Wednesday, June 29, 2011

KKOTMINAM [PART 3]

PART 3 datang~!!!
setelah terganggu 1 FF baru kemaren karena idenya datang tiba-tiba, akhirnya hari ini saya kelarin FF ini!^^
enjoy reading guys~!^^

KKOTMINAM


Seseorang menepukku saat aku hendak kembali masuk kedalam bangku penonton, dan reflek, aku menoleh ke arah orang itu. "Eonni.." katanya padaku. Namun sesaat kemudian raut wajahnya jadi lain. "Sebentar, aku seperti mengenalmu!" katanya lagi.

Aku jadi gugup sekarang, dan mencoba mencari celah untuk melarikan diri. "Kau.." katanya lagi sambil menunjuk ke arahku. Namun sebelum sempat ia meneruskan kata-katanya, aku bergegas melarikan diri dengan macam-macam alasan, kemudian berlari masuk kedalam kerumunan penonton. Hahh.. aku tidak tahu apa aku bisa menemuinya nanti. Sora..

***

Mencoba memetik-metik gitar dengan asal sambil menyanyikan sedikit lirik lagu kakakku, itu yang aku lakukan sekarang. Mungkin sedikit bodoh caraku untuk mendekati seorang gadis, tapi aku pikir ini cara satu-satunya. Untuk disukai seseorang yang menyukai kakakku, aku harus menjadi seperti kakakku. Paling tidak, mendekati. Tapi aku merasa seperti bukan diriku. Humh..

Tapi baru sebentar aku membuat kebisingan di ruang tengah. Ibu tiba-tiba memanggilku, katanya ada yang datang untuk menemuiku. Aku bergegas berlari kedepan beserta gitar yang sejak tadi aku mainkan. "Ah.. Sora?" gumamku setelah melihat siapa yang datang.

---

"Kau mulai main gitar sekarang?" tanya Sora padaku sambil membuka-buka bukuku yang baru ia ambil di lemari. Mungkin komik. Aku mengangguk kecil.

"Belajar sedikit-sedikit. Aku pikir seorang anak laki-laki harus bisa main gitar!" jawabku beralasan. Padahal itu bukan alasanku yang sebenarnya.

"Keurae? Setahuku kau tidak pernah berdekatan dengan hal-hal seperti main musik dan bernyanyi?" katanya lagi.

"Ummh itu.." aku menggantung jawabanku. Tapi sepertinya ia juga tidak meminta jawaban dariku. Sora berbalik ke arahku setelah mengembalikan buku yang dilihat-lihatnya kembali kedalam lemari. Ia kemudian mengambil gitar di tanganku dan duduk di sebelahku dengan posisi hendak memainkan gitar.

"Soal yang begini, aku lebih mahir darimu! Bagaimana kalau aku yang mengajarimu?" katanya menawarkan diri. Emh.. aku tidak bisa menolak saat ia menawarkan dengan tersenyum seperti itu. Dan dengan gugup aku mengangguk pelan. "Oke, jadi kau sudah sampai dimana?" tanya Sora lagi.

Aku berpikir sejenak. Bahkan aku sebenarnya tidak tahu bagaimana cara memainkannya. Kunci, not, dan bagaimana cara memetiknya sehingga membuat sebuah melodi. Aku masih kosong soal itu. Jadi aku tidak bisa menjawab pertanyaannya. "Umh.."

"Oke, kita mulai dari yang dasar saja!" katanya. Sepertinya Sora tahu bahwa aku tidak mengerti apapun soal ini. Ia tampak akan memulainya, namun sejenak kemudian ia mengalihkan perhatiannya padaku. "Tapi, les dadakan ini nggak gratis!" katanya lagi dengan senyum kecil.

"Mwo? Kau mau apa dariku?" tanyaku sambil belagak seakan sedang melindungi kehormatanku dari ancaman seorang lelaki hidung belang.

"Ya!! Kau pikir aku wanita seperti apa??" teriaknya sambil hendak memukulku, namun ia mengurungkannya. Aku juga mengambalikan posisiku seperti semula. "Antar aku belanja besok! Oke?" pintanya padaku.

"Ne.. arra!" jawabku singkat. Dan dia mulai memetik gitar menyanyikan sebuah lagu sebelum mengajariku. Mungkin lebih baik ia menyanyikan satu album untukku dan aku tidur di sebelahnya. Mungkin akan seperti di surga~.

***

"Ne arrayo! Aku akan segera menjemputmu setelah ini! Aku lagi di kampus! Habis ketemu dosen!" ujarku bohong sambil sesekali memperhatikan dandananku di cermin besar yang diletakan di dindin toilet wanita itu. "Iya iya! Sampai nanti!" lanjutku, kemudian menutup ponselku dan mengantonginya.

