Tuesday, June 14, 2011

My Brother [PART 2]

Hasrat gw buat bikin beginian ga bisa nunggu kelar ujian~ -_____-
padahal gw udah niat buat kelarin ujian dulu baru yang lain.. tapi emang ga bisa..
jiwa gw ada di sini, bukan di kampus! *gw berharap orang tua gw baca ini* *curcol*
oke.. ini part 2 nya dari FF b2st tantangan dari temen gw..dan gw harap kalian suka!^^ selamat membaca~!!

My Brother "Confession"


"Dia! Gadis ini! Malaikatku itu!" Gi Kwang berbisik menjawab pertanyaanku.

"Gadis malaikat?" tanyaku tidak mengerti. Namun ia mengangguk dengan senyum lebar yang membuatku semakin penasaran.

"Yang aku ceritakan kemarin! Malaikat!" tegasnya padaku.

Aku baru menyadarinya. Gadis itu, malaikatnya. Shin Min Yeon. "MWO???"

***

Kami berdua pulang setelah menghabiskan makanan dan Gi Kwang dijemput sekelompok orang karena diketahui ia membolos les akademis demi membuntuti malaikatnya, yang ternyata Min Yeon. Dimana ia menemukan Min Yeon? Apa tidak ada gadis lain? Kenapa Gi Kwang selalu berada dalam satu lingkaran denganku?? Aish..takdir itu kadang-kadang menyebalkan juga!

Sepanjang perjalanan pulang, Min Yeon sepertinya terus memperhatikanku yang terdiam dan terkesan melamun. Sampai aku tersadar aku berjalan melewati halte bus, dimana seharusnya aku menunggu bus yang akan aku tumpangi.

"Oppa gwaenchana?" Min Yeon bertanya padaku, memastikan keadaanku baik-baik saja. Aku mengangguk kecil dengan senyum tipis yang terkesan dipaksakan.

"Ne! Gwaenchana!" jawabku pendek.

"Aku tidak tahu yang sebenarnya, tapi.. oppa belagak aneh setelah bertemu Lee Gi Kwang! Memangnya apa yang kalian bicarakan?" tanya Min Yeon dengan wajah polosnya. Sepertinya ia benar-benar tidak tahu. Atau hanya pura-pura?

"Ahniyo.. hanya pembicaraan biasa antar laki-laki!" jawabku. "Jadi kau seorang gadis tidak perlu tahu!" tambahku untuk membuatnya menyerah menanyakan tentang hal ini.

"Hei! Apa kalian merencanakan sesuatu? Kudeta? Teror bom?" tanya Min Yeon melucu.

Aku tersenyum kecil. "Ha..Ha..! Lucu sekali~!" ujarku dengan tawa yang dipaksakan, dan membuatku harus melindungi wajahku dari pukulan tangan kecil Min Yeon. Namun tangan kecil itu menyakitkan!

***

Aigoo~, sudah pagi? Aku baru bangun sejak kemarin tidur sepulang dari mengantar Min Yeon berbelanja keperluan musim dingin. Ini masih terlalu pagi, tapi aku tidak akan tidur lagi. Aku memilih bangun dan membuat secangkir susu coklat hangat. Udara pagi ini sangat dingin. Aku tidak pernah bangun sepagi ini. Sudah lama sejak aku berhenti menjadi loper koran karena aku menjual sepedaku untuk membayar uang sewa kamar selama 3 bulan. Hahh.. sumber penghasilanku~.

Selesai membuat susu coklat, aku duduk di sofa butut  yang ada disebelah ranjangku sambil membaca komik yang sepertinya sudah puluhan kali aku baca. Tapi membaca kebodohan yang ada dalam komik ini masih saja membuatku tertawa.

"Hyungnim! Gi Kwang yang tampan datang!!!" seseorang tiba-tiba berteriak berbarengan dengan suara pintu kamar sewaku terbuka. Aku tertegun sejenak memandang ke arah pintu, namun sesaat kemudian aku menaruh gelas ke meja dengan cepat, kemudian berusaha menghalanginya masuk ke kamar sewa ku.

