Friday, October 22, 2010

I Need A Girl [Song Fic, Part 3]

Song Fic, I Need A Girl [PART 3]

Cast :
Dong Yong Bae (Tae Yang 'Big Bang')
Park Sandara (Dara '2NE1')
Go Min Yeong (Fiction)
Kwon Ji Yong (G-Dragon 'Big Bang')

Park Sang Hyun (Thunder 'MBLAQ') as cameo

Author : Nanba Hikari (C-Dragon)

===================================================



*Yong Bae's Scene*

Kau pasti tahu bagaimana perasaanku sekarang. Aku bisa sangat dekat dengan Go Min Yeong! Setiap hari! Aku sungguh merasa bahagia!

---

Hari ini aku bersama Min Yeong lagi. Untuk pertama kalinya aku menunjukkan padanya pekerjaanku sehari-hari! Membuat lagu, mengaransemen musik, pekerjaan yang sungguh sangat menyenangkan bagiku.

"Kau bisa main piano?" tanya Min Yeong padaku. Aku mengangguk.

"Tentu saja! Itu satu-satunya alat musik yang bisa aku mainkan dengan baik!" jawabku jujur. Min Yeong tempak kagum. Dan kini ia duduk di depan piano sambil memencet-mencet tuts piano satu persatu. "Kau ingin mendengarku memainkannya?"

Min Yeong mengangguk. Gayanya yang malu-malu ini, aku sangat suka! Aku lalu duduk disebelahnya, kemudian mulai memainkan piano ini. Juga menyanyikan sebuah lagu buatanku sendiri. Min Yeong tampak senang. Aku jadi ikut senang melihatnya. Dan seiring dengan itu, laguku pun selesai aku nyanyikan.

"Itu lagu siapa? Keren sekali!" tanya Min Yeong lembut.

"Aku yang membuat liriknya! Dan Dara yang memberikan aransemennya dalam bentuk kasar! Lalu aku menyempurnakannya lagi!" jawabku jujur.

"Dara?" tanya Min Yeong. Aku mengangguk kecil.

"Wae?" tanyaku. Kenapa ia tidak suka saat aku menyebutkan nama Dara? Ada yang salah? Atau aku yang tidak peka dengan sesuatu?

"Kau..sangat akrab dengannya?" tanya Min Yeong. Aku mengangguk kecil.

"Dia temanku sejak SMP! Aku, Dara, dan Ji Yong! Memangnya kenapa?" tanyaku polos. Ia menggeleng, namun di wajahnya tampak kekecewaan. Apa aku melakukan kesalahan?

---

"Aku tidak suka film ini! Bisa kita ganti yang lain?" ujar Min Yeong protes saat kami menonton DVD di rumahnya. Aku tertegun. Tapi aku sangat menyukai film ini! Aku sudah menontonnya bersama Dara dan Ji Yong berkali-kali! Dan kami selalu senang saat menontonnya!

"Kau..tidak suka?" tanyaku. Min Yeong menggeleng manja. Ini pertama kalinya aku melihatnya bertingkah seperti anak ABG! Apakah ini Min Yeong yang asli? Atau ini hanya sisi lain dari dirinya yang belum aku tahu? Dan kini ia mulai merajuk seperti keponakan perempuanku yang menginginkan boneka beruang besar di etalase toko.

"Kita..jalan-jalan saja yuk! Aku ingin belanja!" katanya seraya beranjak dari duduknya. Dan entah mengapa aku mau saja menurutinya!

---

Ini bukan gayaku! Main-main ke mall dan membeli segala yang menarik! Tapi aku tetap melakukannya! Aku ini kenapa? Biasanya saat seperti ini, aku akan berdiri di depan Pojangmacha bersama Dara. Memakan segalanya sambil mendengarkan musik dari satu MP3 player, menggunakan earphone yang sama. Aku merindukan saat-saat seperti itu! Sudah lama aku tidak makan di kaki lima!

