Saturday, October 16, 2010

a C-Dragon-Victory's Story..fanfic [STORY TWO]

a C-Dragon-Victory's Story (story two : the barking dog at the park)

Author : Nanba Hikari (C-Dragon)

====================

Chae Yong melihat jam tangannya. Sudah hampir tengah malam. Dan sejak di usir dari bandara karena dicurigai sebagai gelandangan oleh petugas keamanan, Chae Yong hanya bisa berjalan menyusuri jalanan kota Seoul. Dan sialnya juga, seluruh barangnya ada di dalam koper yang ikut di angkut pesawat. Kecuali surat-surat penting, beberapa makanan dan buku, dompet, dan ponselnya yang tidak berguna itu.

Ia sampai di sebuah taman bermain, dan setelah melihat ada bangku kosong, ia segera duduk di sana. Hitung-hitung melepas lelah setelah perjalanan panjangnya yang tanpa tujuan.

Ia lalu memandang sekelilingnya. Hanya beberapa orang Korea lalu lalang. Tidak begitu buruk juga, kecuali karena dia tidak bisa bahasa korea dan dia tidak tahu harus kemana.

“Tetsuya senpai..tasukete..” gumamnya memelas dengan nada pelan.

***


BANDARA INTERNATIONAL OSAKA

“Eh? Hanya kopernya?” Tetsuya tersentak. Petugas bandara mengangguk. “Tapi bagaimana bisa?”

“Sumimasen, kami hanya menemukan satu koper yang tertinggal ini! Memang Nona Choi Chae Yong sudah terdaftar sebagai penumpang di bandara international di Indonesia, tapi setelah kami cek, hanya ada koper dengan tag nama Choi Chae Yong!” kata petugas bandara tadi sopan. “Mungkin dia sudah keluar tanpa mengambil kopernya!”

Tetsuya tampak cemas. Ia lalu memandang ke arah kakak perempuannya. Tetsuya menarik nafas sejenak, dan kembali memandang ke arah petugas bandara. “Kalau begitu terima kasih! Tetapi, jika ada kabar tentang penumpang bernama Choi Chae Yong, mohon segera hubungi saya! Atas nama Ogawa Tetsuya!” Tetsuya mengelarkan kartu nama dan memberikannya pada petugas bandara. “Arigatou gozaimasu!”

“Douitashimashite!”

Tetsuya segera bergegas menuju mobil dengan membawa serta koper Chae Yong. “Bagaimana ini Oneechan?” Tetsuya cemas setelah mereka berada di dalam mobil.

“Kita hubungi keluarganya?” tanya Natsuki, kakaknya.

“Jangan!” kata Tetsuya cepat. “Nanti mereka akan khawatir! Kita tidak tahu dimana Chae Yong sekarang!”

“Tapi cepat atau lambat, mereka akan segera tahu, Tetsuya!” jawab Natsuki.

Tetsuya tampak berpikir sebentar. “Kita pikirkan nanti! Tapi sementara ini jangan beri tahu keluarganya!” katanya, kemudian segera menjalankan mobilnya pulang.

***

Udara terasa lebih dingin dari udara di tempat tinggal Chae Yong. Bukan lebih dingin. Sangat dingin. Di Korea memang sedang musim dingin sekarang. Chae Yong meniup-niup tangannya, kemudian saling menggosokkan kedua tangannya, lalu menggosokkan dua tangannya yang sudah hangat itu ke pipinya yang terasa dingin.

Telinganya juga terasa dingin sekali sampai memerah. Dan sialnya, dia tidak membawa topi. Tepatnya, topinya ada di dalam koper.

Chae Yong mengambil ranselnya dan mencari-cari apa saja yang bisa menghangatkannya. Ada headphone. Ia segera memakainya, untuk mencegah angin dingin masuk ke telinganya. Chae Yong kembali memakai ranselnya setelah mengambil susu kotak di ranselnya.

Sepi.

Memang karena ini sudah malam. Chae Yong melepas nafas panjang. Ia tersesat di negri orang, dan tidak ada satupun orang yang ia kenal. Ia tidak tahu harus tidur dimana hari ini. Dia lelah sekali. “Moga aja ini mimpi..bangun Yongie! Bangun!!” Chae Yong memukul-mukul wajahnya sendiri.

WOFF!! RRRGGGHHH..WOFF!! WOFF!!

Tiba-tiba Chae Yong di kagetkan oleh suara gonggongan anjing, dan teriakan seseorang tidak jauh dari sana. Ia tidak begitu mengerti apa yang di teriakkan, karena menggunakan bahasa korea. Namun setelah meneguk susunya beberapa kali, ia memeriksa keadaan.

Ia melihat seseorang berdiri di atas bangku taman sambil menendang-nendangkan kakinya ke arah anjing liar yang terus menggonggong dan menakuti orang itu. Sepertinya laki-laki, lumayan tinggi. Tapi tidak begitu jelas, karena gelap. Taman hanya di sinari beberapa lampu remang-remang. Chae Yong tidak bisa melihat apapun dengan jelas.

RRRGGGGGHHHH..WOFF!! WOFF!!

Anjing itu terus menggonggong. Dan pria yang berdiri di atas bangku taman itu juga terus berteriak-teriak sambil mencoba menendang kepala anjing liar itu. Namun tidak seorangpun membantunya.

Chae Yong memandang ke arah susu kotaknya. Masih sisa setengah di dalamnya. Sayang kalau harus di buang. Tapi kasihan juga kalau nanti orang itu di gigit anjing. Chae Yong memandang ke arah susu kotak itu. “Maaf ya! Jangan halangi rejeki ku cuma karena ini Ya Allah!” kata Chae Yong berdoa sebentar.

