tabi mengangguk. "Sejak kapan?"

Tabi tampak mencoba mengingat. "Aku lupa, sudah lama sih..memangnya kenapa?" Tabi malah balik tanya. "Asal tidak ada yang tahu! Aku hanya minum beberapa teguk! Kalau sampai mabuk, bisa dimarahi eomma! kau mau?"

"Tidak, terima kasih!" tolak YongBae sopan.

Mereka terdiam. Namun sejenak, Tabi kembali membuka pembicaraan. "DaeSeong..aku tidak habis pikir ia merealisasikan usulanku sampai segitunya!" katanya, membuat YongBae memandangnya penuh tanya. "Kau lihat kan, dulu DaeSeong cuma anak rajin yang suka tersenyum? Tapi lihatlah sekarang, dia jadi seperti itu! Sekali pukul, habislah semuanya!"

Tabi menarik nafasnya sambil membenahi posisi duduknya. "Kau tahu bagaimana caranya membuat ia kembali seperti semula?" katanya pada YongBae.

"Tidak tahu.. Hyeong yang lebih dekat dengan DaeSeong kan?" jawab YongBae.

"Iya juga sih~" ujar Tabi, kemudian meneguk satu tegukan soju lagi, dan memperhatikan gelasnya yang terus ia putar dengan tangannya. "Kau sendiri, bagaimana basketmu?"

YongBae terdiam dan menyunggingkan senyum kecil. "Lalu bagaimana dengan JiYong dan SeungRi? Sudah lama aku tidak memperhatikan mereka sejak DaeSeong jadi berbau kriminal! hahaha.." katanya jujur.

YongBae hanya menanggapinya dengan senyum. Meskipun urusannya sudah selesai, ia tetap menunggui Tabi sambil mendengarkan celotehnya sampai malam. Ia takut Tabi akan benar-benar mabuk meski bilang hanya akan minum beberapa teguk saja.

***To Be Continue***

Thanks for reading, and don't forget to leave a coment!
coment teman-teman sangat membantu dalam kemajuan ff selanjutya^^ *halah*
and just wait for the next chapter!^^

-Keep Shinee Like HIKARI-

10 comments:

  1. wehehe apik ceritane tapi kok tokoh utamane durung metu yo ? atau hanya author ?
    hmm..Daesung berubah ? aku yo wis tau nggawe ceritane sing Daesung dadi kriminal tapi ora ono feel e

    ReplyDelete
  2. tokoh utamane mereka berlima..emang sengojo tak gawe akeh~hhha =p ak mung nyeritakke thok,sebagai adik yg baik nyeritakke kisah kangmase dan kawan2~*halah*
    baca donk~nek2 aku ada saran~^^

    ReplyDelete
  3. haha uwis dibaca kok..
    pas pertamane tak kiro kowe dadi author e tok..
    karena kowe nyeritakke secara detail.. hehe
    kan sing ngeluke Big Bang e, bukan kowe.. hehehe

    ReplyDelete
  4. saya harus nongol donk~kkk..
    ga ada ChaeYong ga rame~ #PLAKK

    ReplyDelete
  5. I spot.. G-Ri Todae! uyeeeeeeehh *lari keliling lapangan* (?)

    yah sayang bukan fic BL (??)

    tapi yah~ saya anggap ini fanservice deh
    (di dalam fanfic ada fanservice?)

    Lanjut baca yang part 2~~ baibai Sidiiiii (??)

    ReplyDelete
  6. *ikutan lari keliling lapangan,tali sepatu keinjek kaki sendiri,jatoh,pingsan*

    BL apaan?

    hahaha..oke!makasih dah baca~

    ReplyDelete
  7. BL : Boys Love~ XD

    wahaha Shonen Ai lah.. belom menjurus ke yaoi pokoke~ (?)

    apdet dongs~
    mawu liat si jidi kok jenius gitu bahahaha aneh aneh aneh~

    hayuukk apdeeett~ *guling guling w/ gaho*

    ReplyDelete
  8. owalah~shonen ai..
    wahaha..lha aku bingung masa segitu banyak bego semua..jadi tak bikin yg jenius satu #PLAKK

    oke apdet!apdet!!

    ReplyDelete
  9. haha guw suka pembukaan pas perkenalan smw tokohny.. Ky d komik2 gt.. Haha keren.. Daesung jd brandalan *smirk* jd aneh.. Lanjuut..

    ReplyDelete