Aku kemudian keluar dari toilet dan bergegas untuk kembali untuk menonton konser kakakku yang sedang berlangsung. Namun sepertinya F.T Island baru saja akan kembali dari panggung ke ruang ganti untuk mempersiapkan penampilan selanjutnya. Dan sialnya, mereka berlari ke arahku bersama official dan segerombolan primadona yang mengejar mereka. Sebenarnya bisa saja aku kembali masuk kedalam toilet untuk menyelamatkan diri, namun sebelum sempat, seorang official berbadan besar menabrakku dan membuatku tersungkur dilantai.

"Ah.. aku pasti mati! Aku pasti mati!" gumamku dan tetap diam dilantai menunggu gerombolan itu menginjak-injakku. Namun aku merasa seseorang mengangkatku dan menarikku pergi. Apakah malaikat yang mengangkat dan menarikku ke surga?

Tapi sepertinya aku salah. Karena kini aku berada di ruangan dengan banyak cermin, lampu, dan kostum panggung. Meskipun aku belum pernah melihat surga, tapi aku yakin surga tidak seperti ini. Dan kini aku sedang duduk di salah satu sudut ruangan dengan wajah bodoh dan bingung.

"Neon gwaenchana?" seorang wanita tiba-tiba datang dan bertanya padaku sambil membawakan air untukku. Mungkin ia pikir aku masih shock karena tiba-tiba terjatuh karena kerumunan yang tadi. Ia kemudian memberikan air minum itu untukku. "Minumlah, dan istirahatlah sebentar disini!" ujarnya. "Jika membutuhkan sesuatu, bilang saja pada salah satu dari kami!" katanya lagi, kemudian menepuk pundakku dan pergi.

Aku masih memandang sekeliling dengan bingung. Dan tiba-tiba seorang yang tidak asing di mataku datang berlari menghampiriku. "Neon gwaenchana? Aku kaget tiba-tiba ada yang jatuh didepan kami! Jadi daripada kau terinjak-injak kami membawamu kemari! Semoga saja tidak ada primadona yang tahu tentang ini!" ujarnya segera dengan senyum lebarnya.Hah.. kenapa orang ini harus kemari. Ia Jae Jin, basis F.T Island, dan mungkin selain kakakku yang aku kenal di band ini adalah dia, karena usia kami sama. Makanya aku takut dia akan mengenaliku.

"Tapi sebenarnya bukan aku yang berniat membawamu kemari pada awalnya, tapi dia, Hong Ki hyung! Tapi.. beberapa hari sebelumnya ia pernah bilang padaku kalau ia sedang tertarik dengan seorang primadona!" ceritanya padaku. Aku juga pernah mendengar itu dari hyung! Jadi dia tidak hanya bercerita padaku. Jae Jin kemudian memandangku dengan tatapan jahilnya. Aish.. dia ini.. "Mungkin saja kau itu yang dia maksud! Karena ia begitu antusias saat mengangkat dan menarikmu tadi!" lanjutnya lagi.

Tidak mungkin aku mempercayainya. Aku merasa ia hanya menggodaku. Makanya aku mengalihkan pandanganku ke arah lain. Namun aku merasa sejak tadi ia terus memperhatikanku, makanya aku mengembalikan pandanganku ke arahnya. "W..wae yo?" tanyaku gugup.

"Aku seperti pernah mengenalmu.." katanya sambil terus memperhatikan wajahku. Ah.. tidak~ aku sudah merasa ini akan terjadi saat melihat Jae Jin datang. Tapi aku mohon.. jangan.. "Kau.. Hyun Ji ya?" ujarnya, dan reflek aku menutup mulutnya dengan salah satu tanganku, dan tanganku yang lain meraih lehernya untuk menekannya. Namun aku segera melepaskannya saat beberapa orang memandang ke arah kami. "Kau benar Hyun Ji??"

"Ssttt!!!" aku menyuruhnya diam. Aku tidak mau semua orang di ruangan ini termasuk kakakku mendengarnya. Cukup Jae Jin saja yang tahu tentang ini.

"Kau.. kenapa..??" Jae Jin memandangku aneh. Namun aku tetap menginstruksikannya untuk diam.

***

Dan tanpa dinyana-nyana.. seketika berita itu menyebar ke seluruh media, bahwa F.T Island Lee Hong Ki telah menyelamatkan seorang primadona dan membawanya masuk kedalam ruang ganti F.T Island. Dan di sinyalir bahwa gadis itu adalah gadis yang dirumorkan dekat dengan Hong Ki. Apa-apaan ini?? Menyebalkan sekali! Media akhir-akhir ini banyak menyebarkan kabar kacangan!

Jae Jin pun tertawa terbahak-bahak saat menelponku pagi ini. Setelah ia membaca beritanya di koran, ia segera menelponku, tepat setelah Dong Sun menertawaiku melalui telepon juga. Ada apa dengan mereka hari ini? Apa mereka bersekongkol mengerjaiku?? Menyebalkan sekali.