Ia lalu melemparkan susu kotak itu ke arah anjing liar tadi. KENA! Tepat di kepalanya. Dan anjing itu segera berlari ketakutan. “YES!!” Chae Yong melompat kegirangan. Tapi sesaat kemudian ia segera menghampiri laki-laki tadi.

Are you alright?” tanya Chae Yong. Laki-laki itu memandang Chae Yong. Tapi Chae Yong hanya terseyum. “Are you alright?”

“Ah..neh! Neh!” jawab laki-laki itu, kemudian turun dari atas kursi taman. “Gamsahamnida!” pria itu menunduk hormat sedikit. Chae Yong tersenyum.

Your welcome!” jawab Chae Yong. “Well..See ya!” katanya lagi, kemudian bergegas pergi. Namun sebelum keluar dari taman, laki-laki itu memanggilnya.


“Hei nunna..aku akan mengganti minumanmu!” katanya dengan bahasa korea sambil menunjukan susu kotak yang baru saja di pungutnya. “I-will-change-this!” katanya lagi.

***

Thank you!” kata Chae Yong setelah menerima susu kotak yang baru saja di sodorkan padanya. Laki-laki tadi baru saja membelinya di mesin penjual otomatis yang tak jauh dari taman itu.

So..what’s your name?” tanya laki-laki itu sok akrab, setelah duduk di sebelah Chae Yong dan meneguk kopi susunya.

“Choi Chae Yong!” jawab Chae Yong singkat.

You Korean?” sesaat laki-laki itu tampak kaget. Tapi sepertinya kemampuan bahasa inggris laki-laki itu sama payahnya dengan Chae Yong.

Chae Yong menggeleng pelan, kemudian tersenyum. “I’m Indonesian! But i heard from my parents that i have korean blood from my father!” jawabnya dengan bahasa inggris yang payah juga. “And that’s how i have korean name, and choi as my family name!”

Laki-laki tu mengangguk-angguk. Sepertinya ia mengerti apa yang dibicarakan Chae Yong. “And you?” Chae Yong balik bertanya.

“Seung Ri!” jawabnya. Chae Yong terdiam sebentar.

Your name sound familiar!” kata Chae Yong tak sadar. Ia lalu memandang laki-laki itu. “Like an artis name ya? You know Big Bang? Hahaha..”

Laki-laki itu hanya tersenyum. Ia hanya merasa aneh karena Chae Yong tidak menyadarinya. Mungkin karena gelap. “Lalu..kenapa malam-malam kau ada di sini?” tanya Seung Ri. Chae Yong mengernyitkan keningnya. “Why..you..here..late night?”

Oh..because i’m..kesasar..” jawab Chae Yong sekenanya. Dan dia sadar orang itu tidak akan mengerti apa itu KESASAR.

What?”

Eh..umm..lost! Yeah..lost!” jawab Chae Yong sambil mengangguk-angguk kecil. Ia lalu mengambil notes di ranselnya untuk menjelaskan sesuatu pada Seung Ri dengan gambar. Ia tidak yakin bisa menceritakan kejadian tadi hanya dengan kata-kata. “My distance is Japan..but, when my plane transit in here because of a little problem..i went to toilet-the plane left me..”

Seung Ri mengangguk-angguk. Ia lalu melihat arloji di tangan kirinya. Sudah terlalu malam untuk berada di luar rumah. Ia juga takut jika pulang telat, teman-temannya akan memarahinya.

I must go home now! You want to come?” tanya Seung Ri setelah berdiri dari bangku yang ia duduki bersama Chae Yong. Chae Yong menggeleng.

No thanks!” jawab Chae Yong.

Okay!” Seung Ri tersenyum, kemudian mengangguk hormat. “Thanks! Bye, Chae Yong-ssi!”

Bye! Sayounara!” Chae Yong jadi tertukar antara Korea dan Jepang.

***

Pagi yang dingin, setelah semalaman Chae Yong tidur di bangku taman dengan posisi duduk. Ia terbangun tepat jam delapan pagi. Suasana sudah cerah. Matahari tidak tertutup awan sedikitpun. Chae Yong mengusap matanya berulang-ulang. Masih di Korea. Ternyata ia tidak bermimpi.

Gadis itu lalu beranjak, kemudian membeli satu buah hobbang di minimart untuk mengisi perut laparnya. Ia makan sambil berjalan melewati sebuah lapangan sepak bola yang luas. Beberapa anak laki-laki seumuran dengannya bermain di sana.

Sial. Saat ia hendak menjauh dari sana, bola sepak yang baru di tendang oleh keeper, melaju kencang ke arahnya. Bola itu mengenai kepalanya. Chae Yong terjatuh ke depan, dahinya mengenai tiang listrik yang berdiri kokoh. Kemudian ia jatuh ke belakang, dan bagian belakang kepalanya mengenai tepi trotoar, dan membuatnya pingsan seketika. Susu dan hobbang yang ia makan jatuh, juga hobbang yang sempat di kunyah. Semuanya keluar.

Tidak bertanggung jawab, mereka semua malah lari menjauhi Chae Yong karea takut di salahkan jika terjadi apa-apa pada gadis itu.

***

>>TO BE CONTINUE ^-^

Tolong saran dan kritiknya..ONEGAI!!^-^b

-Keep Shine Like HIKARI!!-

No comments:

Post a Comment