"Apa yang kau lakukan pagi-pagi begini?? Pulanglah!" ujarku seraya mendorongnya keluar pintu. Namun Gi Kwang cukup kuat untuk menjaga dirinya tidak terlempar keluar pintu.

"Ayolah hyung! Aku ingin ngobrol denganmu!" jawab Gi Kwang ngeyel sambil berusaha mendorongku masuk.

"Pergilah! Nanti kau bisa dimarahi Omonim kalau dekat-dekat denganku!" perintahku lagi padanya. Namun tiba-tiba seakan kekuatan Gi Kwang bertambah dengan cepat. Ia mendorongku masuk kedalam rumah hingga aku jatuh tersungkur dilantai. Kemudian ia menutup pintu kamar sewaku itu keras.

"Jadi itu alasannya kenapa hyung selalu menyuruhku menjauhimu? Aish..Jincha..~!" ujarnya, kemudian tersenyum kearahku. "Apa karena hyung menyayangiku, jadi kau menyuruhku menghindarimu demi keselamatan jiwaku?" Haish.. bocah itu mulai menggodaku!

Aku bangun dan membersihkan bajuku, kemudian berlalu kembali duduk di sofa dan menghirup susu coklatku. "Ahh~ aku tidak tahu hyung begitu menghawatirkanku! Aku pikir kau benar-benar ingin aku pergi dari hadapanmu, makanya aku tidak pernah menyerah menampakkan diri!" Gi Kwang menyimpulkan seenak hatinya.

"Mau apa datang kemari pagi-pagi? Mengganggu saja!" ujarku tanpa memandang ke arahnya. Mataku masih tertuju pada komik yang aku baca, meski sebenarnya aku tidak benar-benar membaca komik itu.

Tiba-tiba Gi Kwang melompat duduk di sebelahku dan melirik komik yang aku baca. "Cuma ingin ngobrol! Sudah lama aku tidak datang ke kamar kecil dan kotor ini!" ujarnya dan matanya menjelajahi sekeliling ruangan dimana kami sedang berada sekarang. "Kenapa hyung tidak mau tinggal di rumahku sih? Dari pada tinggal di tempat seperti ini!" Gi Kwang mulai membujuk lagi. Namun aku tidak menjawab. Ia pasti tahu alasanku kenapa tidak mau datang meski ia menyuruhku berulang kali untuk tinggal di rumahnya.

"Yah, hyung! Ngomong-ngomong.. apa hubunganmu dengan Min Yeon-ssi?" tanya Gi Kwang tiba-tiba sambil memandang kearahku dengan tampang penasaran. Aku menutup komik dan berusaha menutupi bahwa aku kaget mendengar pertanyaannya yang tiba-tiba.

"W.. wae? Kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal itu?" tanyaku sedikit gugup. Ahh!! Ada apa denganku??

"Ahni! Aku hanya penasaran dengan hubungan kalian! Sepertinya Hyung dan Min Yeon-ssi begitu dekat." jawab Gi Kwang seraya merebut komik yang ada ditanganku kemudian membolak-balik halamannya dengan cepat. "Sejak kapan kalian kenal?"

"SMP! Dia adik kelasku di SMP. Dulu kita tidak satu sekolah saat SMP, jadi kau pasti tidak mengenalnya!" jawabku jujur, namun tetap menyembunyikan perasaan gugupku saat menjawab pertanyaannya.

"Ah.. arra! Coba waktu itu aku membujuk Eomma lebih keras! Pasti aku bisa bertemu Min Yeon-ssi!" ujarnya pada dirinya sendiri. "Ah.. aigoo~! Dia benar-benar mengalihkan duniaku! Hahh.. hyung! Eottokajyo~?" lanjutnya resah sendirian. Aku hanya memandang aneh kearahnya, kemudian pergi meninggalkan bocah itu ke toilet. Melaksanakan tugas suci.

***

Aku berjalan menyusuri sepanjang jalan ke arah taman kota. Aku ingin nonton pertunjukan gratis di taman kota itu, karena tidak punya hiburan dirumah, jadi lebih baik aku pergi keluar. Namun betapa terkejutnya aku saat bertemu orang paling tidak ingin aku temui seumur hidupku. Sepertinya mereka memang menungguku disana. Padahal sudah lama, kenapa mereka muncul lagi??