Tunggu..di saat seperti ini kenapa aku malah memikirkan Dara? Sudahlah..aku bingung! Dan sekarang aku harus berlari kekasir untuk mengantarkan barang-barang yang dibeli Min Yeong.

*Yong Bae's scene end*

***

"Bayangkan saja bagaimana perlakuannya padaku? Dia menyebalkan!" cerita Min Yeong. Sejak awal gadis itu bercerita, Yong Bae hanya bisa tersenyum. Tidak bisa menanggapi apapun. Kali ini ia seperti tidak berada di dunianya!

Dan Min Yeong mendapati itu. Ia tahu Yong Bae tidak begitu memperhatikan ceritanya. "Yong Bae~ah! Kau mendengarkanku?" tanya Min Yeong kemudian.

"Ah..ya! Tentu saja!" jawab Yong Bae sambil tersenyum lebar. Min Yeong mengangguk. Mereka baru saja pulang dari belanja, dan kini sedang duduk-duduk di sebuah kedai kopi. Yong Bae benar-benar kelelahan hari ini. Dan ia lebih memilih diam dari pada banyak cerita seperti Min Yeong. Tapi tiba-tiba ponsel Yong Bae berbunyi.

"Halo!" sapa Yong Bae setelah mengangkatnya. "Dara?"

---

"Iya, dengan Ji Yong juga! Kalau kau mau, datanglah sabtu depan ke studio Ji Yong! Kita akan berangkat dengan mobilnya!" ujar Dara menjawab pertanyaan Yong Bae. Sabtu depan, mereka berencana untuk pergi memancing di Danau. Seperti kebiasaan mereka ketika liburan sejak SMA. "Baiklah, beri tahu bila kau sempat! Bye!"

Dara menutup teleponnya. "Otteoke?" tanya Ji Yong sambil me-ngelap kuasnya yang baru ia bersihkan dengan bensin.

"Baiklah, kalau tidak ada janji dengan Min Yeong aku akan ikut!" Dara menjawab seperti jawaban Yong Bae di telepon, kemudian mengantongi ponselnya. "Lalu jika Yong Bae tidak ikut, kita akan pergi berdua saja? Perlukah aku mengajak adikku?"

"Kau ingin sekali ia ikut?" tanya Ji Yong menggoda.

"Ini kan acara tahunan kita bertiga! Kau ini bagaimana?" jawab Dara sewot. Ji Yong terkekeh.

"Baiklah.." katanya, kemudian tertawa kecil. Dara hanya bisa diam dengan kesal sambil memanyunkan bibirnya.

***

>>Saturday

"Alat pancing spesial, check! Baju hangat, check! Jaring dan umpan, check! Sudah semua!" gumam Yong Bae seraya menyiapkan semua perlengkapannya sebelum ia berangkat ke studio lukis Ji Yong untuk berangkat memancing di danau. Dan setelah semuanya siap, Yong Bae segera berangkat. Namun betapa kagetnya ia ketika membuka pintu depan apartemennya.

"Annyeong!"

"Whoaa!!" seru Yong Bae kaget dan reflek mundur ke belakang beberapa langkah. Min Yeong sudah berdiri di depan pintu apartemennya. "Min Yeong~ah? Kenapa kau kemari?"

"Aku sedang tidak ada teman! Makanya aku ingin mengajakmu pergi hari ini!" katanya sambil tersenyum manja. Yong Bae bingung. Padahal ia sudah bilang padanya kalau sabtu ini ia ada acara dengan teman-temannya. "Kau mau kemana?" tanya Min Yeong sebelum Yong Bae menjelaskan.

"A..aku akan pergi memancing dengan Dara dan Ji Yong!" jawab Yong Bae jujur. "Bukannya aku sudah bilang padamu kemarin?"

"Dara?" tanya Min Yeong. Ia tampak kecewa.

"Memangnya kenapa dengan Dara?" tanya Yong Bae heran. Min Yeong menggeleng, tapi ia masih cemberut. Dengan cepat ia segera meraih tangan Yong Bae dan menggandengnya erat.