"Sebenarnya hanya orang bodoh yang tidak tahu bahwa kau Hyun Ji! Tapi aku tidak mungkin menyebut kakakmu bodoh kan?" Jae Jin tertawa lagi.

"Ya! Diamlah! Kalau kau ada di depanku sekarang sudah ku habisi kau!" teriakku di ponsel pada Jae Jin. Namun dia malah tertawa lepas.

"Caramu untuk mendapatkan tujuanmu itu yang membuatku tidak habis pikir! Kenapa kau tidak langsung saja tanya pada kakakmu? Kenapa kau harus menjadi wanita? Kau gengsi ya?" ujarnya padaku. Kalau dipikir-pikir iya juga sih? Kenapa aku tidak tanya langsung pada kakakku? Ah.. tapi semuanya sudah terlanjur! Lagi pula kalau caranya tidak seperti ini, FF ini ga bakal ada kan? (EH?)

"Ahh.. sudahlah! Kau pergi latihan saja sana! Dah!" kataku kemudian menutup ponselku. Aish.. dia ini benar-benar.

***

"Hyun Ji-a.. kenapa tiba-tiba kau membatalkan janji kemarin? Padahal aku sudah siap-siap! Kau juga tidak memberi kabar setelah itu! Apa terjadi sesuatu?" tanya Sora padaku saat kami tengah duduk-duduk di taman kampus. Seperti biasa.

"Ahni.. hanya urusan dengan dosen kemarin kelarnya nggak cepat!" jawabku bohong. Ia hanya mengangguk dan tidak bertanya lebih lanjut tentang hal ini. Leganya~. Tapi sesaat kemudian Sora tampak kesal dan sesekali berteriak-teriak. "Kau kenapa?"

"Tidak tahukah berita pagi ini membuatku kesal?? Hong Ki-oppa menyelamatkan seorang gadis! Dan mereka bilang Hong Ki-oppa naksir gadis itu?? AH!! Aku mengutuknya!!" Sora berteriak kesal. Aigoo~ dia.. apa dia benar-benar mengutukku?? Sesaat aku menelan ludah. Aku bisa mati kalau dia benar-benar mengutukku.

"K..keuraeyo? Umh.. kalau begitu.. untuk menghiburmu.. bagaimana kalau hari ini kita makan es krim?" ajakku dengan senyum yang sedikit di paksakan. "Aku yang traktir!"

"Jincha?" katanya dengan wajah berseri. Aku mengangguk kecil, dan Sora tampak benar-benar senang. "Jeongmal gomawo! Kajja!" katanya, dan bergegas menarikku pergi dari sana dengan gaya kanak-kanak. "Dandananmu benar-benar keren hari ini!" katanya kemudian.

"Jinchayo?"

"Umh! Jincha!"

***

Setelah mandi hari ini, aku bergegas ke kamar untuk berganti baju dan segera melaksanakan tugas belanja dari ibu. Belanja bulanan. Tugas pokokku setiap awal bulan. Namun tiba-tiba ponselku di meja belajar berdering dan segera ku ambil sebelum aku sempat berganti baju. Jae Jin? Ada apa lagi dia?

"Yoboseyo! Mau mengganggu lagi?" ujarku padanya. Namun setelah mendengar teriakannya aku jadi ikut berteriak. "MWORAGO?? JINCHAYO?? MATI AKU!!" aku berteriak.

"Hyun Ji-a? Waeyo??" tanya ibuku. Sepertinya ia mendengar teriakanku dari dalam kamar.

"Gwaenchana eomma!" teriaku menjawab. "Kau serius??" aku bertanya lagi pada Jae Jin.

"Sumpah! Hyung yang bilang padaku mau bertemu gadis itu! Dia menyuruhku menghubungimu karena melihat kita tampak akrab kemarin!" ungkap Jae Jin. Aku benar-benar akan mati kali ini! Apa yang harus aku lakukan?? "Hyun Ji-a? Gwaenchanayo?"

"Anhiyo! Aish! Kenapa kau tidak bilang saja kau tidak bisa menghubungiku! Paboya!" ujarku memarahinya.

"Tapi ini sudah terlanjur!" katanya beralasan. Aish! Bocah itu! Kenapa tidak sejak awal aku menghindarinya saja?? Aku jadi kesal sendiri. "Oke? Besok datanglah ke bistro tempat kita biasa bertemu! Aku akan datang bersama Hyung juga! Araseo?" katanya.

Aku mendengus kesal. "Ne arra!" jawabku pendek kemudian menutup ponselku. Oke, mulai sekarang aku akan mati!

***To be Continue***

Thanks for reading and don't forget to leave a coment!
jeongmal gamsahaeyo~!^^

-Keep Shine Like HIKARI-

No comments:

Post a Comment