Aku menarik nafas dalam-dalam kemudian melanjutkan langkahku dan berusaha terlihat tidak terpengaruh oleh mereka. Namun sepertinya mereka memang sedang menungguku. Salah satu mereka menahan lenganku dan membuatku mundur beberapa langkah. Aku melepas nafas pendek dan memandang ke arahnya, "Aku sudah tidak tertarik dengan permainan kalian!" ujarku pendek, kemudian berusaha keluar dari kerumunan mereka. Namun mereka tetap menahanku disana. "Ya! Apa mau kalian?" aku sedikit berteriak pada mereka.

"Hmmh.. kau benar-benar sudah lupa atau pura-pura bodoh? Hah?? Hutangmu setahun yang lalu! Aku harap kau masih ingat!" ketua mereka menjawab pertanyaanku dengan senyum penuh cemooh tampak di wajahnya. "Gara-gara kau, kami jadi kehilangan kesempatan emas itu! Kau harus membayarnya!"

Aku tersenyum kecil sambil memandang ke arah lain, namun sesaat kemudian kembali memandang ke arah mereka. "Jadi kalian masih terus mengingat hal itu?? Nggak penting!" ujarku dan sedikit terkekeh. "Tidak bisakah kalian hidup menjadi orang yang lebih baik? Aku sudah tidak tertarik dengan urusan kalian sekarang! Biarkan aku pergi!" ujarku dengan tampang serius.

"Hahh.. sok baik! Tapi tanpa kami jadi apa kau sekarang? Kau tidak bertambah kaya! Kau juga bukan orang yang terhormat sekarang!" ujarnya lagi padaku.

"Keurae? Tapi aku tidak hidup dengan dikejar rasa bersalah sekarang! Aku merasa lebih terhormat karena ini!" ujarku pada mereka, kemudian berlalu. Aku mendengar mereka berteriak-teriak mengancamku dan menyumpahiku. Tapi aku tidak perduli lagi. Aku tidak mau mengulangi kesalahanku di masa lalu.

***

"Oppa gwaenchana?" tanya Min Yeong sambil menyodorkan minuman kaleng padaku, kemudian duduk disebelahku dan menonton perform dari sebuah band dengan penampilan akustik mereka. "Aku lihat gerombolan itu mengganggumu lagi!" lanjutnya, kemudian menenggak minumannya sendiri. Aku tidak membuka minumanku, hanya memutar-mutarnya di tanganku dan memandanginya. "Atau perlu aku yang maju menghentikan mereka?" Min Yeon menawarkan diri.

"Andwe.. gwaenchana! Jangan libatkan dirimu soal ini! Aku sudah tidak peduli dengan mereka!" cegahku. Min Yeon tidak berubah sejak pertama kami bertemu. Ia kadang berusaha menjadi tameng ku meski ia tidak cukup kuat untuk menghadapi masalahku.

"Tapi mereka peduli padamu oppa!" jawab Min Yeong tampak menghawatirkanku.

Aku tersenyum tipis padanya. "Keurae? Kalau begitu, mungkin mereka mencintaiku!" candaku padanya, dan membuat wajah khawatirnya berubah menjadi senyum kecil.

"Haish.. oppa! Jeongmal!" ujarnya sambil mendorong pundakku hingga aku sedikit goyah. Dan kami tertawa setelahnya. Entah kenapa saat bersamanya, aku bisa menjadi seseorang yang mudah bercanda. "Oh ya oppa, ada kabar lagi tentang adikmu itu? Aku masih penasaran soal kalian!" ujarnya tiba-tiba. Aish.. hari ini semuanya serba tiba-tiba. Untung aku tidak punya penyakit jantung!

"Kau benar-benar akan membuat sebuah novel tentang kami? Aku akan meminta royalti yang besar darimu kalau begitu!" jawabku kemudian terkekeh dan membuat Min Yeon kembali mendorongku. "Wae?? Aku mengatakan sesuatu yang salah?" ujarku pura-pura tidak tahu.