"Aku ikut!" pintanya manja.

"Eh?" Yong Bae tersentak sedikit.

"Wae?" Min Yeong memasang tampang kesalnya. Yong Bae menggeleng pelan, kemudian mereka segera berangkat tanpa banyak bicara lagi.

***

Ji Yong berpikir, sepertinya ide buruk membawa serta Min Yeong kedalam acara mereka. Dari cerita yang pernah ia dengar tentang Min Yeong, sepertinya gadis ini tidak bisa terlalu cocok dengan mereka. Tapi meskipun begitu, sekarang mereka sudah berada di dalam mobil dan sudah dalam perjalanan menuju tempat mereka biasa memancing.

Dara duduk di sebelah Ji Yong, sedangkan Yong Bae berada di belakang dengan Min Yeong. Dan seperti biasa, Min Yeong banyak bercerita tentang apapun yang tidak di sukainya, sedangkan Yong Bae hanya bisa tersenyum menanggapinya. Ji Yong tersenyum kecil, ia lalu melirik ke arah Dara yang sedang diam, memejamkan mata dan mendengarkan lagu lewat earphone-nya.

***

"Berapa lama kita akan menunggu? Aku lapar!" kata Min Yeong dengan tampang kecewa. Sepertinya ia benar-benar kecewa sudah mau ikut acara Yong Bae dengan teman-temannya. "Kalau tahu begini, mending tadi kita main ke mall!"

"Sabarlah sebentar! Ini baru satu jam!" jawab Yong Bae.

"Baru??" Min Yeong berseru sewot.

"Kalau kau lapar, makan saja bekalnya!" ujar Dara sambil menyodorkan kotak bekalnya.

"Tidak, terima kasih! Aku sudah tidak nafsu makan!" jawab Min Yeong ngambek. Dara menarik kembali kotak bekalnya, kemudian menawarkannya pada dua orang yang lain.

---

Yong Bae, Dara, dan Ji Yong tampak sangat menikmati acara memancing tahunan mereka. Saling bercanda sambil menunggu ikan terpancing kail mereka. Namun sepertinya, ada seseorang yang tidak menyukainya.
"Aku bosan tau!!" Min Yeong yang bosan dan tidak senang, langsung berdiri, lalu ngamuk-ngamuk tidak karuan. Semuanya kaget, melihat gadis itu yang tiba-tiba marah-marah. "Aku pulang!" katanya, kemudian berjalan pergi. Namun sejenak gadis itu berharap Yong Bae akan berlari dan mencegahnya pergi.

Tapi sampai ia sudah jauh berlari, Yong Bae tidak datang. Ia malah berdiri mematung sambil memandang ke arah Min Yeong lari.

"Yong Bae! Apa yang kau lakukan?" tanya Dara sambil memukul Yong Bae dengan pegangan jaringnya. "Kau tidak menyukainya lagi?"

Yong Bae menoleh ke arah Dara. "Apa maksudmu?" tanya Yong Bae polos.

"Kejar dia! Bodoh! Aku tahu ia ingin kau mencegahnya untuk pergi! Kalau begini saja tidak tahu, bagaimana kau bisa jadi pacarnya?" kata Dara kesal. Sangat kesal. Ia tidak tahu sedang kesal pada Min Yeong yang manja, Yong Bae yang terlalu bodoh, atau pada dirinya sendiri.

Dan setelah ia menyadari apa yang harus dilakukannya, anak lelaki itu segera mengejarnya. Dan kini Dara yang berdiri mematung dan memandang ke arah Yong Bae pergi. Namun sesaat kemudian, ia terjatuh, dan terduduk sambil memandang ke arah bebatuan dengan tampang bingung. Ji Yong segera berlari ke arahnya. Ia mengangkat dan membantu Dara berdiri, kemudian membawanya untuk duduk di kursi lipatnya.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Ji Yong. Dara mengangguk, namun tatapannya masih kosong. Ia seakan tidak percaya dengan apa yang dilakukannya.