"Oppa! Jincha! Hahh.. aku tidak tahu bagaimana aku bisa tahan denganmu! Aigoo~! Mungkin aku sudah tidak waras!" keluhnya pada diri sendiri. Aku tersenyum lebar sambil memandang tajam kearahnya.

"Mungkin kau sudah terpikat karismaku!" ujarku sombong. Dan membuatku kembali didorongnya, dan kami terus bercanda setelahnya. Jadi, kalian sudah tahu kan bagaimana hubunganku dengan Min Yeon??

***

Pulang sekolah. Aku bergegas memasukan semua buku ku kedalam tas. Hari ini aku akan pergi dengan Min Yeon lagi. Sekedar jalan-jalan, lagi pula hari ini aku part time di malam hari. Min Yeon sepertinya sudah menungguku di depan gerbang sekolah. Aku tidak punya ponsel, makanya aku tidak bisa memastikannya. tapi sepertinya aku benar. Saat keluar dari gedung sekolah, aku lihat seseorang didepan gebang sekolah dengan baju seragam SMA lain. Jas sekolahku biru tua, sedangkan jas sekolah Min Yeon berwarna coklat, terlihat sangat berbeda kan.

"Min Yeon-a..!" aku berteriak memanggilnya saat aku sudah bisa melihatnya dengan jelas. Seharusnya ia bisa mendengarku, kami hanya berjarak beberapa meter. Namun sepertinya orang lain tengah mengalihkan perhatiannya kali ini. Lee Gi Kwang. Anak itu, kenapa ia menemui Min Yeon.

Aku menghentikan langkahku di tempat yang cukup jauh dari mereka, namun memungkinkan untuk mendengar percakapan mereka. "Min Yeon-ssi! Apa kabar? Kau ingat padaku? Aku adiknya Jun Hyung hyung!" ia menyapa Min Yeon dengan tampang riang gembira.

Min Yeon tersenyum kecil padanya. "Ne, aku ingat! Lee Gi Kwang-ssi?" jawabnya pendek. Senyum Gi Kwang jadi makin lebar, namun entah mengapa aku merasa agak khawatir.

Min Yeon tampak mencari-cari seseorang, ia melihat kedalam halaman sekolah. Ia pasti sedang mencariku sekarang. Tapi entah kenapa aku malah bersembunyi. Ahh.. Pabo! "Mencari hyungnim?" tanya Gi Kwang padanya. Min Yeon mengangguk mengiyakan.

"Aku ada janji dengan Jun Hyung oppa hari ini! Dia sudah pulang?" tanya Min Yeon pada Gi Kwang.

"Aku rasa ia masih di sekolah!" jawab Gi Kwang jujur. Min Yeon tampak mencariku lagi, namun aku masih bertahan di tempat persembunyianku. "Min Yeon-ssi!" panggil Gi Kwang pada Min Yeon. Gadis itu menoleh karahnya dengan senyum tipis.

"Ne?" tanya Min Yeon dengan walah polosnya.

"Saranghaeyo!" ujar Gi Kwang pendek.

Aku mencoba mencerna. Sepertinya begitu juga dengan Min Yeon. Namun sesaat kemudian kami baru mengerti bahwa Gi Kwang mengatakan sesuatu yang membuat ke khawatiranku terjawabkan. "Saranghanda, Min Yeon-ssi" ujar Gi Kwang lagi.

Dan kata-kata itu membuatku sedikit sulit untuk bernafas.


***To Be Continue***

3 comments:

  1. lge" fanfic yg bakal berujung sakit hati nih.. Kyahaha..

    Eh tpi karakterny ki kwang ama jun hyung nya dapet bgt.. Kyahaha.. Gutt job maestro chae! Daebak!

    @Reiy_pop

    ReplyDelete
  2. ademu mintanya yang begituan sih.. -_____-
    emang dapet yaa? emang mereka kayak gitu? hahaha..makasi~ >_<

    ReplyDelete
  3. hooh bloon"ny ki kwang ama jaim ny junhyung dapet bgt.. Xp

    ReplyDelete