***

Dara memainkan piano di studio musik kampus yang sering di pakai Yong Bae. Ia memainkan lagu yang di tulis Ji Yong beberapa waktu yang lalu dan mencoba membuat aransemennya. Namun tiba-tiba konsentrasinya buyar saat seseorang masuk dengan suara gaduh. Dara menoleh. Yong Bae, tengah berdiri di ambang pintu dengan file dan buku yang berjatuhan di depan pintu.

"Yong Bae?" panggil Dara reflek. Kemudian ia segera berlari untuk membantu Yong Bae merapikan barang-barangnya. "Apa ini? Banyak sekali?"

"Tugas dari Pak Goo! aku lupa menyelesaikannya!" jawab Yong Bae sambil nyengir. Dan setelah semuanya terambil, mereka meletakkannya di salah satu meja yang ada disana.

"Lalu bagaimana dengan Min Yeong? Dia baik-baik saja?" tanya Dara. "Aku khawatir karena setelah kau mengejarnya, kalian tidak kembali!"

"Kami pulang dengan bus! Karena sepertinya ia kesal dengan kita bertiga! Kalau aku paksa dia pulang dengan kau dan Ji Yong, pasti suasana akan menjadi tidak menyenangkan!" jawab Yong Bae jujur. "Maaf sudah membuatmu khawatir!"

"Ahniyo!" jawab Dara sambil tersenyum. Ia lalu kembali ke depan piano dan mulai memainkannya lagi. "Tapi, kau sudah baikkan dengannya?" tanya Dara setelah menghentikan permainannya lagi.

Yong Bae mengangguk kecil. "Dan sebagai gantinya aku harus mengantarnya main! Sampai aku lupa semua tugasku!" jawab Yong Bae. Dara mengagguk, namun tetap diam. "Tapi aku tahu, dia gadis baik! Makanya aku menyukainya! Mungkin aku hanya butuh penyesuaian!" tambah Yong Bae lagi.

Dara tersenyum tipis. Tidak bisa memberikan jawaban apapun untuk menjawab pernyataan Yong Bae.

***

*Yong Bae's scene*

Aku sedang membuat lagu! tepatnya, berusaha membuat lagu! Karena aku seorang penulis lagu, dan komposer, aku harus menyatakan cinta dengan lagu! Tentu saja untuk Min Yeong! Aku tidak ingin terlalu lama menunggu! Aku harus mengatakannya! Tapi..sejak tadi aku mulai membuat, tidak satu inspirasi pun datang..kenapa? =.=a

Bicara soal Min Yeong, akhir-akhir ini Min Yeong menjadi semakin manja dan cerewet, dia jadi seperti anak-anak! Namun sebaliknya, Dara menjadi semakin pendiam dihadapanku. Apakah mereka telah bertukar jiwa? Min Yeong yang dulu aku lihat tidak seperti ini. Baiklah, aku suka ia tidak mengacuhkanku, aku suka dia memperhatikanku dan selalu berada denganku! Namun, ini tidak seperti Min Yeong yang aku kagumi. Yang tampak anggun dan dewasa disaat apapun. Mungkinkah aku mulai kehilangan perasaanku padanya?

Sedangkan Dara, sejak aku dekat dengan Min Yeong, ia jadi lebih pediam. Atau mungkin karena kami sudah jarang bertemu? Jadi aku yang jarang mengobrol dengannya, merasa kalau ia lebih pendiam dari biasanya? Ah..entahlah!! Aku tidak tahu!! Tapi aku tidak suka ketika ia mulai diam dan hanya tersenyum saat aku menceritakan sesuatu!

Kembali ke persoalan awal, soal lirik lagu! Aku memang sudah menulis beberapa bait, namun hatiku masih belum sreg dengan tulisanku ini!Emh..Ji Yong! Aku harus konsultasi dengannya!

*Yong Bae's scene end*
***

"Datang saja ke rumah Dara! Aku sedang disini bersama Dara dan Sang Hyun juga!" ucap Ji Yong pada seseorang di telepon. "Kami sedang merayakan keberhasilanku menjual 15 lukisan dalam waktu 2 hari! Apa kau tidak menerima e-mail dariku?"

Ji Yong diam sebentar sambil menyuapkan hobbang ke mulutnya,kemudian mulai bicara dengan mulut penuh, "Min Yeong? Dasar wanita! Sudahlah, cepatlah kemari! Atau kau akan kehabisan makanan gratis!" Ji Yong segera menutup teleponnya setelah selesai bicara, kemudian mengantonginya. "Huh..benarkan feelingku! aku sudah tidak menyukai gadis itu dari awal!"

"Siapa?" tanya Dara sambil menuangkan soju ke gelas kecil dan mulai menenggaknya. Ji Yong menatap Dara kaget.

"Sejak kapan kau mulai minum alkohol?" tanya Ji Yong, seraya merebut gelas soju milik Dara, beserta sebotol soju yang baru berkurang satu gelas kecil itu. Ia menyerahkannya pada Sang Hyun, adik Dara. "Buang ini dan ambilkan minuman lain! Yang tanpa alkohol!" perintahnya.

"Baiklah!" ujar Sang Hyun, kemudian pergi ke dapur untuk mengambil minuman.

"Aku harap Yong Bae segera sadar dan menjauhi gadis itu!" kata Ji Yong dan mulai memakan hobbangnya lagi.

"Sudahlah, dia mencintainya! Kita akan berdosa kalau menghalangi mereka!" jawab Dara lembut. Ji Yong menggeleng pelan.

"Kau yakin tentang ini?" tanya Ji Yong. Namun sebelum Dara menjawab pertanyaan Ji Yong, seseorang sudah menyahutnya.

"Tentang apa?" Yong Bae, muncul tiba-tiba di ruang tengah rumah Dara sambil tersenyum lebar. Dan tanpa disuruh, ia duduk bersila di sebelah Ji Yong, dan mulai menatap makanan-makanan itu. Ji Yong dan Dara diam saja sambil menatap Yong Bae yang muncul dengan tampang riang gembira seperti biasa. "Kalian kenapa?"

"Yong Bae-hyung, selamat datang!" Sang Hyun mencairkan suasana. Ia datang membawa sebotol jus jeruk dan meletakkannya di atas meja, kemudian kembali bersila di sebelah Dara.

Mereka mulai mengobrol lagi seperti biasa, membicarakan apapun yang bisa di bicarakan. Sudah lama mereka tidak begini. Terutama akhir-akhir ini. Dan mereka mengobrol hingga malam larut. Sang Hyun sudah tertidur berselimut baju hangat Ji Yong, sedangkan tiga orang yang lain sedang sibuk main UNO. Namun di tengah permainan, Yong Bae teringat sesuatu.

"Ji Yong~ah! Dara! Aku..ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kalian!" kata Yong Bae sambil tersenyum lebar. Ia meletakkan kartu UNO nya.

"Apa? Kau ingin mengalah di permainan ini? Kau harus mentraktirku makan siang tiap hari kalau begitu!" ujar Dara. Mereka lalu terkekeh. Namun Yong Bae menggeleng.

"Bukan itu!" katanya. Ia lalu mengambil sesuatu dari tas-nya. Selembar kertas, kemudian menyodorkannya pada Ji Yong dan Dara.

"Bagus! Tapi ini bukan kau!" komentar Ji Yong. Yong Bae tampak kecewa. "Memangnya kenapa? Kau tidak pernah menunjukkan lirik lagu yang belum jadi kepada kami!" tambah Ji Yong heran.

Yong Bae tersenyum malu-malu. "Aku ingin menggunakannya..untuk menyatakan perasaanku pada Min Yeong!"

Dan seketika ruangan menjadi sepi. hanya terdengar dengkuran lirih dari Sang Hyun yang tidur nyenyak tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya.

***

To be continue..

-Keep Shine Like HIKARI-

No comments:

Post a Comment